JAKARTA

76 1 0
                                        

.

Jakarta

Yah jakarta adalah kota dimana ayahku bekerja..

Menyupir bajaj.. Sejak aku belum lahir hingga aku kelas 3 SMK ayah selalu bekerja menyupir bajaj..

Penghasilan yang lumayan cukup atau mungkin sangat cukup..
Bisa menyekolahkan kan aku dan ke 3 adikku..
Walaupun kami jarang dikasih uang jajan.. Tapi kami tetap semangat menjalankan sekolah...

Liburan adalah waktu dimana aku bisa ikut bersama ayahku di jakarta..

"Ma.. Jam berapa kita kejakarta''ucapku kepada ayah..
MAMA adalah panggilan sayangku untuknya..

" Jam 14an ajah"Ucap ayah sembari membereskan pakaian kami..

Memang sekarang ayahku sedang sakit.. Entah sakit apa❓dia tak pernah mau kasih tau padaku..

Khawatir.? ? Itulah kata" Yang selalu terungkap dibenakku..

Jam 14.00 kami pun berangkat menuju terminal untuk menunggu bis..
Entah bis apa.? Aku tak tau..

Sekitar 5-6 menit kami menunggu bis itu datang tapi.. Sampai menit ke 7 bis belum juga sampai..

Aku bisa melihat raut muka cape di wajah ayah.. Tapi ia berusaha kuat untuk tidak membuatku khawatir..

Dia adalah ayah yang sangat terbaik didunia ini..
Ayah" Diluaran sana yang selalu berjuNg untuk anak dan istrinya memang hebatt.. .

Kami duduk di kursi terminal berwarna kecoklatan. .

Lampu" Terpancar dari beberapa jalan.. Menandakan hari sudah mulai sore..

Cang cimeng.. .
Cangcimen.. .
Cangcimen..
Itu yang aku dengar..

Kalian pasti tau orang itu jualan apa..
Kacang.. ? Kuaci.? Dan permen.. ?

Rasa haus pun melanda tenggorokan ku.. Akupun tau ayah pasti juga kehausan..
Kaki ku bangkit dari tapak annya da  mencari" Orang berjualan air mineral..

"Bang.. Ada air mineral" Ucapku kepada seseorang yang aku yakin berjualan air mineral.. Orang itu terlihat sangat tua renta.. Tetapi masih tetap mencari nafkah..

"Ya Tuhan engkau sangat baik pada kami.. Memberikan ayah yang sangat sempurna bagiku.. Melakukan apapun yang kami mau.. Harta menurut mereka tak berguna bila melihat kami menangis.. Ya Tuhan inikah malaikat yang kau sebut tak bersayap itu..? "

"Ada neng.. 5000" Ucap pak tua sembari menyodorkan air mineral itu..
"Saya ambil 2 pak" Ucapku menyodorkan  uang senilai 20.000

"Gak ada kembaliannya neng" Pak tua itu kebingungan menukar uang..

"Ambil aja pak kembaliannya" Ucapku sembari tersenyum manis kepadanya..

Aku berlalu meninggalkan pak tua itu dan sejumlah air mineral yang akan ia jual..

Sungguh perjuangan seorang ayah memang sangat besar..
Tak ada kata lelah.. ?
Tak oula ada kata jenuh.?
Ataupun kata kata malas lainnya.. ?

Ia lelaki hebat yang pernah saya temui setelah ayahku..

Aku menyodorkan  sebotol air mineral kecil kepada ayah.. Dan langsung ia teguk..
Gukkk. .
Gukkk.. ..
Gukkk.. .
Suara yang aku dengar.. .
Suara itu yang seri g menjadi pertanda kalo ia sangatlah haus..
Haus.. ? Karena menunggu bis terlalu lama... .

Hari sudah semakin gelap.. Hujan sudah mulai turun walaupun masih kecil..
Tottttt.. .
Tottttt.. .
Totti. .

Suara mobil yang aku rasa itu mobil yang akan kami tumpangi ke Jakartaa.. .

"Ayo lis.. Cepat" Ucap ayah sembari menggandeng tanganku.. .

Lis.. ? Yah namaku Lilis.. Nama yang sangat indah untuk ku dengar.. Nama yang orang tuaku berikan..

Upsss.. Kenalin ayahku bernama Samin.. Nama yang sangat aku sayangi dan orangnya juga aku sangat cintai..

Aku segera menyusul ayah menaiki mobil berwarna hijau bergambarkan buah.. ? Entah buah apa.. ? Aku melihatnya Samar''

Kami mencari bangku yang kosong untuk kami berdua duduki..

Bangku paling depan.. ? Kosong..
Itu khusus buat kami berdua.

Aku memilih bangku paling depan karena aku merasa mual bila diperjalanan.. .

Kami merasa nyaman dalam bangku itu hingga akhirnya kami tertidur pulas.. ..

NEXT CERITA YAHHHH😁

I LOVE FATHEROù les histoires vivent. Découvrez maintenant