Prolog (1) Arianna

31 7 3
                                        

"Nak, tolong bantu ibu ya!" suara khas ibu-ibu berteriak dari halaman belakang rumahnya.

"Ya bu, sebentar" seorang gadis dikepang dua dengan senyum manis yang baru saja pulang sekolah segera membantu ibunya menjemur pakaian.

Arianna Kusuma Putri adalah nama gadis itu. Panggilannya Riana.Gadis santun yang dikenali dan disayangi di lingkungan tempat tinggalnya. Gadis baik yang hormat dan taat pada orang tuanya. Gadis yang suka membantu dan menolong orang lain. Gadis yang bisa membuat hati keras seseorang meleleh karena sifatnya. Gadis dengan otak cemerlang itu duduk di tahun terakhir SMA-nya.

Riana sedang senang. Malam ini ulang tahunnya yang ke-18. Itu berarti ayah-nya akan datang setelah lama tidak pulang karena pekerjaannya. Riana sangat menanti malam ini.

*

Sebentar lagi ayahnya akan sampai. Ia akan memanfaatkan waktunya dengan ayahnya sebaik mungkin karena ayahnya jarang pulang. Ia sudah menunggu di depan pintu ditemani ibu dan kakaknya, Adimas Kusuma Putra.

"Ayah pulang!" Riana memekik senang saat melihat ayahnya turun dari becak, terseok-seok membawa tas besarnya. Riana langsung berlari dan memeluk ayahnya manja seperti seorang gadis kecil. Ayahnya balas memeluknya. Lalu memeluk ibu dan mas Adi juga. Mereka lalu masuk bersama sambil mas Adi membantu ayah membawa tasnya.

Malam itu berlangsung dengan banyak kebahagiaan. Ibu sudah memasak makanan spesial kesukaan Riana.

"Riana kamu bisa jaga diri sendiri kan?" kata ayahnya tiba-tiba malam itu.

"Eh? Apa apa Ayah?" Riana bingung mengapa ayahnya tiba-tiba berkata seperti itu.

"Jadi begini ibu baru dapat kabar kalau nenekmu sakit, ibu berencana pergi ke rumah nenekmu untuk merawatnya dan pergi besok." Kini ibu yang berbicara.

"Karena ayah besok harus kembali kerja di luar kota, ibumu merawat nenek, jadi tinggal kamu dan mas Adi. Mas Adi juga harus pergi bekerja dan baru pulang malam harinya. Jadi kamu bisa mengurus dirimu sendiri kan?" ayah berbicara serius.

"Eh, bisa kok yah. Riana bisa sendiri" jawab Riana.

"Jangan lupa setelah pulang sekolah karena kamu sendirian di rumah, jangan lupa kunci pintunya ya." ibu menasehati.

"Iya bu, ibu tenang saja" ujar Riana menenangkan ibu.

Saat Riana mau tidur di kamarnya, ia sempat menatap langit malam sebentar. Sebenarnya ia tidak suka ditinggal sendirian, selain itu ia pasti akan kebosanan. Di tengah lamunannya tiba tiba ia melihat bintang jatuh. Indah sekali. Riana ingat bahwa bintang jatuh bisa mengabulkan permintaan. Ia cepat-cepat membuat permohonan. Yang terlintas di pikirannya saat itu adalah aku ingin ada seseorang yang bisa berbincang denganku agar aku tidak kebosanan besok. Setelah itu ia pergi tidur.

Saat itu Riana tidak tahu apa yang akan terjadi besok.

A.N.

Gimana nih menurut kalian? Duh sebenernya aku bingung ceritanya bakal kayak gimana. Cerita ini tiba-tiba muncul di kepalaku, jadi supaya nggak ilang langsung aku tulis. Yang pasti akhirnya bakalan sad ending. Yah just fyi jangan pernah ngarep karena Semua cerita aku itu slow update dan maaf kalo ceritanya gaje. Penulis amatiran ini cuman pingin nulis(hehe). Yah semoga enjoy ceritaku. Di vote ya!

Phone MeStories to obsess over. Discover now