Its Your Dream

390 50 6
                                        

Suara desis ramyeon yang tengah dimasak membuat Joy kembali sadar ke dunia nyata. Ia menemukan dirinya terkantuk-kantuk menunggu ramyeon yang baru saja ia celupkan, dengan cepat ia menggeleng-gelangkan kepalanya ke kanan dan kiri hingga rambut pendek sebahunya berguncang ramai.

"Sadarlah, Park Sooyung. Masih ada 20 halaman yang harus kau tulis." Katanya dengan mata yang mungkin tunggal 5 watt lagi daya tahannya.

Dia adalah Park Sooyung. Di Amerika nama koreanya itu terlalu rumit untuk diucapkan hingga akhirnya terciptalah Joy sebagai nama panggilanya mewakili kepribadiannya yang asik dan menyenangkan. Sejak lahir Joy diadopsi oleh seorang duda tampan bernama Yook Gong atau biasa disapa Gong Yoo Samcheon olehnya. Tidak hanya dia dan Gong Yoo Samcheon yang tinggal di rumah itu, ada Yook Sungjae yang seumuran dengannya dan juga si kembar yang baru menginjak masa pubernya Jing Goo dan Min Jae. Mereka semua adalah anak adopsi Gong Yoo samcheon kecuali Yook Sungjae, dia adalah anak asli alias kandung. Semua anak Gong Yoo samcheon merupakan keturunan asli korea meski sejak kecil mereka tumbuh dan besar di Amerika.

Kembali kesini, Joy dengan malas mengutak-utik ramyeon yang tak kunjung matang itu. Dengan hati-hati ia tambahkan telur kedalamnya, tidak lupa keju dan sosis yang menambah sedap tampilan ramyeon rumahan miliknya.

"10 menit, akhirnya matang juga." Joy dengan semangat mengangkat panci dan ia tempatkan diatas meja makan yang sudah ia berikan alas bagian bawahnya.

Slurrrrpppp.

"Uhmmmmm, Wanjeon, Neomu, meosiso."

Mungkin jika ada orang lain yang melihat Joy yang makan, mereka akan berpikir kalau dia baru pertama kali makan ramyeon selama hidupnya. Padahal faktanya Joy sudah seharian tidak makan apapun dan mengabdikan dirinya dalam tumpulan kertas-kertas tugas yang tak kunjung selesai itu, padahal sebenarnya tugas akhir semester itu akan cepat selesai jika partner kerjanya mau mengerjakan bagiannya, namun sayang, selama ia bersekolah partner tugasnya tiada lain adalah Yook Sungjae atau bisa dibilang definisi lain dari kata malas.

"Aish, aku tidak tahan lagi. Dia serumah denganku, dia juga saudaraku, tapi kenapa lebih mudah bekerja dengan wendy yang rumahnya berjarah 10 blok dari sini, aku benar-benar tak mengerti kenapa aku mengalami semua ini."

Joy melampiaskan kekesalannya kepada kuah ramyeon yang beberapa saat lagi akan diminum habis olehnya.

Setelah makan ramyeon alih-alih kembali ke kamarnya ia malah berjalan menuju kamar Sungjae. Joy tahu dia hanya akan membuang waktu mengajak saudaranya itu bekerja kelompok, paling jika tidak "Nanti aku akan menyusulmu" yang pastinya tidak akan terjadi, Sungjae akan mengatakan "Aku akan melakukan apapun kecuali mengerjakan tumpukan sampah itu" namun yang paling dibenci Joy adalah saat Sungjae sedang tidur karena itu tak ada bedanya dengan bicara dengan bantal.

"Yook Sungjae kumohon kali ini kau..."

Kalimat Joy terhenti saat melihat Sungjae tidak ada dikamar dan melihat kondisi kamarnya yang tak ada bedanya dengan pasar yang baru kebakaran Joy tahu dimana makhluk itu singgah.

"Ahhhh, lagi-lagi seperti ini." Ucapnya pasrah.

Mungkin ini adalah momen yang paling dibenci sekaligus paling sering yang harus dialami Joy. Membangunkan Sang tukang tidur Yook Sungjae. Sudah 3 jam berlalu namun dia bahkan tak menggerakan ujung jari kakinya sedikitpun. Badannya seperti sudah tertempel ditempat tidur dan yang lebih mengejutkan lagi itu bukanlah tempat tidurnya sendiri, Sungjae biasa imigrasi ke kamar yang lain karena malas tidur di tempat tidurnya yang jika dibandingkan dengan kandang ayam mungkin si ayam akan lebih nyaman tidur di tempatnya daripada tidur di tempat Sungaje. Korban kali ini adalah Joy, umur 18 tahun, status : saudara tiri. Kamarnya ada disebelah Sungjae sehingga paling sering menjadi tempat Sungjae mengejar mimpi dibandingkan dengan kamar dua adik tiri kembarnya yang ada di lantai atas.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 03, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Between UsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang