Sajakku, bermula pada waktu.
Apa mungkin karena dia?
Karna dia yg telah hadir dihidupku.
Meski kehadirannya hanya dalam sendu.
Waktuku tak pernah luput.
Sampai, sejenak aku ingin berhenti.
Pada sebuah putaran bola tak bertepi.
Kiasan pada awan menggambarkannya.
Ia tahu betapa rasa ini rumit.
Lantas mengapa mereka yg marah?
Pada sebuah goresan tinta dalam wajah.
Hanya karena,
Dia takut merpatinya tak lagi kembali.
renltf,
YOU ARE READING
Dear love
PoetryBerisikan sebuah puisi singkat yg di utarakan oleh tokoh Aku, sebagai ungkapan isi hatinya pada seseorang yg di sayang.
