#1#

6 1 0
                                        

06.30 WIB

Matahari pagi cukup manis menemaniku yang sedari tadi duduk sembari memainkan ponsel. Entah apa yang aku lakukan, scroll up ponsel ku yang tidak akan pernah ada notifikasi ponsel ku

"Huffhhh...."  hela ku perlahan

Sudah benar-benar lama aku tidak memikirkannya. Seseorang yang sudah lama tinggal namun ku coba untuk melupakannya. Dan akhirnya aku hanya termenung merenung

"Apa kabar kamu disana?""Sudah lama kita tak bertukar kabar""Aku sangat merindukanmu""Bisakah kita bertemu lagi?""Apa kau senang sekarang kita jauh?"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Apa kabar kamu disana?"
"Sudah lama kita tak bertukar kabar"
"Aku sangat merindukanmu"
"Bisakah kita bertemu lagi?"
"Apa kau senang sekarang kita jauh?"

Di kepalaku saat ini muncul pertanyaan demi pertanyaan tentangnya.

Aku sangat merindukannya.

Merindukan dalam diam itu tidak enak.
Sesekali aku menggerutu karena sifat ku di masa lalu yang membuatnya menjauh dariku. Benar-benar bodoh dan konyol. Cinta tidak akan pernah bisa di paksa. Seberapapun kamu mencobanya. Yang di paksaan akan perlahan pergi. Dan tak akan sama jika kembali.

"Huffhhh"   hela ku sekali lagi

Sejurus lamanya, aku memandang kedepan. Entah apa yang ku lamunkan. Yang pasti saat ini aku memikirkannya. Aku merindukannya Tuhan...
Bisakah kau membuatku kembali bersamanya lagi menjadi sepasang sahabat lagi. Aku janji tidak akan mengingkari perasaan ini lagi.

     Aku merindukannya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

     Aku merindukannya...
Aku merindukannya...
Merindukan dalam diam
Merindukan dalam lamunan
It's hurt too much, God






-TOBECONTINUED -

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 24, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

☸HOLD ME BREATHE☸Stories to obsess over. Discover now