Prolog

31 4 1
                                        

Just how fast the night changes?
-Night Changes 1D-

"Good morning sweatheart,"

Aku membuka mata perlahan. Minggu pagi yang cerah. Secerah wajah mereka. Matanya berkilat-kilat bahagia. Senyum mereka merekah memperlihatkan sederet gigi putih yang setiap malam digosok. Aku membalas hanya segaris senyum. Tapi mereka tak peduli dengan raut mukaku yang kebingungan.

Seorang wanita berparas cantik, menyeretku dengan lembut untuk bangkit dari tempat tidur. Disusul pria gagah yang berusia kira-kira 45 tahun.

Aku enggan mengikuti mereka. Kasurku masih membutuhkan tubuhku berbaring di sana, sepanjang hari.

"Mommy please, aku masih ngantuk. Apa kalian tidak mendengar raungan gulingku? Gulingku sedang menangis menungguku kembali," aku memasang wajah memelas. Tapi itu kurang mumpuni.

"No way, kau kemarin tidur saat sore dan sekarang hampir siang, saat kau bangun. Sudah cukup bermalas-malasanya, sekarang lihat apa yang kami akan tunjukkan," pria gagah itu menimpali. Senyum masih belum pudar dari singgahsananya.

Aku hanya memasang tampang cemberut. Dan dengan bodohnya mereka tertawa akibat perubahan mimik mukaku.

'Fine, sebentar lagi aku akan menjadi batu. Membodohkan orang tua sama halnya dengan durhaka'

***

"Taraaa.... Happy Brithday honey,"

Aku terbengong-bengong diam. Tapi segera dibunyarkan ciuman di kedua pipiku. Aku membelalakkan mata ketika flash kamera mengguyur wajahku.

'Sepupu sialan, aku akan mengutukmu bila kau sebarkan foto muka jelekku di sekolah. Awas saja kalau berani.'

Paman, bibi, kakek, dan nenek hanya bisa tertawa puas melihat mukaku yang merah bagai kepiting rebus.

"Mommy, daddy please, aku bukan anak berumur 3 tahun lagi. Aku sudah 13 tahun. Dan kalian masih menciumku di depan orang banyak? Itu memalukan." aku masih menahan malu. Tapi mereka mengabaikanku. Justru sekarang mereka menghampiri sepupu sialan tadi. Mengecek hasil foto. Mereka memujinya atas hasil foto yang amat sangat bagus sekali. Mereka tertawa bergantian. Dan sudah kupastikan foto itu akan dicetak besar nanti sore, dan dipajang di ruang tamu.

'Aku yang berulang tahun tapi aku yang diabaikan, bagus sekali'

Walaupun seperti itu aku tetap bahagia. Andaikan waktu bisa diputar seperti tutup botol. Aku takkan pernah berpindah ke waktu yang lain. Never.

***

093 : The BeginningStories to obsess over. Discover now