Prolog

75 9 4
                                        

Suara seseorang tengah berbisik menyelusup di telingaku. Ingin ku buka mataku untuk melihat apa yang terjadi, tetapi sangat malas sekadar membukanya, jadi aku hanya mendengar percakapan mereka walau tidak semuanya yang ku dengar.

"Ya Allah... Sudah dua minggu dia tidak sadarkan diri. Aku salut terhadapnya. Semoga dia cepat bangun dari komanya." Suara itu terdengar sangat jelas dan secara perlahan ku buka mataku yang terasa berat.

Pertama yang kulihat adalah ruangan yang bernuansa putih dan seorang wanita yang sedang berbicara dengan wanita lain. Dari pakaiannya ku tahu dia adalah perawat. Dan bau ruangan ini membuatku yakin sekarang berada di rumah sakit. Saat kepalaku ingin menoleh, rasa nyeri segera menyerangku. Aku mengerang pelan yang membuat dua orang tadi melihat ke arahku.

"Alhamdulillah... Akhirnya kamu bangun sayang..." Perawat tersebut melepaskan tabung oksigen dari dari wajahku. Lalu membantuku duduk.

"Apakah kepalamu masih sakit?" Tanya seseorang di samping perawat tersebut. Aku mengangguk kecil. Sakit sekali saat menoleh. Tapi.... Mengapa aku bisa di sini? apa yang terjadi?

"Sepertinya benturan ke aspal terlalu kuat, dia harus menginap di sini untuk beberapa hari." Ucap perawat tersebut tersenyum dan mengelus rambutku dengan lembut.

Apa? Kepalaku terbentur? Apa yang sebenarnya terjadi? Ekspresi bingung ku membuat dua orang di hadapanku tersenyum sendu dan menatapku prihatin. Tiba tiba saja jantung ku berdetak tak karuan. Ingatan 2 minggu yang lalu membuat ucapanku tercekat di kerongkongan.

"Ayah...Bunda...?" Tanyaku pada perawat tersebut. Dua wanita tersebut berpandangan bingung bagaimana cara menjelaskannya. Perawat tersebut menghela nafas sebentar sebelum mengatakan apa yang terjadi.

"Yang sabar sayang... " Kalimat yang sudah keluar dari mulutnya tersebut sudah membuatku syok, air mataku sudah membasahi pipi ku. Kutahu apa maksud dari perkataannya. Detik berikut nya tangis ku makin menjadi.

"Nggak... Nggak mungkin mereka pergi duluan... Aku belum menyelesaikan hafalan ku... Aku masih berjanji sama ayah dan bunda..." Ucap ku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan.

Perawat tersebut memelukku erat. "Udah sayang... Yang ikhlas... Sudah takdir Allah memanggil mereka duluan... " perawat tersebut menenangkan ku. Aku Nggak bisa menerima kenyataan pahit tersebut. Setelah menenangkan emosi ku, aku bertanya kepada perawat tersebut.

"Dimana aku akan tinggal?" Ucap ku menatap mereka berdua. Keduanya tersenyum ke arahku.

_________________

Bagaimana ceritanya??? Menarik kah??? Maaf kalau kurang menarik ya.... Hanya ingin menyalurkan hobi dan ini karya pertama yang saya buat. Mohon di maklumi.

Jangan lupa Vote dan komentar nya yaa....

🍃jangan lupa tersenyum gaiss
🍃😉😉😊

One Thing Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang