"Duh, masih kerasa nih dag dug dor nya.." pikir Nanda yang tidak bisa mengendalikan perasaanya ketika melihat guru yang ia cintaii
Memang terasa aneh ketika kita menyimpan perasaan pada seorang guru. Tapi apa salah jika perasaan ini muncul tiba tiba. Dalam benaknya Nanda berfikir bahwa menyukai seseorang itu wajar. Tapi sesuatu yang mengusik hatinya tak kunjung mereda, ia akui ia sedang jatuh cinta.
Pada dia yang selalu mengajarkan arti kebaikan. Ya, dia memang menyukai guru nya itu.
Drrrt.. Drrrt
"Nan, aslian lo suka sama dia ? Ga habis pikir gue, dia itu guru yang ga pernah senyum, jutex, bahkan dia jarang banget ngomong"
Pesan yang sempat Nanda baca, yang ternnyata dari sahabat nya sendiri, Asma.
"Gue juga gatau, tiap kali geu liat dia, rasanya gue kena serangan antung deh. Gue rasa dengan cara dia jutek, mungkin itu cara dia ngasih perhatian deh ke gue, dan gue yakin kayanya dia tau kalau gue suka. Gue akui dia kaga ganteng, tapi dengan kejuekannya bikin hati gue meleleh Ma." Balas Nanda yang dengan cepat mengutak atik smartphone nya.
YOU ARE READING
The Nine of Mujahidah
RomanceBersama sama meraih keridhaan-Nya, membicarakan masa depan tanpa ada kecanggungan sedikit pun. Alea berharap The Nine of Mujahidah itu kembali seperti duluu. Melanjutkan perjuangan yang sempat terhenti. Naas, ditengan perjuangannya yang penuh lika l...
