1

2.4K 301 70
                                        

Seperti pagi biasa di Creative Kernel School -disingkat Creker School- semua murid tampak memasuki area sekolah dengan damai. Ada yang terlihat semangat, ada yang terlihat mengantuk dan berbagai ekspresi murid lainnya. Tak terkecuali untuk seorang siswa imut bernama Ji Changmin yang biasa dipanggil Kyu.

"Kyu, tumben gak telat masuk," ujar teman sekelasnya, Kevin.

"Hehe, lagi gak sibuk jadi bisa bangun pagi," responnya.

"Emang sibuk ngapain,sih?" tanya teman sebangkunya, New atau yang bernama asli Chanhee.

"Eung, ada aja. Rahasia," jawab Kyu sambil tersenyum menampakkan lesung pipi nya.

Tidak lama, bel pelajaran pertama pun berbunyi, seluruh murid berhamburan masuk ke kelas masing-masing.

Setelah pelajaran Biologi dan Inggris aku yakin akan ada pengumuman. -Kyu

'Teng tong teng' Bel tanda berakhirnya pelajaran Inggris berbunyi. Tepat beberapa detik setelah itu, speaker sekolah berbunyi.

"Ada pengumuman apa, kira-kira?" tanya Kevin kearah dua teman nya.

"Sepertinya penting, karna mereka menggunakan speaker sekolah, sepertinya pengumuman ini diperuntukan seluruh siswa sekolah," jawab New.

Kyu hanya terdiam dengan handphone yang sedari tadi ia tatap.

"Pengumuman, pagi hari ini salah seorang guru, Pak Kim Seokjin, guru seni budaya, beliau menjadi salah satu korban dalam aksi pembunuhan berantai seorang pembunuh bayaran yang sekarang ini masih menjadi buronan, seluruh warga sekolah turut berduka cita, maka hari ini seluruh siswa akan dipulangkan lebih awal, karna seluruh guru akan ikut kepemakaman Pak Kim Seokjin. Seluruh siswa diharapkan lebih berhati-hati, sekian dan terimakasih atas perhatiannya." Pengumuman dari Pak Jonghyun selaku kepala sekolah Creker School.

Banyak murid yang bersorak gembira atas kabar tersebut, karna mereka akan dipulangkan cepat. Dan tak sedikit juga murid yang bersedih karna Pak Seokjin adalah seorang guru yang sangat baik dan dekat dengan murid.

"Ck, pembunuh itu lagi," ucap New kesal.

"Sudah korban yang keberapa di bulan ini?" tanya Kyu.

"Entahlah, tapi yang berasal dari sekolah kita, anehnya tidak sedikit," jawab seseorang dari arah pintu, Jacob.

"Ah, Sangyeon, Jacob. Kalian ada apa kesini?" tanya New.

"Hanya datang berkunjung. Lagi pula, kelas kalian sudah sepi, banyak yang sudah pulang," jawab Sangyeon yang kini duduk disamping New.

Lee Sangyeon namanya, dia adalah Ketua Osis Creker School dan Bae Jacob atau yang biasa dipanggil Jacob adalah sahabatnya. Keduanya adalah murid kelas 12 sekarang. Sangyeon dan Jacob memang dekat dengan ketiga orang tadi, karna selain Sangyeon yang notabenya adalah kekasih New, mereka juga bersahabat dengan Juyeon yang juga sahabat dari New, Kyu, dan Kevin.

"Loh, Hyunjae gak ikut kesini?" tanya Kevin.

Sangyeon menggeleng lalu menjawab, "Juyeon sakit, jadi Hyunjae dari tadi dikelas tak henti-hentinya khawatir sehingga setelah pengumuman tadi ia melesat pergi dengan cepat."

Yang lain mengangguk mengerti.

"Aku curiga," ucap Jacob tiba-tiba yang membuat empat orang temannya itu menengok kearahnya.

"Curiga kenapa?" tanya Kyu.

"Aku curiga, kalau pelakunya adalah murid sekolah ini, lihat saja daftar orang-orang yang dibunuhnya, rata-rata adalah warga sekolah ini, ntah itu murid atau guru," jelas Jacob.

"Tapi, dia itu pembunuh bayaran kan? Bukan dia yang mau, tapi ada orang lain yang menyewanya," ujar Kyu.

"Mungkin orang yang menyewa pembunuh bayaran itu anak sini!" sahut New bergidik ngeri.

"Sereeeeemmm," lanjut New dengan nada di lucu-lucukan sambil bersandar pada lengan Sangyeon.

"Ck, gituan aja takut, dasar lemah," ucap seseorang dari balik pintu.

"Siapa disana?!" tanya Kyu dengan nada agak ditinggikan.

Hening beberapa saat karena lawan bicaranya tidak cepat menjawab. Namun tak lama ia maju dan menampakkan wajahnya pada orang-orang di dalam kelas Kyu.

"Kim Younghoon," jawabnya singkat.

"Ah, kakaknya anak brandal itu, Sunwoo," ucap Sangyeon, nyaris bergumam pada dirinya sendiri saking pelannya.

"Mereka sama saja," ujar Kevin.

"Kenapa tidak masuk?" tanya Jacob lembut.

"Tidak terimakasih, aku harus menjemput Ayahku di kantornya," jawabnya dengan nada dingin dan berjalan menjauh dari pintu.

"Astaga, sombong sekali dia," keluh Kevin.

"Bilang saja sebenarnya dia tidak mau berbicara dengan kita," lanjut Kyu.

Kim Younghoon, biasa dipanggil Younghoon. Ia adalah murid yang terkenal. Terkenal tampan,rupawan dan populer dikalangan wanita maupun pria. Dia juga terkenal karna pintar, dan biang onar disekolah. Ia sering mengikuti tawuran, balap liar, dan tak jarang ada saja orang yang bertemu dengannya sedang berada di club malam untuk sekedar minum dan 'bermain' dengan jalang. Iya, dia adalah definisi dari 'brengsek' yang sebenarnya. Walau termasuk dari kalangan atas, tapi Kyu memandangnya tak lebih dan tak kurang seperti seseorang yang lebih rendah dari pada orang rendahan, derajatnya lebih tepatnya.

Ia memiliki seorang adik bernama Kim Sunwoo, yang memiliki sifat dan kebiasaan hampir sama persis dengan kakaknya. Bedanya, Sunwoo memiliki kekasih bernama Juu Haknyeon, atau biasa dipanggil Haknyeon yang sedikit demi sedikit mulai merubah kebiasaan buruk Sunwoo.

"Aku pulang duluan." Sembari menenteng tas nya, Kyu berjalan keluar kelas.

Di tempat parkiran ia bertemu dengan seorang pria tinggi bak model, Kim Younghoon.

"Yak! Bukankah kamu seharusnya menjemput Ayahmu?" tanya Kyu.

"Untuk apa? Toh, Ayahku punya supir sendiri," jawabnya santai.

"Lalu mengapa kau menolak ajakan kami untuk masuk kelas?"

"Karna, kalian siapa? Aku bahkan tidak mengenali mu"

"Kenalkan aku Ji Changmin, panggil saja Kyu," jawabnya dengan nada dingin.

"Sekarang kau sudah kenal aku siapa kan? Lain kali jangan berbohong, kau malah membuat dirimu terlihat sombong." Kyu berujar sambil berjalan menjauh.

Younghoon mendunduk, menahan malu, entah mengapa. Kyu yang melihatnya terkekeh.

"Kau ternyata orang yang pemalu, ya?" tanya Kyu, kali ini dengan nada yang mulai melembut.

Belum Younghoon menjawab, Kyu memotong lagi, "Aku mengerti, mulai saat ini kau boleh berteman dengan kami, asal kau tidak membuat kami semua terjerobos ke jalan yang sesat, seperti mu, cukup kau saja."

Kini Younghoon mengangkat wajahnya, tersenyum. Seolah mengatakan terimakasih.

"Kalau begitu, biar aku antar kau pulang," tawar Younghoon yang dibalas dengan tatapan bertanya oleh Kyu.

"Aku tidak akan mencelakaimu," ucap Younghoon tiba-tiba, sebuah kalimat tersirat muncul dibenak Kyu.

Apakah, dia baru saja mengatakan ingin melindungiku secara tidak langsung? Tapi untuk apa? - Kyu.

- t b c -


[A/N]

Hai! Love is Love kembali setelah tahun lalu aku unpublish huhu ㅠㅠ. Sebenernya ini story pertamaku yang sempat dapat perhatian dan antusiasme yang tinggi, tapi karena dulu aku kena author block nyaris discontinued. Beruntung sekarang aku kembali nemu ide yang mungkin masih masuk dengan story line awal. Jadi, selamat menikmati Love is Love versi 2020! 💖

[O2] Love is Love +BbangkyuStories to obsess over. Discover now