beranjak

12 1 0
                                        

Dari pengkhianatan yang telah dia terima dari mantannya, salah satu mahasiswa BK di UNINDRA. Pada akhirnya Icha memutuskan untuk lebih meluangkan waktunya bersama para sahabatnya dan mencari kesibukan disekolah.
Ketika suasana itu terjadi, dia sekarang lebih jarang memegang handphone atau pun jarang menggunakan akun sosmednya. Dia lebih memilih have fun bersama para sahabatnya tanpa harus memikirkan masa lalunya.

Lambat laun waktu berlalu perempuan yang masih duduk di kelas dua smk tersebut berhasil menghabiskan waktunya bersama para sahabatnya tersebut, dan akhirnya dia pun berhasil untuk melupakan pahitnya pengkhianatan yang dilakukan oleh mantannya tersebut.

Suatu ketika pada saat Icha pulang sekolah sekaligus pulang dari hangout bersama para sahabatnya, Icha merasa sendiri tanpa ada yang menemani di rumah hingga dia memutuskan untuk melihat handphone nya dan melihat akun sosmednya.
Ketika dia melihat salah satu dari sekian banyak notifikasi dari handphone nya. Icha melihat ada salah satu chating tersebut yang mengganjal dan aneh menurutnya. Dari salah satu notifikasi tersebut terjadilah sebuah chatingan singkat di salah satu akun sosmed miliknya.

"PING!!!" salah satu notifikasi yang sudah tiga hari lamanya icha tidak membuka pesan tersebut.
"Siapa ya?" balasan pertama yang diketik oleh icha dengan sikap cueknya dan heran.
"Aku raden maulana husen, boleh kenalan gak?" dengan cepatnya lakilaki tersebut ngeread pesan dari icha.
"Anak mana? Dapet contact gue dari mana?" tanpa basa-basi icha pun langsung mengarah ke pointnya. Karena, perempuan tersebut merasa heran dan kaget dengan tidak kenalnya laki-laki tersebut dan dengan cepatnya laki-laki tersebut read pesannya.

Karena menurut dia laki-laki itu tidak penting akhirnya dia meninggalkan chatingan tersebut tanpa dia memperdulikannya.
Kemudian, kedua hari berikutnya, icha melihat pesan tersebut lagi di hari yang sama dua hari yang lalu namun hanya beda beberapa menit saja.

"Aku orang carita" balasan pesan dari laki-laki tersebut tanpa menjawab pertanyaan icha tentang darimana cowo itu mendapatkan contact sosmed icha
"Carita dimana?"
"Terus dapet contact gue dari mana ya?" masih dengan pertanyaan sama yang dilontarkan oleh icha.

Dan tanpa tidak disangka oleh icha, cowo itu sangat cepat membalas pesan dari icha.
Dan menimbulkan banyak pertanyaan dibenak icha.

"Dibanten, kamu tau pelabuhan ratu?"
"Waktu itu aku beli hp bb ini diteman aku, pas aku beli hp ini ada contact kamu, yaudah aku chat kamu aja. Salah ya?" penjelasan dari cowo itu didalam chatingan tersebut.

Sebelum icha membalas pesan tersebut, dibenaknya dia berfikir 'buset nihh orang cepet bgt bales pesan gue, sedangkan gue bales pesan dia aja perduahari. Jauh bgt orang Banten bisa nyasar dikontak gue. Udah ngomngnya aku kamu lagi sok akrab bgt. Tapi di profilnya si lumayan, ah udah ladenin aja deh itung-itung nemenin gue chatingan daripada bete'

"Ohh dibanten, iyaa tau gue kalo pelabuhan ratu. Jauh banget yaa?"
"Lah aneh yaa? Contact gue bisa sampe dihp orang Banten" masih dengan bersikap cuek menanggapinya.
"Emang kamu orang mana ca?"
"Aduh kalo itu aku gatau deh." Raden pun membalas.
"Gue orang Depok"
"Aneh" icha masih merasa bingung
"Oh aku mah pernah ke Depok, kamu Depok mananya?"
"Gue di depok tanah baru"
"Itu dimana ca? Aku mah taunya cuma di matoa golf, soalnya pernah diajak main golf disana sama saudara"
"Ohh pernah ke matoa golf? Dari situ yaa lumayan lah dari rumah gue, gak jauh banget juga." balasan dari icha.

Tanpa disadari waktu pun semakin berlalu dan chatingan antara icha dengan cowo itu pun semakin berjalan seperti makanan sehari-hari dan saling memberi perhatian.
Suatu seketika, ternyata ada salah satu temannya  cowo itu juga pun satu contact dengan icha. Dan contactnya itu sudah lebih lama berada di contact sosmednya icha sebelum raden. Dan sempet juga icha dengan temannya raden yaitu acut saling memperhatikan satu sama lain. Dan icha pernah mengucapkan dibenaknya tentang acut 'ganteng juga nihh cowo' waktu si acut mengganti foto profilnya. Tetapi tidak pernah satu kali pun chatingan.

"Acutdadut itu temen lo?" icha memutuskan untuk chat raden duluan dengan diawali pertanyaan.
"Itu mah bukan temen lagi ca, udah aku anggap saudara aku sendiri. Adik sendiri" seperti biasanya, dibalas cowo itu dengan cepat.
"Oh gitu, emang umur lo berapa? Lo masih sekolah, kuliah atau udah kerja?"
"Umur aku 24 tahun ca, udah kerja."
"Buset udah tua yaa wkwk. Kirain masih kuliah. Kerja dimana lo?"
"Haha atuh segitu mah belum tua ca, aku kerja di Cilegon ca. Kamu sendiri masih sekolah atau udah kuliah?"
"Gue mah masih sekolah."
"Sekolah kelas berapa ca?
"Masih kelas dua smk disalah satu sekolah keperawatan."
"Gapapa lah kita cuma beda 6 tahun haha."
"Bisa kali nanti kalo aku sakit, dirawat dirumah sakit kamu yang ngurusin." dengan tanpa malu raden berbicara itu ke dia.
"Lah terus kenapa kalo beda 6 tahun?"
"Gue jadi perawat juga belum." balasan icha dengan perasaan heran.

Semakin lama, semakin tidak canggung lagi antara chatingan icha dengan raden.
Bahkan, satu sama lain menceritakan alasan kenapa mereka berdua mengakhiri kisah Cinta pada kekasihnya dulu.

"Ca, kamu udah punya pacar ya?" celetuknya dari pesan raden
"Sempet punya empat bulan yang lalu, mahasiswa unindra. gue putusin karna dia dibelakang gue masih berusaha ngedeketin mantan cewenya. Sekarang mah lagi gak dulu deh, lagi mau fokus sekolah dulu. Lo sendiri?" tanpa canggung lagi icha membalas chating si raden.
"Ohh gitu. Aku mah udah jomblo dua tahun ca, sampe sekarang. sempet pacaran selama lima tahun. Itu juga putus karna gak direstuin dari orangtua cewe aku." balasannya.

Terhanyut dalam cerita masa lalu mereka berdua sampai menghabiskan waktu larut malam disebuah chatingan dengan jarak Banten dan depok.

Setelah selama kurang lebih hanya dengan waktu seminggu chatingan dengan memberikan perhatian satu sama lain terjadilah apa yang tidak pernah di duga.

"Ca, kamu mau gak jadi cewe aku?" dengan tanpa ragunya raden mengirim pesan itu ke icha.
"Ha? Gak salah? Lo kenal sama gue aja baru. Ketemu juga belum pernah, ngeliat satu sama lain aja belum pernah. Udah berani ngajak pacaran?" jawaban pesan dari raden dengan gayanya icha yang ceplas ceplos.
"Iyaa sihh, tapi gatau kenapa kalo lagi chatingan sama kamu, aku nyaman aja bawaannya. Aku sama kamu juga udah sama sama tau karakter masing-masing. Jadi gak ada salahnya kan buat kita coba?"
"Wah gila lo, gue gapernah yang namanya ngejalanin hubungan LDR."
"masalah LDR mah aku yakin ca, kalo kita sama sama memegang Teguh kepercayaan satu sama lain, kita bisa ngelewatinnya."
"Tapi kan kita belum pernah ketemu den? Lo juga gapernah liat gue aslinya gimana, begitupun gue."
"Atuh itu mah gampang ca, kalo nanti ada waktu dan rezeki kita ketemu, lagian juga aku mah gak ngeliat dari tampang. Aku lihat dari hati. Aku menilai kamu, hati kamu tuh tulus ngeladenin orang tanpa pamrih. Sifat kamu punya rasa peduli." penjelasan raden untuk meyakinkan icha.

Sebelum icha membalas pesan si raden dia berfikir dalam benaknya 'ini cowo gila kali yaa?  'Baru juga kenal, ketemu aja belum pernah. gak gue apa-apain udah ngajak pacaran aja. Duh gue jawab apa ini? Gue terima apa gimana? Ahh udah deh gue terima aja iseng iseng cuma buat nemenin chatingan doang. Sayang sayang paket gue sebulan 100rb gue beli kalo gaada yang ngechat wkwk'

"Aduh gimana yaa den? Gue bingung"
"Aku serius kok ca, gak pernah main main dalam pacaran. Aku janji gaakan ngecewain kamu kaya mantan kamu itu."
"Janji yaa den?"
"Iyaaa ca, pegang janji aku."
"Yaudah den jalanin aja dulu."

Dan pada akhirnya icha pun memutuskan untuk mencoba menjalani hubungan dengan raden walaupun hanya untuk dijadikan pelampiasan.

****

Maaf yaa kalo kurang menarik atau gak jelas ceritanya bahkan masih berantakan nulisnya. Baru pertama soalnya coba seperti ini😄
Ini juga kalo gak terinspirasi dari kisah nyata seseorang gaakan bisa sampe kaya gini

******



You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 07, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

because the reasonStories to obsess over. Discover now