Aku menggerutu dengan frustrasi pada diri sendiri didepan cermin.sialan rambutku susah ditata,dan sialan Agustine Choi karena sakit dan memilih aku untuk cobaan ini.aku harus belajar untuk ujian terakhirku,yang mana minggu depan,namun di sini aku mencoba untuk menyisir rambutku agar menurut.aku tak mau tidur ketika rambutku basah.
'Aku Tak Mau Tidur Ketika Rambutku Basah'
Membaca mantra ini beberapa kali,aku mencuba,sekali lagi,untuk bisa dirapikan dengan sisir.aku memutar mata dengan geram dan menatap pada Cowok yang terlihat pucat berambut chokelat dengan mata hitam menyipit yang terlihat imut diwajahnya,menatap kearahku, menyerah.satu-satunya pilihanku adalah untuk menahan rambut bandelku menjadi poni dan berharap bahwa aku kelihatan setengah rapi.
Agustine adalah teman sekamarku dan dia telah memilih hari ini dari semua hari yang lain untuk menyerah pada flu.oleh kerena itu,dia tidak bisa melakukan wawancara yang sudah dia rencanakan,dengan seorang taipan mega-industrialis yang aku belum pernah dengar,untuk koran mahasiswa.jadi aku telah mengajukan diri
Aku punya ujian akhir untuk diselesaikan,satu essay yang harus selesai dan aku seharusnya bekerja siang ini,tetapi tidak hari ni aku harus menyetir 165 mil ke pusat kota seattle dalam rangka bertemu dengan ceo misterius dari Park Enterprises Holdings Inc.sebagai pengusaha luar biasa dan penyumbang dana utama universitas kami,waktunya sangat berharga.jauh lebih berharga dari waktuku tapi dia telah menyetujui permintaan agustine untuk wawancara.sebuah kudeta nyata,dia memberitahuku.kegiatan ekstra kurikuler sialannya.agustine meringkuk di sofa diruang tamu.
"eric maafkan aku.butuh waktu sembilan bulan untuk wawancara ini.ini akan memakan waktu enam bulan untuk menjadwal ulang,dan kita berdua sudah pasti lulus saat itu dan sebagai editor,aku tidak bisa mengabaikannya.tolonglah"
Agustine memohon padaku dengan suara serak,suara orang sakit tenggorokan bagaimana dia melakukannya? Bahkan ketika sakit dia terlihat manis,rambut kecoklatan dan mata hitam berbinar seperti puppy,meskipun sekarang terlihat bisa meluluhkan hati siapa saja yang melihatnya.aku mengabaikan sengatan simpati yang tak aku inginkan saat melihat tatapan itu.
"tentu saja aku akan pergi,agus.kau harus kembali tidur.apakah kau ingin minum Nyquil atau Tylenol?"
"Nyquil saja.ini daftar pertanyaan dan perekam mini-disc ku.tekan saja tanda rekam disini.buatlah catatan,aku akan menulis semuanya" kata agustine dengan memberikan semua peralatan yang dia telah sediakan padaku.
"aku tak tahu apa-apa tentang dia" bisikku,mencoba menekan rasa panikku yang meningkat dan gagal.
"daftar pertanyaannya akan membawamu terus melaju.berangkatlah ini adalah perjalanan panjang.aku tak ingin kau terlambat." kata agustine yang terdengar tengah mencuba menyemangatiku
"oke aku akan pergi.kembali ke tempat tidur.aku akan membuatkanmu sup untuk dipanaskan nanti"
Aku menatapnya penuh sayang.hanya untukmu agustine,aku melakukan ini.
"oke aku akan tidur.semoga berhasil dan terima kasih eric seperti biasa kau penyelamatku"
Mengumpulkan tasku,aku tersenyum kecut padanya,kemudian menuju ke pintu mobil.aku tak percaya aku telah membiarkan agustine membujukku untuk melakukan ini.tapi agustine bisa bicara pada siapapun untuk melakukan apapun.dia akan menjadi seorang wartawan yang luar biasa.dia pandai bicara,kuat,persuasif,argumentatif dan dia adalah sahabatku tersayang.jalanan sepi ketika aku mengarah ke seattle.masih pagi, dan aku tidak harus tiba di seattle sampai jam dua siang ini.
Untungnya agustine meminjamiku mercedes CLk sporty miliknya.aku tidak yakin wanda,VW Beetle lamaku dapat melakukan perjalanan tepat waktu.oh mersi jelas menyenangkan untuk dikendarai ,dan mil-mil berlalu cepat saat aku menginjak pegas sampai kedasar lantai logam.tujuanku adalah kantor pusat perusahaan global Mr Park.
BINABASA MO ANG
50 SHADES OF PARK
FanfictionKetika Mahasiswa Jurusan Sastra Eric Lee Secara Enggan Mewawancarai Pengusaha Muda Yang Sukses,Sean Park.Untuk Majalah Kampus,Ia Baru Sadar Bahwa Dia Menarik,Misterius Dan Mengintimidasi Eric Yang Polos Terkejut Menyadari Dia Menginginkan Orang Ini...
