Cinta adalah hal yang bodoh. Padahal aku sudah mengetahui hal itu.
Melelahkan ya.
Saat orang yang kamu suka tak pernah melihat kearahmu, rasanya sangat melelahkan.
Padahal semua teman sekelasku tau kalau aku menyukainya, mereka bahkan tidak segan menggodaku saat berdiri didekatnya. Namun nihil. Aku seolah tak terlihat.
Dia bukan gadis yang populer sih, cenderung pendiam. Dia lebih suka melihat ke arah jendela saat jam istirahat sambil bersenandung. Bagaimana aku tau? Aku diam-diam selalu berdiri dibalik pintu kelas setiap jam istirahat selama 5 menit, hanya untuk melihatnya terlihat begitu nyaman di dunianya. Sebentar tapi menyenangkan. Melihatnya tersenyum sambil memandang keluar, rasanya aku bisa berdiri seharian sambil terus menerus memandangi ciptaan Tuhan yang indah ini.
Dia juga gadis yang suka berpetualang sendiri. Aku mengikutinya? Ya, kalau sedang tidak ada ekskul, aku lebih memilih mengikutinya pulang daripada nongkrong dengan yang lain. Dia suka pergi ke Shibuya, membeli crepes coklat favoritnya atau sejenak berhenti di toko langganannya untuk melihat dress terbaru. Dia memang pendiam, tapi dia punya selera fashion yang bagus. Setiap hari Kamis, biasanya dia pergi ke toko buku untuk membeli seri terbaru manga favoritnya. Biasanya dia langsung pulang saat sudah membeli apa yang dia cari. Lalu aku? Aku mengikutinya, hanya untuk memastikan dia aman.
Haaaaaaaaaaaah... Lama-lama aku beralih profesi jadi stalker kalau terus menerus seperti ini.
Watanabe Risa.
Dia membuatku gila.
Aku menyukainya sejak kelas 1. Saat itu aku memilih tidur dikelas ketika jam istirahat tiba. Baru sebentar memejamkan mata, aku mulai mendengar seseorang bersenandung. Aku menoleh sambil tetap menyandarkan kepalaku di meja dan melihatnya tengah menyiapkan bentonya, suaranya senandungnya begitu menggemaskan. Saat itu dia terlihat bersinar. Sejak itu pula aku mulai memilih berdiri sejenak dibalik pintu hanya untuk memandanginya yang tengah menikmati dunianya sendiri.
Sebenarnya aku bukan orang yang awam kalau soal cinta. Sejak SD pun aku sudah tau cara untuk membuat gadis yang ku mau menyukaiku. Bahkan saat masih SMP aku pernah mengencani dua orang bersamaan. Tapi dia berbeda. Ketika siswa lain sibuk mencoba mengambil perhatianku, dia bahkan tidak akan tau namaku kalau dia tidak sengaja menumpahkan jusnya di bajuku.
Haaaaaaaaaaaah... Lagi-lagi aku hanya bisa menghela nafas. 3 tahun memendam perasaan yang bukannya mati malah terus menerus membesar, menyebalkan.
Hari ini Risa terlihat lebih pucat. Dia juga tidak bersenandung seperti biasanya. Ketika aku hendak berbalik, aku mendengar suara seseorang terjatuh. Saat aku menoleh, Risa sudah tergeletak tak sadarkan diri. Aku segera mengangkat tubuhnya dan berlari menuju UKS. Berusaha membangunkannya. Tapi nihil. Aku meletakkan tubuhnya di ranjang. Saat aku tengah mengecek tubuhnya, seseorang masuk. Oda Nana alias Dani. Kekasih Risa. Aku segera memahami posisiku. Setelah menjelaskan semuanya kepada Dani, aku beranjak pergi. Benar-benar pergi.
Shida Manaka. Sudah waktunya menyerah.
Ya. Sudah waktunya.
Risa, aku menyerah.
Bukan. Aku bukan berhenti mencintaimu. Aku hanya menyerah.
Risa. Aku mencintaimu.
DOR!!!
“Seorang siswi bernama Shida Manaka ditemukan tergeletak tak bernyawa di belakang SMA Keyaki dengan sebuah pistol yang masih ada di genggamannya. Dugaan sementara, dia tewas setelah menembak kepalanya sendiri. Saat ini polisi masih menyelidiki motif di balik kasus ini.”
Inilah akhirku. Aku akan menghilang. Aku tak merasakan sakit. Hanya keputusasaan yang terbakar menjadi api. Biarkan aku jatuh ke neraka seorang diri.
