Comfortable #2

198 27 2
                                                  

Sehun

What I like from Yoona is she knows me better than anyone else, even she knows me better than my mom. Dia berbeda dengan perempuan-perempuan yang sudah ku kencani beberapa kali. Dia orangnya setia dan mempunyai prinsip yang kuat. Dan paling penting dia itu bisa aku ajak bicara semua hal until the dirty one.

Aku merasa bahwa jika kita berkencan, kita tidak akan seasik ini. Mungkin kita akan berbeda. Aku tidak akan mau jika hal itu terjadi. Dia di dekatku saja sebagai seorang sahabat itu sudah cukup untukku.

Tetapi, hal itu sudah terjadi. Kita sekarang berbeda. Kita seperti seorang yang baru kenal lalu we avoid each other dan itu sangat menggangguku. Aku dan dia memang bekerja di perusahaan yang sama dan kita juga satu kampus pada waktu itu. Dan kita bertemu pertama kali juga di kampus itu 5 tahun yang lalu.

Pada saat itu, aku bertemu dia di perpustakaan kampusku. Wajahnya tidak pernah berubah sampai sekarang, mungkin hanya tinggi badannya yang sedikit lebih tinggi. Waktu itu aku sedang mencari buku untuk referensi tugas kuliahku dan dia juga sama. Tetapi kita beda jurusan. Lalu kita membacanya di meja yang sama. Aku berada di depannya. Sesekali aku melihatnya saat membaca buku dan aku langsung terpesona dengan kecantikannya.

Setelah itu aku meminta nomornya dan kita bertemu setiap hari sampai kita menjadi dekat seperti ini. Ada pikiran bahwa aku ingin mengencani gadis ini tetapi entah kenapa aku tidak bisa. Aku merasa bahwa mungkin kita ditakdirkan untuk menjadi seorang sahabat saja, tidak lebih.

Aku masih ingat waktu dulu dia menelfonku di tengah malam secara mendadak karena dia tidak bisa tidur waktu itu karena sakit perut. Aku datang ke apartmentnya yang jaraknya sekitar beberapa lantai denganku. Yup, aku dan dia berada di satu apartment, dia berada di lantai tiga dan aku di lantai lima. Sudah satu kampus, satu apartment, satu kerja juga. Bukankah Tuhan seperti mencintai kita dan menakdirkan kita hanya sebagai sahabat , Yoong?

Kembali ke cerita sakit perut itu. Aku langsung kesana dan menanyakan tentang sakitnya itu. Dengan santainya dia berkata bahwa sebenarnya dia hanya berbohong pada saat itu.

“Aku sebenarnya gak sakit sih. Cuman ingin ditemani seseorang saja,” jawabnya dengan wajah tak bersalahnya.

“Dasar kamu ya, aku kira sakit beneran. Makanya cari pacar sana,” ucapku kepadanya. To be honest, aku tidak ingin Yoona berpacaran dengan siapapun. Aku hanya ingin dia hanya melihatku saja dan selalu ada untukku.

Aku terdengar egois, bukan? Tetapi itu bukan aku yang berkata melainkan hatiku. Aku saja waktu kuliah sudah beberapa kali ganti pacar, dia saja tidak melarangku untuk pacaran. Sebenarnya aku tidak melarangnya, tetapi tidak suka saja. Atau apalah itu.

Malam itu aku dan dia memutuskan untuk hanya mengobrol dan bercanda gurau saja, sampai dia tertidur di pundakku. Semua sunyi, mungkin degup jantung ini sampai terdengar. Aku hanya berharap waktu itu jangan sampai Yoona mendengar degup jantung ini. Biar aku saja yang tahu.

Aku langsung memindahkannya ke tempat tidurnya. Sesekali aku melihat wajahnya saat tertidur dan merapikan rambutnya yang menghalangi aku melihat wajahnya. She’s so pretty.

Yes, so pretty.

-tbc

Jangan lupa vote and comment ya! And let's be friends!! Hehe.

[COMPLETE] FeelingsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang