1. PROLOG

102 43 4
                                        

Hay, salam kenal semua! Dattebayo!!! Semoga kalian semua selalu sehat, ya...

Penelusuran pertama... 😊

Hai! Perkenalkan, namaku Mira. Aku adalah seorang anak yang sering dianggap sebagai murid paling aneh di sekolah. Banyak yang bilang aku suka menyendiri. Tapi sebenarnya, itu cuma anggapan mereka saja. Aku tak pernah merasa sendiri—karena Sang Pencipta selalu bersamaku.

Mungkin mereka berpikir seperti itu karena aku sering terlihat sendirian di kelas. Padahal kenyataannya, aku sedang mengobrol dengan teman-teman yang tidak pernah mereka lihat.

---

Perkenalan Geng Tak Kasat Mataku

Kenalin, ini teman-teman setiaku:

Rendy

Wulan

Dian

Aril

Dan yang terakhir... aku sendiri.

Mereka adalah sahabat yang selalu ada buat aku, ke mana pun aku pergi. Mereka nggak pernah jauh dariku. Di saat sedih ataupun bahagia, mereka setia menemani.

Tokoh-tokoh lain dalam cerita ini:
Reyhan, Aron, Shiren, Sani, Erick, Jino, Riena, Tasya, Danil, dan Jeny

---

Awal Cerita...

Hari mulai gelap. Jam sudah menunjukkan pukul 16.00.

"Kringggggggg...!"
Bunyi bel tanda pelajaran telah usai.

"Wah, sudah saatnya pulang!" seruku semangat sambil memasukkan buku ke dalam ranselku.

"Hey, Mira! Ayo kita pulang bareng..." ajak Riena, ditemani Tasya dan Jeny.

"Iya nih, Mira. Kamu selalu pulang sendirian. Emang nggak takut?" lanjut Tasya.

"Umm... kalian duluan aja, ya. Kali ini aku dijemput kok..." balasku sambil tersenyum dan mengenakan ransel.

"Emang kamu ada yang jemput?" tanya Riena lagi, penasaran.

"I-iya, tenang aja. Aku dijemput kok. Kalian jalan duluan, ya..." jawabku sedikit gugup.

"Oh, gitu... Ya udah, kami duluan ya!" ucap Riena sambil melambaikan tangan.

"Hati-hati di jalan ya, Mir!" ujar Tasya dan Jeny di belakangnya.

"I-iya! Makasih!" balasku sambil tersenyum.

Padahal, yang jemput aku udah dari tadi nungguin. Tapi mereka nggak bisa lihat.

"Maaf ya, kalian semua jadi kelamaan nunggu."

"Hhm... biasa aja, kalee. Udah hampir setiap hari kami nunggu kamu. Tapi karena cuma kamu yang bisa lihat kami, ya kami maklumi aja," ucap Aril membuka percakapan.

"Hehehe... ya maaf, tadi gurunya banyak cerita. Iya kan, Wulan?" kataku pada temanku yang sementara menggantikan aku belajar sebagai Mira.

"Bawel!" celetuk Rendy singkat.

MISTERI DANAU MERAHStories to obsess over. Discover now