POV OFF RAVA
Perkenalkan namaku Rava. Aku memiliki seorang kakak perempuan bernama Diafitrianti, lebih akrab dipanggil Kak Antik.
Sekarang aku duduk di bangku SMA, kelas 10 ipa 2, aku memiliki dua orang sahabat, salah satunya bernama Ozzi; teman dari SMP dulu. Sedangkan yang satunya bernama Dhita; teman sekelas dan juga sebangku denganku.
*****
Kring... Kring... Kring...
Suara alarm terdengar dengan kerasnya di samping tempat tidur, menandakan pukul 05.00 pagi.
Aku pun langsung terbangun dan mencoba meraih handphone milikku, lalu sebuah pesan masuk dari sahabatku, Ozzi.
Ozzi : Va, nanti waktu berangkat sekolah jemput ya
POV Off Rava
Rava dan Ozzi memang sering berangkat sekolah bersama-sama menggunakan mobil milik Rava.
Setelah melihat pesan tersebut, Rava langsung bergegas untuk mandi dan bersiap-siap, agar nanti tidak terlambat ke sekolah apalagi dia harus menjemput Ozzi terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian, setelah selesai bersiap-siap, Rava langsung turun ke bawah menuju ruang makan, di sana sudah terlihat Mami dan Papi.
"Selamat pagi, Mi, Pi," ujar Rava seraya mencium pipi Mami dan Papi bergantian.
"Pagi, Sayang," ujar keduanya.
Rava pun duduk ke kursi miliknya dan dia baru menyadari jika kakaknya tidak berada di ruang makan. "Kak Antik mana ya, Mi?"
"Udah berangkat ke rumah sakit dari tadi," jawab Mami.
Kak Antik adalah seorang dokter di salah satu rumah sakit swasta
Setelah selesai sarapan, Rava pun langsung berpamitan dengan Mami dan Papi untuk berangkat ke sekolah. Sebelum itu dia harus ke rumah Ozzi, yang tak begitu jauh dari rumahnya mungkin berkisar 10 menit perjalanan ke rumahnya.
Tak berselang waktu, Rava melihat Ozzi sedang menunggu dirinya di teras rumahnya. Lalu mereka pun berangkat menuju sekolah bersama.
Sesampainya di sekolah, Rava dan Ozzi langsung memarkirkan mobil di parkiran sekolah.
Keduanya pun berjalan beriringan menuju kelas, tetapi di tengah perjalanan terlihat kerumunan siswi sedang berteriak histeris dan membuat langkah keduanya terhenti. Karena merasa sangat kepo, Rava pun melangkah mendekat ke arah kerumunan tersebut bersamaan dengan Ozzi di sampingnya.
Setelah bersusah payah melewati kerumunan itu, terlihat seorang cowok yang bernotaben sebagai prince of school. Dia adalah Kelvin.
Entah kenapa setelah melihat itu mood Rava langsung hilang seketika.
Karena hal itu, Rava dan Ozzi langsung menuju kelas.
Setelah sampai keduanya pun melihat Dhita sudah menunggu di bangku miliknya. "Aaaaa... omay omay 2 uke ku udah sampe... aku memang seorang fujosi dan aku menginginkan real couple BL," teriak Dhita seraya mendekati keduanya.
Daniel yang mendengar Dhita berteriak histeris pun, langsung melirik ke arah Dhita. Dan seketika membuat Dhita tiba-tiba diam membisu.
Melihat hal itu Ozzi langsung mencolek Daniel. "Gak waras dia, biarin aja," kata Ozzi, dan membuat Daniel hanya menganggukkan kepala.
*****
Tet... Tet... Tet...
Bell istirahat berbunyi, Rava and the gang pun langsung berjalan menuju kantin.
Selama di perjalanan, pembicaraan yang penting maupun tidak mereka bincang kan dan tanpa sadar sudah sampai di kantin.
"Kalian mau pesan apa?" Tanya Dhita.
YOU ARE READING
Wish
RomanceSemua terjadi karena love is universal Maaf jika tidak bagus because first nya ini. Jika anti BL cukup diam saja UNTUK PARA FUJOSHI DAN FUDAN Ending akan di buat sesuai peminat cerita ini Happy reading😘
