awal.

1 2 0
                                        

Disana masih sama,,
Jika kau tau..
Aku terbelenggu dalam rindu..
Terselip kenangan yang tak kan bisa terlupakan...

***********

Semilir angin di pagi hari ini mampu menembus tubuhku yang masih terbalut dengan selimut dan masih bergulat di atas kasur,,terdengar suara teriakan di ambang pintu kamar.
"Nadia,,hudang,,..subuhhan hela.." 'nadia bangun subuhan dulu..'.dalam bahasa sunda,aku memang keturunan asli sunda dan lingkungan sekitar ku pun orang orang sunda semunya.dan yang berteriak tadi siapa lagi jika bukan ibuku yang memanggilku,memang setiap pagi yang sering membangunkan ku itu ibuku,terkadang jika aku telat dan tidak kunjung bangun tidur aku sering di guyur menggunakan air satu gayung

"Iya mak,,ini juga udah bangun." Begitulah jawabku setiap pagi ketika aku bangun tidur..tapi aku tidak langsung bangun tetap aja aku menyembunyikan tubuhku di dalam selimut,karna hawa dingin di pagi ini begitu membuatku terus merapatkan tubuhku di dalam selimut.

Tiba-tiba."byuuuurrrr"..air membasahi wajah serta selimutku..sontak aku langsung terkejut dan berteriak,,"banjir..makk banjirrr..".namun setelah aku tersadar sepenuhnya lantas aku mendongak kan kepalaku ke atas..seseorang dengan wajah sangar terus memperhatikanku dan siap untuk memukulku agar cepat bangkit dari tempat tidur.."ehehehehe mamak,iya mak ini bangun ko..tapi tadi kayaknya ada banjir beneran gak sih mak...?".sambil cengesan aku berdiri dan mengambil handuk yang tersampir di daun pintu kamar,,sedangkan ibu hanya menggeleng gelengkan kepala saja melihat tingkahku..

Itulah kebiasaanku dari kelas 1 SMA hingga saat ini aku kelas 3 SMA.namaku Nabila Clareta Wiradani aku duduk di kelas 3 SMA Swasta yang cukup terkenal di Desa ku,letaknya yang strategis serta dekat dengan pasar terbesar di wilayah Lampung Timur membuat aku ingin bersekolah disana,,.
Ayahku bernama Ranendra Sarkadi Wiradani,.beliau seorang petani dan juga pelindung di keluargaku,.Ibuku, Kartika Suhaemi,seorang ibu rumah tangga..Aku memiliki saudara kandung yaitu adik perempuanku namanya Windi Anggia Wiradani,yang saat ini masih duduk di bangku 4 sekolah dasar,jujur adik perempuanku itu pintar setiap pembagian rapot sekolah dia selalu juara satu di sekolahnya..

***

Semilir angin di pagi hari ini begitu menusuk dan menembus sampai ke tulang di sekujur tubuh seseorang,,aku yang saat ini ada di dalam perpustakaan juga begitu merasakan udara dingin di pagi ini.
Saat ini sekolah ku sedang mengadakan rapat wali murid yang membahas tentang Simulasi yang akan aku hadapi nanti,sehingga guru yang akan mengajarpun berhalangan masuk,karna mereka akan mengisi acara di rapat tersebut.

Dalam perpustakaan ini hanya ada aku dan beberapa siswa saja,bahkan tidak ada 5 anak.situasinya begitu hening,mungkin hanya terdengar derap langkah kaki yang ku dengar..
Sudah 8 Bulan belakang ini aku memakai hijab syar'i,dan memperdalam agamaku.bahkan aku pernah membayangkan betapa urak urakannya aku dulu,.yang terkadang memakai celana jeans ketat,keluar tidak memakai kerudung,bahkan aku pernah keluar rumah dengan memamerkan kedua pahaku.padahal itu aurat,aku selalu menangis jika membayangkan betapa bertumpuknya dosa yang aku buat...
Tapi ada seseorang yang menginspirasiku menjadi seperti sekarang ini..Aku mengaguminya dari awal aku bertemu dengannya saat aku masih kelas 1 dulu,bahkan sampai saat ini aku sudah mencintai dan menyayanginya,,"Astagfirullah"tapi cepat cepat aku tepis pikiran yang ada di otakku.masih pantas kah aku mengaguminya karna dia menginspirasiku..Ya Allah ampuni aku.ampuni aku jika terkadang aku khilaf..tapi jujur saja aku mencintai dia karna allah,pada saat dia mengaji di depan kelasnya aku mendengar suaranya yang Subhannallah,semua orang pasti akan berdecak kagum.dari situlah aku menyimpan perasaan yang lebih terhadapnya..

Sesuatu terlintas dalam benakku begitu saja,,aku mengambil  handphone ,lalu aku membuka aplikasi wattpad dan menuliskan kejadian sekitar 2 tahun silam,dimana aku bertemu seorang Ikhwan pemilik suara merdu yang ku jumpai di balik dinding hijaunya,pada waktu itu aku pun masih menempati kelas unggulan yang di dominasi dari anak anak yang mempunyai skill lebih dalam mata pelajaran serta kedisiplinan yaitu kelas X 7 .serta menceritakan bagaimana hari hariku setelah adanya ikhwan itu.

*****
2 tahun lalu.

Lima hari yang lalu adalah hari dimana aku dan teman temanku akan melakukan Ulangan tengah semester dan hari ini adalah hari terakhir aku ulangan serta berkutat dengan soal soal yang bagiku itu sangat menjijikkan,melihatnya saja aku sudah pusing bagaimana jika aku harus berusaha mengerjakannya..sungguh tadi malam aku tidak belajar sedikitpun tentang mata pelajaran hari ini,boro boro belajar menyentuh bukunya pun tidak.batinku,tadi malam aku memang sibuk dengan urusanku yang memang sebetulnya spele,tapi menurutku itu penting,,,mencoret coret tembok kamar itu sangatlah penting bagiku dulu karna ketimbang belajar dengan setumpuk buku yang belum tentu aku mengerti isi bacaannya lebih baik aku bermain main saja,,dulu menurut ku sekolah itu hanya untuk bertemu kawan,bergosip ria,.dan banyak juga dari mereka untuk mencari pasangan masing masing..tapi bagiku tidak..sekolah itu yang penting berangkat,dapat uang jajan,dan sampai sekolah tinggal duduk saja mendengarkan apa yang guru jelaskan,,separah itukah aku dulu..jika memang ada ulangan mendadak aku tidak pernah kabur atau bolos untuk lari dari kenyataan,kalau bisa ya di kerjakan kalau tidak ya menyontek.tidak perlu memikirkan bagaimana hasil akhir dari ulangan ku itu.mau mendapatkan nilai 2 saja aku tidak perduli,,tinggal remas remas saja pasti akan berujung di kotak sampah depan kelas.

"Nabill udah belajar belum..?" Tanya Dina,dulu dia adalah sahabat dekat ku,bahkan kemana pun aku pergi selama di sekitar sekolah dia pasti ngintilin aku di belakang,,dia dulu pindahan dari Madrasah Metro..entah mengapa dia pindah sekolah,,katanya dia gak betah di sana karna sering sakit sakitan....tapi sekarang dia sudah sibuk dengan segala urusannya..Aku sempat kesal dengannya tapi yasudahlah aku sudah tidak peduli lagi dengan nya karna tidak ada untungnya aku memikirkan orang yang belum tentu memikirkan ku..

"Boro belajar nyentuh bukunya aja aku ilfil.." jawabku,sambil mengutak atikkan hp ku yang saat itu aku sedang bermain game COC di depan ruangan yang ku pakai ulangan.

"AAAAAAA....hari ini jam pertama Fisika cuyyy .. iki piye ..iki piyee...mumet ndasku .." sambil berlarii tergopoh gopoh dan menunjukkan sikap ala ala lebaynya Isna berjalan mendekatiku dan dina.

"Udah sih tenang aja..ntar aku sulap soalnya biar gampang semua.." leluconku.

"Mbelgedesss.." jawab isna dan dina serentak secara bersamaan...

Bel masuk sudah berbunyi,,semua murid serta guru yang mengawas sudah bersiap siap untuk masuk kekalas masing masing.

Biasanya saat ulangan semua siswa sudah mengisi ponsel pintarnya dengan kuota untuk mencari jawaban di Google..belum lagi duduknya dari tahun ke tahun selalu bersebelahan dengan kakak kelas dan untung saja aku selalu duduk dengan perempuan.meskipun terkadang dia tidak bisa diam karna suka meminta mengajariku menyelesaikan jawabannya.

Setelah selesai dengan diskusi yang agak sedikit berbelit belit,sebagian siswa sudah mengumpulkan lembar jawaban serta soal ke depan meja pengawas..

Saat bagaianku mengumpulkan lembaran tersebut tiba tiba kakak kelas mengoceh kepadaku..
"Lembar jawabanmu geserin sih.." katanya ketus sekali.

"Yee meja masih lebar kali mas.." jawabku mendengus kesal.

"Heee ngajak berantem kamu ya..." dia berbalik melihatku dengan tatapan yang tajam,seolah olah dia hanya ingin menakut nakutiku saja..

"Berantem,,ayoookk.." tak kalah garangnya aku juga memasang tatapan membunuh,sungguh aku kesal dengan pria di hadapanku ini..

"Beraniii kamuuu.."

"Beraaaan-." Kini mataku dan matanya saling bertemu,sehingga aku tidak lagi meneruskan kata kata yang akan ku lontarkan tadi..

"Apaaa...." katanya lagi..

****

Happy reading.




SePeNgGaL KenanganStories to obsess over. Discover now