Kenangan manis yang tak terlupakan.
Itulah yang ada dalam pikiran Rara. Masa-masa Senior High School nya yang indah. Mendapat pasangan yang mencintaimu dan juga dicintai oleh dirimu.
Namun, sekarang semua bagaikan mimpi. Mimpi yang berakhir buruk, dengan pengkhianatan.
Rara keluar dari apartemen barunya yang ia beli agar dekat dengan kantor. Setahun sudah sejak Rara bekerja di Maximus Corp. Perusahaan kecil memang, tapi sang bos yang merupakan teman sang ayah sangatlah ramah.
Rara sampai di kantor dan langsung menaiki tangga menuju lantai dua. Di sana mejanya berada. Sekretaris sang bos.
"Selamat pagi, Mr. Max," sapa Rara ketika melihat bosnya datang.
"Pagi Ra, apa ada jadwal penting hari ini?"
"Tidak ada, pak."
"Baguslah, kumpulkan semua karyawan setelah jam makan siang."
"Baik, pak."
***
Jam makan siang usai dan semua karyawan telah berkumpul di ruang tengah kantor ini. Memang ruang tengah karena kantor ini berukuran kecil dan hanya terdapat dua lantai.
"Selamat siang semuanya," sapa Mr. Max.
"Siang ini, saya ingin menyampaikan, jika Maximus Corp telah resmi menjadi bagian dari Pratama Corp. Dan mulai besok, kalian semua akan dipindahkan ke kantor pusat Pratama Corp. Sekian."
Beberapa kalimat itu langsung membuat Rara membeku.
Pratama Corp
Tempat di mana orang yang dulu pernah sangat dicintainya berada.
***
"Selamat siang semuanya, perkenalkan saya Mr. Adam. Saya adalah kepala HRD di sini. Pertama saya ucapkan selamat datang di Pratama Corp. Kalian semua akan ditugaskan di divisi-divisi yang sesuai dengan pekerjaan kalian sebelumnya. Dalam amplop yang kalian pegang sudah tertulis di bagian mana kalian bekerja, sebagai apa, dan apa tugas kalian. Sekian dan selamat bekerja."
Setelah pidato kepala HRD, semuanya pun langsung membuka amplop mereka dengan bersemangat. Berbeda dengan Rara. Tangannya bergetar dan jantungnya tak berhenti berpacu cepat.
Sekretaris Utama
Itulah dua kata pertama yang Rara baca. Apakah ini saatnya mereka bertemu?
Wakil Direktur
Seketika tangan Rara tak bergetar lagi. Jantungnya pun berpacu senang. Wakil direktur yang artinya dia bukan sekretaris lelaki itu.
***
Rara keluar dari lift dan menemukan sebuha meja receptionist kecil yang tetap terkesan mewah.
"Permisi, mbak," panggil Rara sopan.
"Oh iya ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang wanita cantik dengan penampilan sopannya.
"Saya mau mencari ruangan direktur."
"Ada keperluan apa ya, mbak?"
YOU ARE READING
CEO? or Pole Dancer?
RomanceBagaimana jika kamu mencintai seorang pria tampan, mapan, bahkan mencintaimu? Semua wanita pasti mengidamkan lelaki yang sempurna untuk mendampinginya. Tapi tak dapat dipungkiri, Tuhan tidak menciptakan semuanya secara sempurna. Di dunia ini tidak a...
