Prologue: Dream

30 9 3
                                        

Nafasnya menggebu-gebu, sesak, terlihat berat, seperti ada rasa tertekan dan diremas.

Wajahnya terlihat kesakitan, keringatnya muncul begitu deras, dalam waktu sekejap team dokter RS.Miu bergerombol memasuki ruangan lengkap dengan peralatannya.

                            ...

Lorong ini terlalu gelap. Aku benci kegelapan yang dingin seperti ini.

Aku menghentikan langkah ku ketika mendengar suara langkah orang lain, seorang laki-laki dengan surai pendek dan penutup mata yang terletak dikiri berhenti sejajar dengan ku  dan menatap ke arah ku untuk beberapa detik sebelum dia melangkah pergi.

Aneh. Semua menghilang dalam sekejap hanya ada kabut putih pekat dan pohon yang tertatih disana tanpa dedaunan.

Aku seperti terpanggil ketika meliha seorang wanita bergaun putih pendek tengah menengadahkan kepalanya ke langit.

Dimana aku pernah melihatnya? Apa aku memang mengenalnya? Pertanyaan yang terus membusur ke isi memori kepala ku.

I-ibu...

Dengan wajah penuh kerinduan aku berjalan perlahan tapi seketika seseorang menarikku berbalik.

Mata biru itu- laki-laki di lorong tadi..

aku melihat bayangan dari matanya, bayangan yang tidak bisa tergambarkan.

Aku tidak mengerti.
                       
                        
                             ***

A/n: Halo, Hola, 안녕하세요. Salam hangat dari ku, sebenernya ini bukan yang pertama kali. Tapi, ya gitulah. This my first FF dari hasil obrolan dengan uri dongsaeng:v tomatoreader Yuk kenali dulu aku dan dia. Enjoy bacanya ya. Kasih Vote, komen 💕 apalagi ya..

Oh iya...













사랑해 😂

A STRANGEKde žijí příběhy. Začni objevovat