1

9 0 0
                                        

"Ok guys kita libur panjang besok, bereskan semuanya sekarang".ujar Tina dengan sedikit lantang memerintahkan anak buahnya di warung makannya yang sukses di kembangkannya setelah bercerai dengan suaminya yang selingkuh. Tina tidak dapat berharap banyak pada mantan suaminya dalam hal keuangan. Karena mantan suaminya hanya karyawan biasa yang
kini harus mengurus satu anak dari istri barunya. Jadi Tina berjuang sendiri menghidupi kedua anaknya.

"Bang udah disiapin semua yang mau di bawa besok?".tanya Tina pada anak sulungnya Zack langsung naik ke lantai atas yang merupakan tempat tinggal mereka.
"Udah boss beres semua".jawab Zack sambil tersenyum." You forget something". Zack kembali menuruni tangga lalu menghampiri Tina" mmmuah,such a spoil mother". Kecup Zack di pipi Tina. Tina memang seorang ibu yang penyayang anak-anaknya merupakan mood booster baginya.

Tepat jam lima sore warungnya tutup Tina langsung ke lantai atas bersiap mandi. Setelah mandi Tina masuk ke kamar anak gadisnya Bella." Bella is everything set up?. "Yes Bu". Jawab putri bungsunya singkat karena anaknya memang pendiam." Kita berangkat setengah jam lagi ke bandara". Ujar Tina sambil berlalu kekamarnya. Tina mempersiapkan dirinya, dia mengambil skiny jeans dan blouse coklat muda dari lemari. Meski sudah berumur 40 tahun tubuhnya masih sintal karena sering melakukan perawatan semenjak berpisah dari mantan suaminya.

Mereka terbang ke Makassar ke rumah ayah dari anak-anaknya untuk merayakan lebaran di sana. Meski telah bercerai Tina selalu menjaga hubungan baik pada keluarga mantan suaminya. Hanya saja sampai saat ini dia belum juga punya keinginan menikah meski sudah dua tahun dia menjanda. Setelah dua jam terbang akhirnya mereka tiba di  bandara makassar. Mereka di jemput adik mantan suaminya Andy.
"Hai Ndi pa kabar?" Sapa Tina sambil memeluk mantan adik iparnya." Baik Kak. Wah udah pada besar ya ponakan ku". "Semua udah pada nunggu di rumah". Setelah setengah jam perjalanan dari bandara akhirnya mereka tiba di rumah kakek neneknya. Satu persatu Tina menberi salam pada sanak saudara dari mantan suaminya teoat pukul 9 malam Tina meminta izin untuk ke hotel tempat ia akan tinggal selama di Makassar. Pada awalnya mantan mertuanya menyuruh Tina untuk menginap di rumah mereka. Tapi Tina menolak dengan halus karena dia merasa tidak enak dengan istri baru ma tan suaminya.

Tina ke hotel di antar oleh mantan adik iparnya Andy .Di dalam hotel terlihat banyak orang yang akan check in tapi rupanya kamar sudah penuh semua, untung saja Tina sudah memesan dari jauh-jauh hari melalui aplikasi perjalanan. Tina masuk ke dalam antrian untuk chek in , antriannya cukup panjang untung adik iparnya ikut jadi Tina bisa menitipkan kopernya selagi dia mengantri.

Di depan Tina ada pria bule yang membawa 2 buah koper besar. Pria tersebut terlihat tinggi dan kekar dengan rambut ikal gondrong. Ketika giliran pria itu untuk chek in rupanya dia sudah kehabisan kamar. Pria itu berusaha  merayu resepsionis untuk memberi kamar untuknya tapi tetap saja tidak bisa karena memang sudah full. Akhirnya pria tersebut menyingkir ke sebelah Tina dan tidak sengaja bertatap muka dengan Tina. Tina terkejut dengan ketampananya sambil merutuk dalam hati " shit ganteng". Tina tersenyum singkat sambil mengangguk gerakan reflek karena sudah jadi adat masyarakat Indonesia. Lalu Tina menunjukan layar smartphonenya dan petugas resepsionis segera mengecek komputer lalu mengangguk tanda kamar hotelnya terkonfirmasi.

"Dengan Ibu Tina?"
                                                           "Ya betul"
"Kamar VIP ya bu"
                                                           "Ya"
"Selama satu minggu ya Bu".
                                                            "Ya".
"Sendiri ya Bu"
                                                            "Ya".
"OK Bu pembayarannya sudah selesai. Ini kuncinya .Selamat menikmati pelayanan kami semoga Ibu senang di hotel kami."
                                                             "Trimakasih".
Tina langsung membalikan tubuhnya dan tiba- tiba pria bule disampingnya menahan tangan Tina.
"Ya?" Ucap Tina heran.
"Can we .....I ...I'm sorry , I mean .....can you share your room with me?. Ucap pria bule itu mendesak.
"What?". Tapi sebelum Tina melanjutkan omongannya pria bule tersebut menyela.
"Just for one day,i have shearched in every hotel in Makassar but the result is nil.
And now he's bagging dalam hati Tina. Dari kejauhan Andy yang melihat raut muka Tina yang tampak tidak senang langsung menghampiri.
"Ada apa Kak?". Tanya Andy
Tina hanya mengangkat tangannya memberi tanda jika dia bisa menghandel ini.
" OK when you'r my husband". Jawab Tina singkat sambil menggelengkan kepalanya karena heran dan beranjak pergi.
"OK , I'll be your husband". Jawab pria bule tersebut cepat. Orang- orang disekeliling mereka terkejut mendengar pembicaraan mereka tanpa ter kecuali resepsionis dan Andy.

WIDOW LUCKLYOù les histoires vivent. Découvrez maintenant