Awal.

28 1 0
                                        

     Hujan baru saja turun dari langit dan membuat jalanan menjadi basah karena nya. Jalanan hitam yang biasa ramai di lalui banyak kendaraan kini terasa sepi akibat hujan sore yang begitu deras.
     Seorang lelaki tinggi, sedang diam dan duduk di pinggir sebuah taman kota. Entah apa yang sedang dilakukannya saat itu. Wajahnya kusut, bajunya basah, tangan nya terkepal, serta tatapan yang sulit diartikan itu, semua nya jelas tergambar di wajah khas nya itu.

     "Rafael!" Panggil seorang gadis berambut panjang bergelombang itu.

     Mengenal siapa yang memanggilnya itu, Rafael si lelaki yang sedari tadi hanya terdiam dan menghiraukan panggilan gadis itu. Tatapan nya kini berubah menjadi sangat marah. Tangan nya semakin di kepal. Wajah nya pun berubah menjadi sangat merah.

     "Maafkan aku." ujar gadis itu yang kini sudah tepat dihadapan Rafa.

     Rafa hanya terdiam. Tidak menggubris sama sekali apa yang ada dihadapannya saat itu.

     "Maaf kan aku, Raf .. itu gak kaya yang kamu liat kok" ujar kembali gadis itu sambil memelas dan duduk mensejajarkan dengan Rafa.

     "Kalo begitu buat semua yang aku lihat menjadi terjadi." Jawab Rafa dengan senyum sinis di wajahnya dan menatap tajam gadis dihadapannya itu.

     "Kita udah selesai. Gak ada apa-apa lagi. Gak usah kamu cari atau kejar aku lagi. Semua nya sudah berakhir. Jalanin hidup kamu sendiri, dan aku bakal lakuin itu juga." Rafa kembali membuka suaranya. Badannya terangkat dari bangku taman yang sedari tadi didudukinya.

     "Satu lagi, selamat atas hubungan kamu sama dia. Semoga kamu gak lakuin apa yg kamu lakuin dulu sama aku. Terima kasih Jeni. Aku pulang dulu. Kamu jangan kelamaan disini, nanti dicari sama papa kamu. Bye." Gadis bernama Jeni itu hanya bisa membisu melihat punggung Rafael yg pergi meninggalkannya tanpa sedikit pun menoleh kehadapan Jeni.

     "Maaf kan aku, Rafa!! Aku menyesal!!" Jeritnya Jeni sambil menangis tersedu-sedu. Itu semua sia-sia bagi Jeni. Rafa kini sudah tidak percaya lagi sedikitpun dengan apa yang sudah Jeni perbuat kepadanya. Punggung Rafa semakin jauh, sosoknya kini sudah tidak terlihat lagi. Dan di hari itu lah, Rafa kembali menutup hati nya rapat-rapat. Tanpa mempedulikan kembali sekitarnya.

YouStories to obsess over. Discover now