Vote?? 😉😉
"Hyung, aku menyukaimu" kata seorang bocah pada seorang pemuda yang duduk berhadapan dengannya. Tak lupa senyuman mengembang setelahnya. Lucu.
"Yayaya, aku tahu. Kau bahkan mengatakannya sejak kita bertemu. Kau tak bosan mengatakannya terus-menerus?" tanya pemuda yang di panggil hyung oleh bocah tadi.
"Kenapa harus bosan? Aku merasakannya setiap saat, daripada sesak lebih baik aku mengatakannya pada hyung" jawab bocah itu santai. Lalu membalikan badannya menghadap ke arah depan mendongakan kepalanya memandangi langit malam yang sialnya tak nampak satu bijipun bintang.
Menghela nafas sebagai respon atas jawaban dari seorang bocah yang membelakanginya sambil memandang bintang di langit malam.
"Dengar jungkook" pemuda itu menjeda ucapannya. Berharap bocah yang dipanggil jungkook memberikan atensi padanya.
Dan yang didapat hanyalah jawaban malas dari jungkook
"Iya, hyung bicaralah." balasnya. Pemuda yang di belakangnya hanya berdecak malas. Dasar bocah! Gerutunya dalam hati.
"Kau selalu mengatakan menyukaiku, dan kau tak pernah bosan dengan itu. Jungkook, kau harus tahu satu hal. Perasaanmu itu tak akan pernah bertahan lama. Jangan terlalu memaksakannya padaku. Kau tahu yang kau rasakan itu hanyalah cinta monyet, jungkook. Suatu saat kau pasti akan mendapatkan yang lebih baik dariku, bahkan mencintaimu tanpa pamrih." pemuda yang lebih tua menasehati bocah yang di panggil jungkook tadi, dengan harapan agar bocah itu mengerti. Bosan juga kalau harus mendengarkan hal yang sama berulang kali.
"Tehyung hyung, kau mengataknnya terlalu sering, bahkan dari awal aku menyatakan perasaanlu padamu. Kau tahu aku bosan!" balas jungkook kesal pada pemuda yang di panggil taehyung tadi. Tak lupa membalikan badannya untuk berhadapan dengan taehyung, menunjukan raut wajah kesalnya. Karena demi apa.. Nasehat untuk jungkook dari taehyung hanya itu-itu saja. Bosan juga kalau harus mendengarnya terus-menerus. Batin jungkook.
"Kaunya saja bosan. Apalagi aku yang mendapat pengakuan darimu secara terus-menerus, tanpa ada jeda barang sehari pun." balas taehyung lagi dengan wajah lebih kesal dari bocah jungkook di depannya.
"Ck! Sudahlah hyung kau merusak susana saja. Diam saja aku sedang menunggu bintang jatuh!!!" jungkook berucap dengan nada tingginya. Hyungnya ini benar-benar minta di banting. Batin jungkook sok-sokan.
"YAK!! Bocah sopan sedikit, aku lebih tua dari mu!! Dasar bocah sialan!!!" taehyung tak kalah membalas jungkook dengan berteriak di depan muka jungkook sambil menunjuk-nunjuk muka songong bocah di depannya.
Jungkook pasrah. Wajahnya sudah terkena beberapa bulir-bulir air dari mulut taehyung. Karena taehyung hyung aku rela. Batin jungkook bangga akan bulir-bulir taehyung di wajahnya. Iwh!
Kembali jungkook membalas ucapan taehyung dengan santainya. "Tahu kok hyung, kau memang sudah tua." setelahnya jungkook benar-benar membalikan tubuhnya membelakangi taehyung.
Dan taehyung hanya bisa menahan kekesalannya.
Sabar-sabar di depanmu ini hanyalah seorang bocah yang bibirnya minta di ulik. Batin taehyung sambil mengelus dadanya sabar.
"Jungkook, ayolah pulang saja sudah hampir tengah malam. Sudah hampir 4 jam kita di sini. Membosankan sekali. Kau tidak merasa dingin?" tanya taehyung dan langsung memajukan tubuhnya agar lebih dekat dengan jungkook, tapi masih di belakangnya jungkook.
"Tidak bisa hyung, ini hari terakhirku di Daegu. Aku ingin melihat bintang jatuh. Itu impianku sejak kecil" jawab jungkook cemberut. Bersama seseorang yang ku cintai juga. Tambah jungkook dalam hati.
YOU ARE READING
SICK (Vkook)
FanfictionRate T-M *bingung juga soal rate, silahkan di cek lah ONESHOOT/TWOSHOOT Berbagai genre :') YAOI AREA BXB HOMOPHOBIC GO AWAY!!!🚫 TAEKOOK AND OTHER
