Rasa yang menjelma dalam jiwa menampakkan wujudnya dalam bentuk raga, tergambar dalam tingkah laku saja. Semesta berkata, untuk tak lagi ku membuang rasa, ego ingin bersama pada hati yang tak siap menerima cinta. Namun ini bicara rasa, aku tak pernah meminta untuk menjatuhkan hati pada siapa. Dan kini aku tak kuasa, karena aku telah terjebak waktu, dimana aku telah membeku tak bisa lagi tersipu kecuali hanya pada diri yang selalu ingin ku temu. Dia yang selalu ku rindu. Dia yang perlahan membuatku hilang akal karena rasa yang tak tentu. Dia yang mengenalkanku waktu untuk selalu bertemu, namun kini tak lagi ada waktu, ingin lari dan berlalu meninggalkanku. Tapi aku tetap memaksa pikirku mencari cara meski tanpa titik temu. Kini biar saja ku mengharap waktu untuk berpihak padaku. Nanti, semoga. Diakan sadari semua rasa ku.
