Apa yang menyebalkan dari sekedar jatuh cinta bagi Im Jaebum?
"Mana mungkin aku jatuh cinta padamu, bodoh!"
Fakta bahwa Ia di todong langsung oleh si target.
Dan kira-kira apa yang paling menyebalkan dari itu?
"Jangan pura-pura, mataku banyak di daerah ini!"
Fakta ketika si target keras kepala dan sok mempunyai kuasa besar di daerahnya datang mengunjungi appartemennya lalu menyaksikan si bodoh itu duduk santai di sofa yang baru dia bersihkan, sebelum akhirnya si bodoh itu menaikan kaki baunya ke atas meja.
"Turunkan kaki baumu, atau aku geret kau ke kamar mandi!"
Lalu apa yang lebih menyebalkan dari itu semua?, bahkan rasa menyebalkan ini paling tingkat.
"Coba saja, kalau hyung ingin aku adukan pada Ayah!"
Fakta bahwa si target tukang ngadu itu, adalah anak kesayangan Ayahnya sendiri. Yang artinya targetnya itu adalah adiknya.
"...sekedar mengingatkan hyung, aku ini juga laki-laki dan mempunyai tenaga sepertimu juga!"
Hal menyebalkan dan menjengkelkan lainya adalah, targetnya adalah laki-laki. Choi Youngjae.
--
Bunyi benturan sumpit dan mangkuk terdengar dari mini bar yang terletak di dapur appartemen megah milik Jaebum. Di atas bar tersebut terdapat beberapa makanan ringan, berat, minuman bersoda juga air mineral yang tinggal setengah-- dan tentu saja bungkus-bungkus makanan ringan itu berserakan dimana-mana.
Melihat kekacauan yang dibuat Youngjae. Jaebum meringgis dengan memasang wajah geram, seolah pemuda dihadapannya ini adalah tersangka pembunuhan.
Jaebum mendekati bar dimana sekarang Youngjae sedang sibuk dengan susu rasa strawbery miliknya yang kalau di ingat-ingat hanya tersisa satu di kulkas, dan satunya itu ada digenggaman Youngjae.
"Mengaku saja hyung. Kau menyukaiku, kan? Kalau masih ingin merahasiakan nya padaku, aku akan menginap disini!"
Youngjae tahu Jaebum tengah mengawasinya sekarang, karena atmosfer yang dia rasa setelah bermenit-menit mengacaukan dapur mulai mencekam.
Si rambut lurus hitam itu memasang wajah tenang. Setenang-tenangnya danau yang terlihat dangkal; sambil tangan mulai bergerak untuk membersihkan sisa-sisa kekacauan di atas mini barnya.
"Kenapa aku harus mengakuinya? Jika aku katakan yang sesungguhnya, kau tidak akan percaya juga!" Jaebum membalas sambil tangannya memungut sampah-sampah plastik itu. Harusnya dia tidak pergi ke supermarket dan mengisi kulkasnya hari ini. Andai saja dia mampu membaca situasi apa yang akan datang padanya, mungkin Jaebum bisa memprediksi kapan Youngjae akan menodong--bertanya fakta kalau Ia menyukai anak angkat Ayahnya itu.
Yah, Jaebum memang menyukai anak berhidung besar ini. Oh atau--dia mencintai pemuda yang seminggu lagi akan berulang tahun.
Penyesalan akan apa yang terjadi hari ini, sepertinya mengalihkan semua perhatian Jaebum; sehingga dia tidak sadar kalau dia tidak mendapat balasan dari Jaebum--atau belum.
Dilihatnya si target yang memakai baju longgar hitam panjang plus kerah yang menutupi seluruh lehernya dan celana biru pudar sampai mata kaki, sehingga anak itu terlihat seperti kaya diusia muda padahal itu semua milik orang tuanya; ini terdiam dengan pandangan menunduk sebelum akhirnya membalas perkataan Jaebum dengan suara melengking.
