"angkat kepalamu, bodoh!"
"hey, nerd! Kau tidak bisa menaikkan sedikit rok mu? Rok mu itu terlalu panjang!"
"hey, kau dengar tidak?"
Berbagai macam ejekan dilontarkan dari beberapa orang namja yang tengah mengerubunginya. Ia takut. Ia terus menerus menundukkan kepalanya. Ia terlalu takut menatap dunia dihadapannya. Terlahir menjadi seorang nerd memang bukanlah keinginannya.
Jung Ye In—si Nerd—terus menatap ujung sepatunya dan berharap agar bisa pergi dan menyingkir dari kerumunan namja itu. sialnya, itu hanya harapan. Ia sama sekali tak bisa keluar dari perangkap para anak-anak dari kalangan borjuis ini.
Ye In semakin menundukkan kepalanya saat ia mendengar bisikkan dari namja-namja tadi. Ye In tahu apa yang akan terjadi. Seseorang akan datang. Seseorang yang menjadi otak pembullyan ini.
Orang itu bukanlah ketua geng di sekolah Hyeonghwan High School ini. memang, ia dari kalangan borjuis dan salah satu namja paling populer dan tampan di sekolahnya. Tapi, jabatannya di dalam gengnya hanyalah sebagai maknae alias si bungsu.
The Youngest Devil. Itulah panggilannya. Dengan tubuh tinggi tegap dan putih, wajah dengan rahang tegas dan tatapan yang tajam dan dingin. Membuat siapapun yang bertitle 'Nerd' tak sanggup untuk sekedar melirik ke arah sepatunya.
Oh Se Hun.
Matilah kau Jung Ye In! Batin Ye In dalam hati. Ia meremas kuat ujung roknya yang terjatuh hingga lututnya.
"Belum puas di bully, nona Nerd?"
Ucapan dingin dan tajam itu masuk ke dalam pendengaran Ye In. Ini pertanda buruk bagi Ye In. Sebentar lagi, moment itu akan tiba.
Sehun melangkahkan kakinya mendekati Ye In. Satu langkah, dua langkah dan di langkah ketiga ia berhenti tepat dihadapan Ye In.
Ye In terpojok dan tembok dingin sudah menyapa punggungnya. Ye In kalut dan bingung. Diantara rasa takutnya, ia masih memiliki keyakinan bahwa ia belum akan mati di tangan Sehun hari ini.
Sehun meraih kerah kemeja Ye In dan mengangkatnya, memaksa agar wajah Ye In berhadapan dengannya. Ye In hanya bisa menghindari kontak mata dengan Sehun, karena itu terlalu berbahaya menurutnya.
"Kau sudah tahu akibatnya, bukan?" ancam Sehun dengan nada pelan namun sangat dingin. Ye In tak merespon karena ia tahu jika ia menggeleng ataupun mengangguk, dua hal itu akan berujung pada akibat yang sama. Bully.
Karena tak ada kesempatan bagi Ye In untuk lari.
=-=
Ye In's POV.
Panti asuhan lebih nyaman dibandingkan tempat ini. Sekolahku di desa pun jauh lebih menyenangkan dari tempat sialan ini. Sama saja seperti aku membuang diriku sendiri ke neraka.
The hell dressed like a heaven.
Menipu mata. Bangunan dan gedung yang mewah dan kokoh, tapi di dalamnya tersembunyi para 'angelic devil' yang benar-benar mengerikan.
Contohnya seperti para namja dihadapanku ini. berwajah tampan, namun ternyata memiliki soul like a demon.
Sekarang aku terpojok. Benar-benar terpojok. Sehun berjalan mendekatiku dan mulai mengancamku. Ia mengarahkan tangannya ke kerah kemejaku dan rupanya, pembullyan yang sesungguhnya baru saja dimulai.
"kau sudah tahu akibatnya, bukan?" ucapnya. Aku terdiam saja. Tak berani menggerakkan sedikitpun anggota tubuhku. Bahkan bola mataku hanya terfokus pada dasi merah maroon nya saja.
"you'll died soon if you ignore us!" ucapnya perlahan di samping telingaku. Darahku berdesir. Memang, aku melakukan satu kesalahan 'kecil' hari ini. Yoon Sam memberikan ulangan dadakan, dan aku lupa memberikan jawabanku pada kawanan yang lebih sering di sebut dengan EXO itu.
YOU ARE READING
nerd x naughty. osh
Randomgimana kalo seorang oh sehun yang terkenal sebagai evil bertemu dengan seorang nerd yang sering ia bully lalu tiba tiba di paksa menikah oleh appa nya dengan gadis itu . . . . . kalo mautahu baca ajah yah
