Jung Jaehyun.
Siapa yang tidak kenal Jaehyun? Dikenal sebagai pangeran karena sangat tampan, murah senyum, dan berhati hangat.
Jaehyun yang tampan ini kerap membuat siswa dan siswi terpikat olehnya, terutama setiap ia tersenyum. Tidak hanya itu, Jaehyun dikenal sebagai panutan karena menjadi penerima beasiswa di SMA-nya. Benar, menjadi panutan. Dulu.
Namun sebelum menginjak lebih jauh tentang kehidupannya sekarang, lebih baik jika kita mengenal sosok Jaehyun di masa lalu.
Jaehyun lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Jung Yunho, merupakan seorang atlet bela diri. Namun, semua berubah semenjak ayahnya menjadi seorang bodyguard di sebuah agen rahasia milik pemerintah yang membuat Jaesuk harus bercerai dan meninggalkan istri dan anak-anaknya. Saat itu, Jaehyun masih kecil, berumur 7 tahun.
Berbeda dengan ayahnya, sang ibu adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Namun semenjak ditinggal sang suami, ia harus banting tulang dan merangkap dua peran bagi ketiga anaknya. Lee Soohyun, ibunya, membuka kios kecil yang menjajakan tteobeoki di sebuah pasar malam.
Jaehyun merupakan anak pertama. Adik pertamanya bernama Jeno, berbeda 3 tahun dengannya. Sementara adik terkecil, Lami, berbeda 6 tahun dengannya.
Untuk menjadi panutan bagi adik-adiknya, Jaehyun haruslah bisa bersabar sekaligus bersikap tegas pada mereka. Sosoknya sendiri adalah pekerja keras dan gigih. Jaehyun sendiri mengakui jika sebenarnya ia tidak terlahir pintar. Beasiswanya pun didapat karena kerja kerasnya.
Suatu hari, mereka mengalami kesulitan di bidang finansial karena ibunya berhutang banyak. Bahkan sang ibu sempat tidak dapat berjualan karena uang untuk berjualan mereka habis membiayai kebutuhan anak-anaknya. Jaehyun sebagai anak tertua saat itu, merasa bertanggung jawab karena melihat ibunya harus bekerja keras sebagai OB untuk membiayai dia dan adiknya.
Jeno saat itu belum cukup umur untuk dapat mencari kerja, apalagi Lami. Maka, dengan berat hati, Jaehyun terpaksa diam-diam bekerja paruh waktu di sebuah restoran ayam. Diam-diam? Tentu saja, karena ia adalah penerima beasiswa, maka dilarang bagi Jaehyun untuk bekerja atau beasiswanya akan dicabut.
Tapi dunia ini sangat kejam.
Seseorang melaporkan Jaehyun hingga setelah tiga bulan ia bekerja, beasiswanya terpaksa dicabut. Mau tidak mau, Jaehyun harus bekerja lebih keras lagi. Akibatnya, nilai sekolahnya turun drastis karena tidak sempat belajar. Ia tidak lagi bekerja di restoran ayam, tapi merangkap sebagai dua pekerjaan lain. Ia bekerja di supermarket dan tukang dapur di sebuah restoran lain.
Di tahun terakhir SMA-nya ini, Jaehyun memiliki beban yang berat sebagai seorang pelajar sekaligus anak terbesar di keluarnya. Ia harus belajar keras agar ujian akhirnya bagus, tapi ia juga harus bekerja keras agar dapat memiliki cukup uang.
'Jika saja aku memiliki ayah, jika saja aku memiliki banyak uang, jika saja aku terlahir pintar.'
YOU ARE READING
perfection (×) - jaehyun yeri
FanfictionKetika masa remaja merupakan masa tersulit dalam kehidupan, dua insan itu akan menyetujuinya. Jung Jaehyun berumur 19 tahun dan merasa frustasi di tahun terakhirnya SMA. Ia selalu menganggap dirinya tidak berguna dan menjadi beban bagi keluarga yang...
