14 februari, tentu semua orang tau ini hari apa, sama seperti para remaja pada umumnya. Pemuda yang di kenal sebagai pahlawan pulau rintis ini juga berharap mendapat coklat dari orang yang dia cintai, senyumnya mengembang, berjalan dengan yakin ke arah kelasnya.
Membuka pintu kelas dengan semangat, sampai semua yang ada di kelas melihat ke arahnya, ya dia tau dia tampan. Segera menuju ke bangkunya, sebelum duduk dia menyapa terlebih dahulu pujaan hatinya
"Haaaiii Fang" masih tersenyum, ah dia semakin tampan
"Hai" jawab Fang cuek, senyum Boboiboy hilang. Fang tidak melihat bahkan meliriknya pun tidak
"Ini valentine, Fang, mana coklatku"
Fang tersentak, ah dia lupa. Fang nyengir
"Iya nanti ya, pulang sekolah" jawabnya, tak lupa dengan senyum mengembang, berharap Boboiboy tidak marah. Sebagai gantinya ia mencium bibir kekasihnya sekilas. Boboiboy tersenyum, tentu saja.
.
Fang bingung harus memberi kado apa pada Boboiboy, menjambak rambut sewarna anggur miliknya, berharap dengan dijambak dia akan menemukan ide coklat yang cocok untuk kekasihnya, mengingat atok Boboiboy punya kedai coklat, tak mungkin memberinya coklat panas. Dia segera menyambar jaket merah marun miliknya. Pamitan sekilas pada kakaknya yang baru pulang.
.
Disilah Fang, di depan tumpukan coklat dengan berbagai warna dan bentuk, ah dia malah semakin bingung, dia harus beli yang mana, warna apa, bentuk apa, sekali lagi dia menjambak rambutnya. Dengan asal tangan kurusnya mengambil coklat dengan ukuran lumayan besar, membayarnya di kasir dan segera pergi. Ini sudah jam 7 malam.
Fang ragu, menggeleng pelan, dia mengetuk pintu rumah Boboiboy. Dia bisa mendengar derap langkah dari dalam. Pintu itu terbuka.
"H-Hai" sapa Fang ragu.
"Ayo masuk" pemilik rumah langsung menggenggam pergelangan tangannya, menyeretnya ke lantai atas, kamar Boboiboy.
Boboiboy mendudukkannya di kasur miliknya. Dia menyodorkannya kedepan, meminta hadiah yang memang harusnya miliknya. Fang tersenyum mengerti, segera menyerahkan coklat yang baru di belinya.
"Terima kasih" ucap Boboiboy bahagia, Fang tersenyum
"Ya" senyum Fang memudar saat melihat senyum Boboiboy tidak berubah, firasatnya berubah buruk, dia harus segera pergi. Dia segera berdiri. Boboiboy pun ikut berdiri
"Mau kemana ?"
"Pulang" Fang segera berlari, terlambat, Boboiboy ada didepannya, dia berbalik, 'lewat jendela' pikirnya, Dia bisa naik elang bayang dan terbang pulang. "Elang bayang" Terlambat kakinya di tangkap oleh Boboiboy
"Ugh" dia terjatuh, dagunya mencium lantai kamar. Dia menengok kebelakang, mendapati Boboiboy yang memegang satu kakinya
"Lepaskan, aku mau pulang"
"Tidak akan" Boboiboy malah menarik celananya, sedang dia berpegang erat pada kaki elang bayang miliknya. Sreeeetttt. Celananya melorot
"Sialan!" Umpatnya kesal Boboiboy menyeringai kejam di belakangnya.
"Boboiboy kuasa tiga"
Gempa memegangi kedua kakinya. Taufan memandanginya dengan senyum mengembang. Halilintar memgenyahkan elang bayang miliknya
"Sial, sial" umpatnya masih kesal
"Berhentilah tsundere sekali saja untuk kami, Fang" suara rendah Halilintar membuatnya mendongak
'Mati aku' rengek Fang dalam hati.
Gempa membaliknya tubuhnya, melepas celana Fang dalam sekali tarik, Taufan segera memegangi kedua lengannya kebelakang. Hali berdiri tepat di belakang Gempa yang memegangi kakinya. Fang merasa aura mereka bertiga lebih mendominasi dari biasanya. Menelan ludah susah. Sudahlah Fang pasrah.
YOU ARE READING
Valentine
Romancepenulis masih amatir awas ranjau typo sangan gak jelas . ini boyslove, dan BoiFang . don't like, don't read . drablle fic sangat pendek . fanfic debut saya di wattpad ^w^
