Author POV.
"Diharapkan kepada seluruh siswa baru dan siswa lama agar dapat berkumpul di lapangan utama untuk mendengar pidato upacara pertama dan pengumuman pembagian kelas, terima kasih."
Anak-anak kelas 11 dan 12 yang sedang berbincang mendecak kesal ketika mendengar suara salah satu guru bagian kesiswaan lewat speaker sekolah, termasuk siswa teladan SMA itu, Park Jihoon.
Sebenarnya Jihoon tidak benar-benar siswa teladan. Namun ia sangat ahli bermuka dua jika sedang berada didepan guru tertentu ataupun inti OSIS periode 2016/2017 yang sebentar lagi akan turun jabatan. Pencitraan yang dilakukan Jihoon membuat temannya menganggap ia akan menjadi salah satu kandidat terkuat inti OSIS periode 2017/2018 untuk menjadi ketua OSIS.
"Jihoon, mau ke lapangan atau cabut?" tanya Jisung sambil sesekali merapikan rambutnya.
"Terserah, yang penting ga harus dengerin ceramah si tua bangka itu," jawab Jihoon asal. Dia benar-benar membenci kepala sekolah mereka karena Jihoon pernah diomeli sekali olehnya.
"Tua bangka tua bangka. Bapak ku itu," saut Seongwoo sambil sesekali mendecak kesal karena ayahnya selaku kepala sekolah selalu jadi bahan olokan dan umpatan teman-teman seangkatannya.
"Ya bilang dulu ke bapakmu jangan jadi orang ngeselin, dikit-dikit ngomel. Panas bos," tanggap Jihoon sambil memukul kepala Seongwoo dan langsung pergi keluar kelas.
"Mau kemana?"
"Ke toilet lama. Kalo mau ikut jangan berisik."
Akhirnya Jihoon, Jisung, dan Seongwoo menghabiskan waktu upacara mereka di toilet lama. Tidak merokok atau menonton film porno, namun hanya duduk dan sedikit berbincang, ataupun tidur. Ataupun juga Jisung dan Seongwoo minta di ajarkan matematika dan biologi oleh Jihoon. Mereka tidak nakal, hanya malas berdiri tegap dan mendengar ceramah yang tidak begitu penting oleh tuan Ong.
"Hari ini Guanlin dateng atau engga?" tanya Jihoon sambil menyenderkan punggungnya didekat wastafel usang.
"Guanlin? Gatau. Lu takut ketauan sama dia kita disini? Hahahah," ejek Seongwoo yang dihadiahi jitakan ringan oleh Jihoon dikepalanya.
"Bacot. Repot kalo berurusan ama dia, males gua." Jihoon mendengus sambil memejamkan matanya sebentar, berharap kalau Guanlin benar-benar tidak akan datang.
"Makanya kalian diem biar dia ga kesini. Lu juga Ong, suara kaya pake toa diem aja," semprot Jisung sambil mendudukan bokongnya di lantai yang sedikit berdebu. Seongwoo juga ikut duduk disamping Jisung sambil memanyunkan bibirnya.
Lai Guanlin, ketua komite kedisiplinan. Orang yang paling disiplin yang ada di SMA ini. Kali ini bukan bermuka dua menjadi siswa teladan namun benar-benar menjadi siswa teladan.
Menjadi saingan Jihoon dalam hal jabatan ketua OSIS. Pernah digosipkan pacaran dengan Yoo Seonho, adik kelas manis yang memang sering mengekori Guanlin kemanapun Guanlin pergi. Namun Guanlin membantahi semua rumor itu dengan perkara "aku masih normal".
Sebenarnya Jihoon sedikit tertarik dengan Guanlin, hanya karena rupa yang dimilikinya dan itu juga benar-benar sedikit. Jihoon sendiri sudah memiliki pacar yang perempuan dari sekolah lain, yang dipacari Jihoon hanya karena ingin memperlihatkan ke ayahnya kalau ia sudah punya pacar, dan pacarnya itu perempuan.
Dan juga karena ia harus menjaga orientasi seksualnya tetap normal jika masih ingin hidup didunia. Ayahnya yang merupakan direktur sebuah perusahaan besar tidak ingin mukanya tercoreng karena anaknya yang seorang homoseksual. Ia tidak segan-segan melayangkan pisau atau menodongkan pistol kepada siapapun dikeluarganya yang tidak mematuhi aturan yang sudah ia tetapkan.
