If you see a light around darkness, please know that's me
12 years ago..
Prang!!!
Dorrr!!!
Suara ribut diluar sana masih menggema hingga menyentuh telinganya yang tertutup kepalan tangannya yang mungil. Keringat mengucur deras dari dahinya, kedua matanya terpejam rapat dengan air mata yang terus merembes keluar tanpa henti. Sementara, kedua lututnya tertekuk merapat pada tubuhnya yang bergetar hebat.
Gadis kecil itu menutup mulutnya rapat - rapat, akan tetapi suara isakan kecil masih dapat terdengar. Ia sudah mengurung dirinya dalam lemari besar yang penuh dengan pakaian yang tergantung sejajar itu sangat lama, sejak para pria besar dan seram itu merangsek masuk kerumahnya dan menyerang keluarganya secara tiba - tiba.
"Mom...," lirihnya pelan.
Tubuhnya semakin menegang kala terdengar suara derapan langkah yang mendekat ke arah tempat persembunyiannya, diikuti bunyi gebrakan keras yang mengundang ketakutannya lebih jauh. Ia lalu memandang kearah celah pintu lemari yang sedikit terbuka, menampilkan sekelebat bayangan - bayangan yang bergerak begitu cepat, menciptakan ketakutan yang semakin merasuki tubuhnya yang kian lemah tak berdaya.
DORRR!
"Noooo!!!"
Tiba - tiba saja terdengar bunyi desingan peluru yang seperti baru saja dimuntahkan dan mengenai objeknya yang langsung memekik kesakitan juga diikuti suara teriakan orang lain. Gadis kecil itu mati - matian menahan suara nafasnya yang kian menderu, bayangan akan keluarganya yang disakiti tak hentinya bermain di kepalanya.
Suara ribut lainnya kembali menyusul, membuat gadis itu hanya dapat meringkuk semakin ketakutan, pasrah jika ia juga nantinya akan ikut terbunuh seperti anggota keluarganya yang lain.
Hingga tiba-tiba ia sadar bahwa telinganya tak lagi mendengar suara-suara ribut yang sebelumnya memenuhi pendengarannya. tiba-tiba segalanya menjadi hening. Gadis itu perlahan menurunkan kepalan tangannya dan memberanikan diri untuk menatap kembali ke arah celah lemari yang terbuka. Tidak ada bayangan apapun yang terlihat, apakah mereka semua sudah pergi?
Secepat pemikiran itu hinggap, secepat itu pula seseorang membuka pintu lemari itu dengan keras dan mendapati gadis kecil itu terkejut dengan tatapan takut karenanya.
Pria itu menatapnya berseri sambil tersenyum aneh. Semacam senyuman puas yang menyeramkan. Banyak luka kecil yang memenuhi tubuhnya yang juga berkeringat.
"Finally..."
Pria itu berbisik, dan kemudian satu tetes air mata menetes dari pelupuk matanya yang lebam. Wajahnya yang semula menyeramkan berganti menjadi sendu, ia kembali tersenyum. Senyuman lebar yang tulus.
"Best place for hiding, honey,"
Sedangkan gadis itu hanya menangis dalam diam, tubuh kecilnya bergetar ketakutan. Ia semakin menekankan punggungnya ke pojok lemari dengan pandangan awas yang terus terpancang pada pria itu.
"Hey, don't be afraid.." pria itu berbisik dengan alis terangkat.
Ia memajukan tubuhnya untuk masuk kedalam lemari.
"Are you going to kill me?"
"No. aku kesini untuk menyelamatkanmu,"
Gadis itu mengerutkan kening, bibirnya terbuka. Memandang pria itu dengan iris kehijauannya yang memancarkan tanya.
"Menyelamatkanku?"
Pria itu mengangguk.
"I'll take you go."
"Where are we going?"
"Somewhere far away and safe for you."
Gadis itu menatapnya ragu sekaligus bertanya-tanya, namun tak bersuara sedikitpun.
Detik selanjutnya, pria itu menjangkau tubuh kecil gadis itu dengan kedua lengan kekarnya. Mengeluarkan gadis itu dari dalam lemari dan langsung mendekapnya dengan erat. Gadis itu hanya menurut dan diam didalam gendongannya.
"Berpejamlah, jangan buka mata mu sedikitpun,"
Gadis itu mengangguk, lalu membenamkan wajahnya ke arah dada bidang pria itu, menutup penglihatannya terhadap keadaan sekitarnya. Hingga pria itu membawanya pergi melintasi ruangan itu, meninggalkan kekacauan yang menuntunnya pada kehidupannya yang baru.
Kehidupan berbeda yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya bahkan dalam mimpi sekalipun.
YOU ARE READING
Mr. Perfection and Mrs. Criminal (Threeshoots)
FanfictionMY FIRST SHOOT :D PRIVATE SOON FOLLOW FOR READING
