Guru baru itu

36 2 0
                                        

"Ough.... So sweet...!" sunny menatap lurus kedepan, kayak orang kesurupan sambil mengguncang-guncangkan bahu Tiffany yang duduk disampingnya. Ia seperti nggak rela memejamkan matanya sedetik pun.

"Ganteng banget kan, Tiffany?"
"Nggak!" tegas Tiffany, sok cuek.
Padahal dalam hati, ia telah mengangguk 119 kali untuk mendukung pernyataan sunny. Kim Taeyeon, guru baru yang mengajar ilmu sejarah dikelas 3 IPS itu memang.... Ough!

"Boong banget..., lo boong kan..., lo juga naksir kan, fanny?" ledek sunny.
"Heh..., gue bilang nggak, ya nggak.." suara Tiffany nyaris berbisik, berusaha agar obrolan nya dengan sunny tidak mengundang perhatian yang lain. Apalagi kim Taeyeon. Hanya saja, ekspresi muka Tiffany tetap menandakan ucapannya itu sebuah penyangkalan.

"Cieeh, segitu sewot nya. Kayaknya lo beneran suka ya, sama kim Taeyeon ?"
"Gila, lo! Dia kan guru kita!" Tiffany berseru setengah berbisik, sambil sempat curi pandang ke depan kelas, dimana kim Taeyeon tengah serius membahas detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia.

"Tapi ganteng, kan....? Usik sunny lagi.
"Dikit... "
"Hihi, lain dimulut, lain dihati, tuh! Nggak apa-apa kale, fanny, pak Taeyeon kan masih jomblo! Siapa tau kita jodoh sama dia!"
"Bodoh amat! Gue udah punya pacar!"
"O iya, ya, entar si kai, gebetan lo itu mau lo diselipkan di mana ya, kalo lo ngegebet pak Taeyeon juga, hehe!"


Huh, kai secara status dia emang pacar gue CATET, setelah sempat gue tolak 17 kali! Tapi, mana pantes dia dibandingkan sama 'pak kim Taeyeon'?

"Heh, kenapa lo, fanny, bengong gitu, kesurupan setan ancol, ya?"
"Oh, nggak, nggak... "
"Jangan bilang lo ngelamunin pak Taeyeon... "
"Ye, nggak kali! Sembarangan aja lo kalo ngomong!"
"Lee soon kyu!"
"Iya! Saya Pak!" jawab sunny tergagap, sambil ngacungkan tangannya.
"Coba bagaimana pendapatmu, dari penjelasan yang tadi saya sampaikan, apakah kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari jepang atau merupakan hasil perjuangan bangsa Indonesia?"

Oh No! Dia manggil sunny apa ngeliat gue juga ya? Apa dia masih ingat.....

"Eng... anu... anu, pak, anu... " sunny mati kutu.
"Ya sudah, lain kali coba banyak membaca dan perhatikan apa yang saya jelaskan ya, sunny."
"Ii-iya... Pak," jawab sunny malu-malu.
"Coba kamu, kai Jawab pertanyaan saya tadi!"
"3-0, pak! Juve emang top abiz dah, PERSIJA sih lewat!"jawab kai mendadak terbangun dari tidur nya di kelas. Kontan seisi kelas tertawa ngakak mendengar jawaban kai yang kelewat cerdas itu.

Nggak lama kemudian, bel sekolah bunyi meraung-raung menandakan jam pelajaran dihari senin yang melelahkan itu, berakhir. Tiffany pun merasakan hal yang sama. Lelah.

*******

"Awas...., patah tuh leher...!" seloroh yuri menangkap basah tiffany yang pandangannya mengekor terus pak kim Taeyeon berjalan, sampai-sampai leher nya nyaris engsel yang mampu berputar 90 derajat.

"Apaan sih lo, black kwon!" cetus tiffany.
"Entar gue bilangin kai lo, fanny!" ancam raffa.
"Bilangin aja sono, gue nggak takut! Apa peduli dia, heuh? Dan juga apa urusan lo pake ngadu segala ke dia? Kacung nya ya, lo?!" tantang tiffany hwang tanpa mempedulikan kalau ancaman yuri itu menjadi kenyataan. Tiffany memang tidak ambil pusing dengan perasaan kai. Tapi, sikap kai yang sering memiki itu sering kali merepotkan tiffany.

"Sensi banget, sih...., lo lagi dapat, ya?" ucap yuri dingin seraya berlalu mengabaikan kinanti
"Kenapa, fanny? " sunny datang mendekat.
"Tau tuh, si yuri. Ikut campur urusan orang aja!"
"Alah..., sih black kwon aja lo ladenin, cuekin aja kali, entar juga dia jadi serba salah sendiri!"

Shit! Udah dua minggu dia ngajar, tapi kenapa dia seolah ga nyadar kalau gue juga salah satu muridnya, heuh! Masak gue duluan yang negur dia, tengsin lagi!

"Whuoi, seharian ini gue liatin lo banyak ngelamunnya deh! Jangan gitu dong, fanny! Ayam tetangga gue kena flu burung tuh, gara-gara kebanyakan ngelamun! Kita ke kantin aja yuk!"
"Males, ah. Gue mau langsung pulang aja."
"Ayolah...., gue janji deh, hari ini nggak akan semena-mena minta traktir dua mangkok bakso! Eh, tapi bayarin minum gue ya, kinan! Jus melon doang, dua gelas!" sunny menarik lengan tiffany menuju kantin sekolah.

"Hon, kita nomat', yuk!" kai menghampiri meja kantin tempat tiffany dan sunny menikmati jus melon dingin.
"Eh, gue ikut dong! Nonton mendadak dangdut aja, ya!" seru sunny antusias.
"Fanny, mau nggak?" kai ngacangi sunny yang dari tadi terus ngoceh nggak jelas.
"Males."
"Ayo dong, fanny... Kangen nih, kan dah lama kita nggak ngedate lagi!"













Bersambung......

*yeeyeee akhirnya selesai juga part one kiss me 😂😂😂😂
Jangan lupa juga leaders voute and komen gue harap dapet kritikan dari lo pada... 😁😁😁
Thanks you buat lo pada yang udah mampir di wattpad gue jangan lupa follow @buntute oke kawan 😊😊😊

Sampai ketemu jumat depan 😉😉😉
See you 😭😭😭

Jangan lupa mampir juga di

IG : Gillespie zee 😘😘
Fb : Gillespie zee 😘😘

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Apr 05, 2018 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Kiss me Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora