Hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan untuk pergi ke sekolah, karena hari ini ada pelajaran matematika. Berbeda dengan siswa lain yang menyebutkan bahwa matematikan adalah pelajaran paling menyebalkan tapi tidak dengan Michael Farrel Zayn anak kelas IPA 1.
Lagu Side to Side yang berasal dari benda pipih berwarna hitam itu menggema dikamar sehingga pemiliknya terbangun dari tidur. Farrel mengambil HP nya lalu melihat, jam pagi yang tertera di layar Hp menunjukkan 05:00. Ia mematikan alarmnya. Farrel pu  beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk mandi. Ia tak perlu waktu lama untuk mandi, pakai seragam dan solat. Setelah siap Farrel turun ke lantai bawah yang sudah ada ayah ibu dan Rani-kakak Farrel.
"Selamat pagi" ujar Rani. "Hmmm" balas Farrel tanpa melihat pada Rani. "Ayo nak sarapan dulu" ajak mama Farrel yang dibalas dengan gelengan dari Farrel "gak mah Farrel harus berangkat sekarang. Farrel pergi sekolah" kata Farrel sambil mencium tangan kedua orangtuanya secara bergantian " hati-hati" ujar ayah dan Rani. Farrel pun beranjak keluar menuju halaman rumah. Disana telah terparkir motor hitam milik Farrel. "den Farrel ini kunci motornya" kata penjaga rumah sambil memberikan kunci motor. "Oh.. Ya makasih" balas Farrel dan mengambil kuncinya. Farrel pun memakai helm dan menaiki motor lalu melesat membelah jalanan yang cukup ramai.
Diperjalanan Farrel melihat cewek yang memakai seragam yang sama dengannya sedang berdiri di pinggir jalan, Ia pun menepi "oy! Lo mau berangkat sekolah? "tanya Farrel. "Mau ke pasar... Ya.. iyalah mau sekolah lo gak liat apa gue pake seragam" balasnya. Farrel berdecak "ck. Ya udah ayo naik bareng sama gue aja, lagi pula kalo nunggu angkot lama nanti bisa kesiangan". "Gak. Gue gak mau takut" jawabnya. Farrel mengerutkan dahi "Takut?  Why? ". "Takut kalo lo bakal nyulik gue dan bukannya bawa gue ke sekolah.". Farrel yang mendengar hal itu tertawa "hahaha... Gue nyulik lo? Buat apa? Hahaha.. " . "Iss..  Malah tertawa" balas cewk itu dengan cemberut. "Ayo naik! Mau bareng gak? Keburu siang. " ajak Farrel, "gak" menjawab dengan singkat. "Yakin gak mau sama orang ganteng ini" tanya Farrel sambil menaik turunkan alisnya. "Idih sok kepedean lo ngomong" cewek itu sambil merinding. "Bareng gak nih gue tanya sekali lagi? ". Cewek itu tampak sedang berfikir antara ikut dengan cowok yang gak kenal siapa namanya atau nunggu angkot terus kesiangan dan kena hukum sama Pak Andi -guru killer. "Ya udah deh gue ikut sama lo. Tapi lo jangan kebut-kebutan! ". Farrel tersenyum mendengar penuturannya, "oke oke". Farrel pun  menyerahkan helmnya.  Setelah memakai helm ia pun naik ke motor Farrel. "Pengangan! " cewek itu pun berpegangan ke tas Farrel, Farrel yang menyadari hal itu hanya tersenyum kecil. "Siap? " tanya Farrel  "iya gue siap". Farrel pun langsung memajukan motor nya dan kembali membelah jalanan kota yang ramai ini. Hening. Itu lah yang terjadi pada dua remaja saat perjalanan menuju sekolah. Tidak ada yang berani untuk memulai percakapan diantara mereka, hingga mereka pun sampai di parkiran sekolah dan Farrel pun memarkirkan motornya tepat disebelah motor berwarna merah dan besar itu yang Farrel yakinin bahwa itu adalah milik Reza-temannya.

Vous avez atteint le dernier des chapitres publiés.

⏰ Dernière mise à jour : Mar 13, 2018 ⏰

Ajoutez cette histoire à votre Bibliothèque pour être informé des nouveaux chapitres !

The End of StoryDes histoires addictives. Découvrez maintenant