Happy reading guys!!😊
"Jamil.. Bantu nenek bawakan barang barang ini.mobil yang nenek pesan untuk mengangkut barang barang sudah menunggu di depan.cepatlah!nanti keburu hujan"
"Baik nek.."
Jamil adalah satu satu nya cucu bu tia, alias nenek nya yang tinggal di daerah haurpugur, Bandung. Mereka berencana pindah rumah ke kontrakan milik temannya, yaitu bu tini yang bekerjasama dalam mendagangkan catering milik bu tini ke daerah terbuka.kawasan yang mereka tuju yaitu daerah yang terpencil dari rumah rumah warga,yaitu leweung tiis,garut.Mereka harus melewati beberapa batuan jalan yang berliku liku dan lumpur yang ledok akibat hujan.dkarena nya bu tini selalu meminta pada bu tia untuk mendatangkan catering nya ke daerah daerah terbuka demi usaha nya untuk menghidupi kebutuhan putrinya.thiana. dan begitupun bu tia,mencari uang untuk menghidupi kebutuhan cucunya, jamil.
"Nek, kita pindah kemana sih?sepi banget"
"Udah kamu jangan banyak nanya. Kita akan tinggal di hutan terpencil"
"Eh ngapain?gaada pekerjaan disana nek.gaada orang banyak lagi.."
"Nenek punya teman,namanya bu tia. Dia itu seorang janda,nenek akan bekerja melariskan catering nya ke daerah terbuka. Makanya, kamu bantu nenek ya.."
"oke deh. "
Setelah sampai rumah baru mereka,jamil membersihkan rumah barunya yang bertingkat 3 itu dan banyak debu,belum lagi binatang binatang serangga. Nenek nya hanya melihat kontrakan sebrang mereka, yaitu rumah bu tini.rumah yang begitu mewah dengan bangunan yang sama percis seperti rumah jamil yang akan mereka tempati sekarang.ya g membedakannya, rumah bu tini di cat dengan cat yang elegan.. Sedangkan kontrakan ini hanya cat putih yang mulai memudar dan kusam dipenuhi keramat dan sarang laba2 diatasnya.
* * * * * *
"Nek..sudah beres.sekarang tinggal membereskan barang barang"..uhukk.. uhukk
"Ayo jamil. Diluar hujan."
"Pak sumato, terimakasih telah membantu kami. "
"Sama sama bu, oh ya. Laporkan pada saya jika terjadi sesuatu, saya hanya khawatir dengan kalian berdua, perasaan saya jadi ga enak" pak sumato merinding. "Ini nomor saya dan kartu nama saya"
"Baik. Terimakasih pak.."
Nenek memasak sup dan daging. Mereka makan dengan lahap dan beristirahat.jamil mendengar tangisan dan rintihan dari belakang dapur, tetapi mereka fokus untuk makan.
Esoknya..jamil melanjutkan membersihkan kamarnya yang terletak di tinggat 3.Baru saja mengeprukan gardeng dan membuka jendela,ia melihat wanita berbaju putih cerah selutut dengan rambut hitam tebalnya sepinggang di jendela kamar rumah bu tini yang berhadapan dengan jendela kamar jamil yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Wanita itu sangat cantik dan pandangannya terlihat kosong. Namun ia tersenyum pada jamil dan melambaikan tangan mengisyaratkan "HAI.. "Lalu membawa board besar. Tangannya yang putih menulis di atas board itu,, dengan berdiri.
Hati jamil berdebar melihat wanita itu.ntah mengapa perasaannya, ia kaku tak bisa apa2 karena ini pertama kalinya jamil merasakan hal ini. Seolah olah ada tarikan magnetik dari perempuan itu untuk mendekati dan mengenalnya.
"Siapa wanita itu? "Dlm hatinya."
Cuaca hari ini sangat cerah. Ditemani kicauan kicauan burung dan kupu2 yang melewat. Nenek mengobrol dengan bu tini di halaman rumah bawah.
Wanita itu memperlihatkan tulisannya padaku
"Siapa nama kamu?balas menggunakan board juga ya.. "
Beregas aku membawa board dan menuliskan namaku.
"Jamil as shidiqi. Kamu? "Aku memperlihatkan board ku pada wanita itu
"Thiana.salam kenal.. "
"Ya.. "
Pada akhir ya kami berkomunikasi menggunakan board.
"Boleh aku minta nomor hp kamu?jamil? "
Perasaan apa ini aku benar2 tak menyangka. Thiana mengajakku berkenalan, mungkin, ini yang namanya mengagumi.
"08978654332"
"Oke. Nanti aku telpon.sampai jumpa.."
Malam nya jamil menyengajakan diri untuk tidak tertidur, menunggu telpon dari thiana. Seharian ini jamil hanya memegangi hp nya, menunggu dering telpon dan mendengar apa yang akan dibicarakan thiana pada jamil.lagi lagi jamil mendengar suara aneh lagi..
Belum juga 3 hari sudah mulai tidak nyaman tinggal disini.Tetapi,ada hal yang membuatnya nyaman, thiana.
Sekitar pukul 12.30 malam thiana menelpon. Ketika jamil mengangkatnya..
KAMU SEDANG MEMBACA
Kontrakan Di sebrang Rumah
Horor"Wanita itu terus menyodorkan board besar miliknya dan menulis apa yang ingin dibicarakannya padaku.lantas bingung siapakah wanita itu yang berada di jendela sebrang rumah ku dan tidak pernah berbicara menggunakan mulutnya. jarak jendela kamar yang...
