1

64 0 0
                                        

***

Kau memang mengesankan,meski pada akhirnya tak dapat kupertahankan..

***

"Hey jangan pergi dulu!"sergah Raka kepada kekasihnya,sambil memegang tanganya yang hendak pergi

"Mau apalagi hah?kamu belum puas gitu sakitin aku?belum puas buat aku kecewa?"bentak Dara sembari melepaskan genggaman Raka dengan paksa.

"Please dengar dulu penjelasan aku Sayang."pinta raka.

"Penjelasan apalagi?udah jelas jelas kamu mutusin aku,entah dengan alasan apa kamu tiba tiba mutusin aku.please Raka,aku udah cape dengan semua ini,aku cape Rakaa..aku capee"rintih Dara tiba tiba menangis.

"Sayang ... kata aku jugaa please denegr dulu penjelasan aku!"ulang Raka lagi

"Sayang?kamu bilang aku sayang? kamu nggak inget tuh kemarin kamu mutusin aku,kamu bilang kita sahabat -an aja?nyadar nggak sih kamu?hey ... kamu anggap hati aku apa sih?kok segitu gampangnya ya kamu mempermainkan hati aku,please bisa ngga hargai sedikit saja hati aku.."ujar Dara terbata bata

"Oke okee maaf yaa..yaudah sekarang kita pulang dulu yuk,aku ngga mau kamu kenapa napa"ajak Raka.

"Aku bisa pulang sendiri"ujar Dara

"please,biar aku saja yang antar kamu"pinta Raka kembali.

Dara pun mengangguk,mengisyaratkan ia menyutujuinya.

Seperti biasa,Raka membukakan pintu mobil untuknya.juga menyuruhnya memakai sabuk pengaman seperti sedang tidak ada masalah diantara mereka.Tidak ada pembicaraan setelah itu,keduanya benar benar saling mendiamkan diri satu sama lain antara memang tidak ada yang perlu dibahas atau memang sudah tak pantas lagi.

keheningan pun melanda mereka berdua,ditemani dengan derungan suara mobil yang melaju cepat diatas jalan raya yang mulai sunyi.tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua,juga mungkin tangisan Dara sudah terhenti.dilanjut dengan lamunannya sembari melihat pemandangan yang terus berlalu

"istirahatlah sayang,bila kau lelah mencintaiku"ucap Raka memecah keheningan.

"Aku nggak apa apa"jawab Dara mengalihkan perhatiannya.

Raka menatap Dara,kekasihnya dengan tatapan iba.Bisa bisanya ia menyakitin kekasih yang teramat ia sayangi itu.Ya,mungkin karena keegoisannya yang terlalu mementingkan diri sendiri.Namun,dibalik keegoisannya itu pasti ada sebuah maksud yang tidak diketahui siapa siapa.yah,tak lain dan pastinya ia tak mau kehilangan dia,ia tak mau dia pergi begitu saja meninggalkannya,atau berpaling darinya.Ia tak tahu harus bagaimana lagi mensikapi segala gundah didadanya,mungkin dengan cara ini adalah satu satunya cara yang bisa ia lakukan.Bahkan,ia tak habis pikir,akan seperti apa nantinya bila kekasihnya itu pergi meninggalkannya.

Namun,disisi lain.Dara memikirkan sesuatu.sesuatu yang tak pernah ia sangka sebelumnya.tak sangka ia harus menelan pahitnya cinta tuk kesekian kalinya.tak habis pikir,kenapa orang yang ia sayangi sekarang,yang ia harap bisa membahagiakannya selama detak jantungnya masih berdetak,yang ia harap bisa menjadi cinta terakhir untuknya,yang ia harap bisa meenghapus semua sedih juga gundah didadanya,namun semuanya hilang begitu saja,harapannya bagai pelangi yang perlahan menghilang.salah siapakah ini?haruskah ia salahkan dirinya sendiri karena telah begitu gampangnya memberikan seluruh kasih sayangnya yang tulus kepada orang yang salah?atau haruskah ia salahkan takdir?yang karenanya telah mendatangkan orang yang salah untuk ia sayangi?kenapa takdir harus mempertemukan orang yang salah kepadanya,sudah cukup ia pernah disakiti oleh orang yang pernah ia sayangi dulu,tapi kenapa semuanya harus terulang kembali?apa salahnya?sampai ia harus menelan pahit yang terus berulang ulang?tak terasa,air matanya pun turun membasahi wajahnya yang indah nan anggun.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 13, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Kamu jahatStories to obsess over. Discover now