Terasa malas untuk bergegas menuju gedung kokoh Sendu itu, Tapi aku rindu, pria yang kemarin sore Tidak sengaja menabrak tubuhku.
Oh tuhan makhluk ciptaan mu yang satu itu berhasil Merebut semangatku untuk menuju gedung Ekonomi lantai satu. Dalam hitungan jam pasti akan ada alarm Bergegas hebat berteriak memanggil namaku hitung saja satu.. Dua..
"Amel! " ketuk Pelan Ibu dari luar kamarku
"Iya, amel sudah bangun bu, Hanya saja Kemeja yang mau amel gunakan butuh di setrika! " Teriakku dari dalam kamar padahal yang sedang aku lakukan adalah berguling-guling di atas kasur hangat ini.
Wanita sepertiku tidak butuh berdandan lama kemeja dan Celana jeans Rambut di kuncir satu sudah menjadi langganan keseharianku ,Terkadang aku ingin seperti wanita lainya berpenampilan princes .
Aku menuju dapur untuk sarapan, hari ini ibu membuat sarapan yang sedikit menggugah selera makanku.
"Ibu, Hari ini Amel pulang kuliah sedikit terlambat? " Pamit ku pada ibu mengiringi seteguk Susu coklat hangat.
"Iya, apa uang saku mu cukup ?"
"Cukup, uang yang ayah berikan masih ada bu! " perjelasku sebenarnya uang itu masih banyak bahkan utuh, aku memilih menyimpan uang itu baik-baik Ketika terkumpul aku ingin hadiahkan ibu sebuah Oven Kue sebab aku tahu ibu sangat suka membuat kue kering ketika hari Raya tiba.
Jam mungil hitam pemberian Seseorang yang biasanya menggangu keseharianku Menunjukan pukul 07:30 , yang menandakan aku harus bergegas cepat.
"Amel berangkat? " tukas ku dengan mencium pipi kanan ibu, sebab ibu sedang membersikan sisah barang-barang yang tadi digunakan untuk memasak.
Seperti biasa tongkrongan hangatku adalah halte di sebrang jalan Depan Kompleks rumahku. Disini banyak kenangan dari aku SMP hingga Kuliah semeter Tua. Aku selalu menunggu jemputan kendaraan umum Apalagi kalau bukan bus kota.
Aku sebenarnya bisa seperti teman-teman Seusiaku, Memiliki kendaraan pribadi semua fasilitas di penuhi orang tua. Bahkan aku sangat sadar Ayahku Memiliki Rumah makan di beberapa Cabang kota bisa dibilang Apa yang aku inginkan pasti terwujud hanya saja, aku berpikir untuk apa berbanga hati memamerkan segalanya.
Bus yang biasanya aku tumpanginpun tiba, hari ini sepertinya aku sedikt sial penumpangnya sungguh penuh aku terpakasa berdiri di dekat Pintu bus sampai saat itu ada seorang wanita paruh baya menawarkan tempat duduk padaku hanya saja aku menolaknya sebab sepertinya ia yang sangat membutuhkan bukan aku.
"Mbak silahkan duduk biar saya yang berdiri, kasiand pasti mbaknya capek? " Tawaran nya ramah.
"Tidak, Ibu saja yang duduk saya tidak lama lagi akan turun?" ujarku ramah,padahal aku harus menunggu setengah jam lagi.
Wanita ini mengingatkanku pada Dua minggu yang lalu waktu itu, ada seorang ibu nangis-nangis Setelah barang berharga nya di rampok aku kejar perampok itu bahkan kami sempat Beradu fisik hanya saja aku kalah ia Menghantam Rahang pipiku dan Mengharuskan aku Istirahat di rumah selama Seminggu padahal aku ada ujian tengah semester.
Aku suka dunia olahraga, bahakan sejak SMP aku sering mengikuti kejuaran lomba Karate, Bela diri jenis ini sedikit membuat ayah dan ibu ku bertengkar ibu tidak suka jika aku kenapa-napa. setelah itu ibu luluh karna melihat kegigihanku menekuni dunia ini.
Akhirnya penderitaan ku berdiri selama setengah jam berakhir, aku berjalan santai sembari merapihkan kemeja dan tas ranselku.
Pagi ini angin menggodaku aku berjalan di tengah gedung Ekonomi seorang diri diajaknya aku bermain dengan rambut terlepas dari cepolannya. Padahal ikattanya sudah cukup kuat tapi angin mengalahkannya. Betapa malu nya aku semua pasang mata memperhatikanku karna ulah rambut yang tergerai Indah menjuntai kebawah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pengedar
RomanceKau hebat bisa dengan cepat mematahkan angan wanita yang ingin bahagia
