1

4 2 0
                                        

.
.
.
.
Sanni pov


Pagi yang indah, perlahan mataku terbuka sedikit demi sedikit yg memperlihatkan cahaya sinar matahari yg menembus gorden jendela,,

"Pagiii semua.." jawabku tersenyum

Aku mempunyai seekor marmut lucu, dan aq suka memanggilnya ichi, warnanya coklat terang itu adalah nama kesukaanku.

"Pagi ichi" jawabku senang
"Aish aku sudah telat, waktunya bekerja" jawabku malas

Lalu aq meluncur menuju kamar mandi, setelah membersihkan badanku dan sarapan akhirnya aku menuju tempat dimana aku bekerja, ya! Aq bekerja dikantor tepatnya aku adalah seorang penulis novel, yah itung² untuk tambah uang jajan lagipula aq sedang kuliah ohya! Aq sampai lupa menceritakan kisahku.

Jadi begini aq ngekos di perdesaan tepatnya di busan korea selatan, ibuku sakit2an skrang ia sedang menjalani pengobatan untuk itu aq tidak mau menyusahkannya dan aq pergi merantau ke busan untuk mencari kerja dan mengkos disini ya sampai disitu ceritaku.

Seperti biasa sehabis pulang kerja aq sangat kelelahan begitu sampai dikosan, letak kosku dipaling atas gedung sehingga dekat dengan rooftop, jika aq sedang sedih aq selalu kesana hanya untuk menenangkan hati karna disana suasananya memang indah dan sejuk aq sangat suka itu.

Sesudah sampai dikamar aq mulai merebahkan diriku dikasur tepat jam 06.00 sore kulihat jendela yg tidak jauh dari kasurku disana terlihat sekali pemandangan hutan yg bagiku begitu menyeramkan karna aq belum terlalu lama pindah kesini jdi begitu melihat pemandangan hutan itu tersasa menyeramkan "hiiiiii" jawabku ngeri

Sesudah itu aku bangkit dari kasur dan menuju ke kamar mandi berniat ingin membersihkan badanku tetapi ada hal yg membuatku mengurungkan niatku seperti ada suara kresek kresek di arah dapur,,

"Ahh paling kecoa" jawabku acuh

Suara itu makin terdengar dan rasa penasaran ku semakin menjadi2 karna aq adalah cewe tomboy kuberanikan diri untuk kedapur dan kulihat disana ada seseorang

"S-siapaku!" jawabku agak kaget

"Ahh a a akuu,, aq tidak tahu aku siapa yg terpenting bantu aku bangun" jawabnya

Sepertinya dia sedang kesulitan karna dia sedang ada di dalam kotak kardus

"Aiish bocah ini menyusahkanku saja! Seperti orang tidak waras saja!" jawabku

"A awwh" jawabnya meringis

"Wae?" jawabku cuek

"Dahiku terjedot ujung wastafel a awwh" ringisnya, aq kerasa kasihan yasudah kubantu saja

"Sini kubantu" jawabku sambil mengulurkan tanganku akhirnya dia berdiri

Setelah aq membantunya dan membawakan kotak p3k, aq langsung mengobati lukanya

"Kau kenapa ada didapurku sih tadi!? Memang apa yg kau lakukan disana? Menangkap tikus!?" jawabku, dia hanya meringis kesakitan karna aq sedang mengobatinya
"Hey! Jawab aku!?"

"Ah aku juga tidak tahu kenapa aq berada di dapurmu" jawabnya polos, setelah selesai mengobatinya

"Aish.. Sekarang dimana rumahmu? Biar kuantar" jawabku terburu2 karna sudah waktunya maghrib

"Eoh se se sebenarnya aq tidak punya tempat tinggal" jawabnya (menunduk sedih) aq merasa kasihan padanya

"Aish kenapa bisa begitu!? Yasudahlah kita bahas ini besok saja, yaa sebenarnya ingin mengusirmu karna kalo kita serumah/sekamar apa kata orang bilang? Tapiii karna aq kasihan yasudahlah apa boleh buat, kau boleh tidur di tempatku tapi ingat hanya semalam oke!?" jawabku panjang lebar, dia hanya mengangguk
"Kau lapar?" tanyaku

"Ah ne" jawabnya masih menunduk

"Hey! Tidak usah malu2 seperti ituu  melihatmu begitu membuatku geli saja! Haish!" jawabku capek

Setelah makan malam kita diruang tamu sambil menonton televisi

"Hoaaah (menguap) menonton drama yg tidak berfaedah ini membuatku ngantuk saja! Mending aq tidur, kau tidur disini saja jangan mengikutiku! Bye slamat malam" jawabku ketus

"Ah ne selamat malam" jawabnya senyum















Annyeong maaf ini cerita author yg ke 2 yaaa walopun rada gaje namanya juga baru belajar, belum terlalu bisa bahasa yg baku😅
See you next time guys ulullulluuuu😘💞💕💋

MY JUNGKY💕💋Stories to obsess over. Discover now