Gelap ditengah Terang
Oleh Kim sarang
Hampa awal kurasakan
Seperti menyeruduk di ulu hati
Pertikaian antara fikiran maupun batin
Terus menghantui dan berputar
Tanpa adanya titik terang
Inginku seperti kawan yang lain
Melihat, mendengar, bahkan tersenyum
Kurindukan bagaimana indahnya cahaya,
Bagaimana indahnya fatamorgana
Dalam rasa kehambaran laraku
Aku terkurung dalam lingkaran perbedaan
Dimana semua orang bangga dengan fisik
Mengagung-agungkan seolah tak akan sirna
Apa diriku? Bahkan saat fajar tiba
Maupun datangya rembulanpun tetap tak bisa kunikmati
Tepat disaat aku menyadari hidupku
Kini kutanamkan rasa yang seharunya kumiliki
Bahwa sesungguhnya hidupku
Tertuju pada satu pusat
bersujud kepada pencipta semesta alam
Ponorogo, 24 April 2018
