BAB I

2.7K 646 922
                                        

Hari ini adalah hari terakhir di SMA Merdeka bagi mereka yang sudah lulus setelah berjuang menghadapi soal-soal Ujian Nasional. Sekarang, kelas 12 sedang bersiap-siap untuk mengikuti acara kelulusan yang sudah dibuat oleh sekolah.

Dekorasi yang mewah di lapangan sekolah membuat acara semakin meriah. Tenda yang besar dengan warna serasi dan panggung yang sudah disiapkan dari jauh-jauh hari. Di samping panggung sudah ada banner berukuran 15x10 meter dengan warna biru dongker dan gambar lambang angkatan yang dibuat oleh angkatan mereka untuk ditandatangani sebagai kenangan.

Banyak siswa-siswi kelas 12 yang sudah berdatangan dengan pakaian kebaya untuk perempuan dan kemeja untuk laki-laki. Di pejuru remaja ini semuanya berbimbingan tangan dengan pasangannya.

Dyra, salah satu siswi yang sudah datang dengan rekannya yaitu Satria yang juga salah satu siswa dari SMA Merdeka ini.

Dyra berpakaian kebaya berlengan sesiku berwarna pink tua dengan kain batik cokelat selutut lalu rambutnya yang berurai begitu saja, kemudian bibir tipis yang diberinya liptint berwarna serasi dengan warna bibirnya itu. Tak lupa, Dyra juga membawa dompet berwarna pink tua seperti warna kebaya yang dikenakannya serta flatshoes berwana cokelat muda dengan pita yang menjadi tambahannya membuat penampilan Dyra semakin cantik.

Sedangkan, Satria berpakaian kemeja berwarna putih polos berlengan panjang kemudian Satria gulung sampai siku lalu celana levis panjang berwarna hitam. Tak lupa, Satria memakai jam tangan berwarna hitam di tangan kirinya serta sepatu all star berwarna putih.

Dari gerbang sampai memasuki lapangan, Satria selalu menggandeng tangan Dyra. Dari arah jauh ada seseorang yang mengarahkan mereka berdua jalan ke arah banner. Setelah Satria dan Dyra sudah tepat di depan banner milik angkatan mereka, Fadlan memberi spidol yang bertinta emas dan menyuruh mereka berdua untuk menandatangani banner itu. Fadlan, yap nama seseorang yang barusan mengarahkan mereka berdua ke tempat di mana banner berada

Satria mengambil spidol itu dari tangan Fadlan, "Makasih." Kemudian Satria menandatangani banner, setelah itu Satria memberi spidol ke Dyra, "Ini buat Tuan Putri aku."

Dengan pipi yang memerah akibat ucapan Satria, Dyra pun mengambil spidol dari tangan Satria, "Makasih." Ditandatangani banner itu, setelah selesai spidol yang Dyra pegang dikembalikan ke Fadlan.

Setelah itu, Satria membawa Dyra ke tempat duduk yang berada di depan panggung.

"Kita di tengah aja, ya?" tanya Satria ke Dyra sambil melihat kursi kosong yang berada di tengah. Dyra menjawabnya dengan anggukan saja.

"Kamu mau aku ambilin minum?" tanya Satria saat sudah sampai di kursi yang mereka duduki.

Dyra menoleh ke arah Satria, "Boleh." Kemudian Satria beranjak dari tempatnya dan menghampiri meja yang sudah disiapkan untuk air minum. Diambilnya dua gelas untuknya dan untuk Dyra, Tuan Putrinya.

"Ini buat Tuan Putri aku." ucap Satria saat sudah sampai di tempat semula. Ucapan dengan kata-kata yang sama untuk kedua kalinya yang membuat pipi Dyra menjadi memerah kembali.

"Makasih," kata Dyra sambil mengambil gelas yang dibawa oleh Satria. Setelah itu, Satria duduk di kursinya.

Kemudian mereka berdua melihat sepasang remaja dari gerbang sekolah, itu Daylon dan Mitha.

Daylon berpakaian kemeja berwarna hitam polos berlengan panjang kemudian digulung sampai siku lalu celana levis panjang berwarna putih. Tidak ada noda sama sekali. Gelang berwarna hitam polos yang berada di tangan kirinya yang membuat aura Daylon semakin bertambah serta sepatu converse yang berwarna hitam.

Sedangkan, Mitha berpakaian kebaya berlengan panjang berwana merah tua dengan kain batik cokelat panjang lalu rambutnya yang dikuncir satu seperti ekor kuda kemudian bibirnya diberi liptint berwarna sama seperti bibirnya. Mitha juga membawa dompet berwarna hitam serta flatshoes berwana coklat muda polos.

Daylon dan Mitha mengarah ke tempat banner untuk tandatangan di banner milik angkatannya seperti layaknya Satria dan Dyra lakukan sebelumnya.

Setelah selesai, Mitha mengadahkan pandangannya ke tempat kursi dan mencari kursi kosong. "Day, kita kesana yuk! Di tengah kan masih ada kursi kosong yang sisa," ucap Mitha sambil mengarahkan Daylon ke kursi yang ingin Mitha duduki.

Tempat yang Mitha dan Daylon duduki berseberangan dengan tempat Satria dan Dyra berada. Saat Mitha sudah duduk, Daylon meminta Mitha untuk menunggunya sebentar.

Dari kejauhan Dyra tampak tidak tenang, ketika melihat Daylon berjalan menuju ke arahnya. Yap, Daylon sedang berjalan menghampirinya dengan wajah memerah. Dyra yang melihat Daylon langsung berdiri dari tempat duduknya namun tangannya ada yang menarik, yaitu Satria.

"Kamu kenapa?" tanya Satria heran.

"Ah, anu, nggak kok." Dyra merasakan keringat dingin mulai menjalar pada tubuhnya. "Hm, Sat, aku ... aku ke toilet bentar ya."

"Mau aku anter?" tanya Satria lagi.

"Ah, nggak ... ya ... ya ... enggak usah kamu ... kamu di sini aja." jawab Dyra terbata-bata.

"Oh yaudah, hati-hati ya, Tuan Putri," ucap Satria lembut.

Saat Dyra berlalu pergi menuju toilet, Daylon sampai di tempat Satria dan Dyra.

"Hai, Sat! Sendirian aja nih," sapa Daylon sambil menepuk pelan pundak Satria dari arah belakang.

Satria menoleh ke arah belakang, "Eh lu, Day. Nggak lah, sama Tuan Putri gue."

"Lho mana?" tanya Daylon sambil melihat ke daerah sekitar Satria.

"Orangnya lagi ke toilet." jawab Satria santai.

"Kenalin ke gua dong," pinta Daylon.

"Ahh iya nanti," ucap Satria.

"Assalammualaikum wr.wb." ucap pembawa acara yang sudah berada di atas panggung.

"Gua tinggal dulu, ya," pamit Daylon sambil beranjak dari kursi.

"Oke, hati-hati," kata Satria. Kemudian, Daylon dan Satria ber-high five.

Satria terus mencari keberadaan Dyra. Bagaimanapun juga, Dyra adalah pasangannya dan kini acara akan segera dimulai.

TBC

Halo gais❤❤
Semoga feel nya dapet ya😍😍
Jgn lupa tinggalin jejak kalian, tq💕💕

DIFFERENT Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora