Kedua orang tua ku terlahir dari keluarga yang sederhana. Ayah adalah orang yang memiliki pribadi yang suka kerja keras, haus akan ilmu pengetahuan, tidak tegaan sama orang lain dan semua keinginan nya harus di penuhi namun harus dengan kerja kerasnya sendiri. Setelah tamat SLTA ayah bilang ke orangtuanya ingin kuliah .
"Pak. Aku mau kuliah"
Namun tidak dikasih sama orang tuanya.
"Ra ? Ra oleh! " .kata kakek
"Nopo pak ??". Ayah menyahut
"Yo kalo kue mau ndelok sodaramu turu di ngisor pohon pisang ya rapopo!"
Yaudah ayah pun memilih untuk kursus komputer yang lokasinya jauh dari rumah . Saat itu alat transportasi sangat minim lagipula hanya orang yang punya banyak uang yang bisa mengendarai kereta.
Jadi, pergi dan pulang dari kursus komputer ayah berjalan kaki beratus ratus kilometer untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan 😱😱.
Ayah mendapatkan uang untuk membayar kursus itu dari hasil melansir batu bata dengan sepeda. Ayah pun menjadi seorang yang lihai memegang komputer. Karena kelihaiannya itu ayah dipanggil kesana kemari untuk menservis komputer, membuat power point, membuat makalah ataupun skripsi.
Ayah juga termasuk orang yang rajin, ayah juga pintar karena sering membaca buku, walaupun dulu dengan modal buku minjam tapi, ayah nggak pernah gengsi.
Berkat kerja keras nya dulu, sekarang ayah sudah menjadi guru tetap.
Bunda adalah wanita yang kuat dan tangguh semasa sekolah bunda mengikuti berbagai ekstrakulikuler seperti pramuka, basket, dll. Sampai akhirnya mereka berdua bertemu di sekolah bunda ku pada saat sekolah dulu. Bunda kala itu bekerja sebagai tata usaha dan ayah bekerja sebagi guru honorer.
Awal pernikahan mereka memilih untuk tidak tinggal bersama dengan orang tua. Mereka mengontrak rumah gandeng yang terletak tidak jauh dari rumah kami yang sekarang.
Alhamdulillah sekarang kami tinggal di rumah yang bagus. Ini semua berkat usaha dan kerja keras ayah.
YOU ARE READING
The Journey of Life
RandomKisah ini berceritakan tentang sebuah keluarga yang terdiri dari 2 anak laki-laki , 1 anak perempuan dan kedua orang tua. Kami tinggal disebuah desa yang tidak terlalu pelosok. Seorang adik dari ayahku selalu iri dengan apa yang kami miliki dan me...
