"fano!"
Gadis itu seperti biasa,selalu memanggil nama itu berkali-kali hanya untuk menarik perhatiannya setiap hari.
Dia Alea Nugraha.
Seorang gadis yang menyukai teman sekelasnya bernama Refano Giovany.
Dia selalu mengganggu Refano,katanya jika tidak mengganggunya sehari saja maka semangat belajarnya akan hilang.
Jika kalian berfikir Alea hanya menyukai Refano saja,kalian salah.
Dia memang wanita yang sangat menyukai laki laki yang tampan, sudah banyak yang dia dekati,tetapi katanya hanya Refano saja yang paling bisa menarik hatinya.
Bahkan hampir semua orang di SMA101 sudah tau kebiasaanya itu.
==>skip ke percakapan sbelumnya
"Refano!"
"Bisa ngga ganggu gua sehari aja? "
"Gabisa, soalnya ngeganggu lo udah jadi kebiasaan sehari hari gua! ^^"
"Terserah lo"
Refano yang malas berdebat dengan Alea,langsung meninggalkan gadis itu sendirian di depan gerbang sekolah.
"Refano, tunggu!"
Orang² disekitar tempat itu sudah terbiasa dengan kejadian seperti itu Setiap harinya.
"Refano! Tunggu gua bisa ngga?" tanya Alea.
"Buat apa? Lo bukan siapa-siapa gua" jawab Refano dengan wajah datarnya.
"Lo sama kaya biasanya ya, dingin" Refano yang sudah terbiasa mendengar ocehan² gadis disampingnya itu hanya terdiam tanpa ingin membalas apa yang dikatakannya.
Akhirnya mereka sampai dikelas mereka.
Jika kalian bertanya apa mereka satu kelas,kalian benar.
Mereka memang satu kelas,kelas XI IPS 2.
Sesaat setelah mereka masuk ke kelas,teman teman kelas mereka selalu saja menyoraki hal hal yang tidak penting.
Tetapi itu membuat Alea semakin bersemangat untuk mendekati Refano.
Berbeda dengan Refano yang selalu merasa risih jika mendengarnya.
Sekarang sudah jam 7.20
Tinggal 10 menit lagi bel pelajaran pertama berbunyi.
Sebelum bel pelajaran berbunyi, Refano selalu menyempatkan diri untuk membaca ulang kembali buku pelajarannya.
Berbeda dengan Alea yang malah membuka laptopnya untuk menonton drama korea terbaru yang sudah dia download.
Tentu saja dia tidak menonton sendirian,dia juga menonton bersama teman temannya yang lain.
"Woy kalian, Kecilin volume nya!" kata Refano kepada Alea yang sedang menonton.
"Ga bosen lo megang buku mulu?" Jawab Alea mengalihkan pandangannya ke Refano.
"Bukan urusan lo, bisa kecilin volumenya?" kata Refano dengan suara di halus-haluskan.
"Iyaiya, apasih yang ngga buat Refano mah!" sahut Alea dengan nada ceria.
"Ehem, Kayaknya bakal ada yang jadian woy!" sahut teman² sekelas Mereka.
"Ck, berisik" sahut Refano.
°kring kring kring
"bel udah bunyi woi, balik ke bangku kalian masing-masing!" teriak si ketua kelas Ika.
"Iyaiya, Cerewet lu" sahut Rizkia.
" Guru dateng woi!!"sahut Pria yang paling tinggi di Klas, Gifary.
>>Skip
Sekarang waktunya keluar main pertama.
Semua orang secara berkelompok-kelompok pergi menuju ke kantin.
Sama halnya dengan Alea dan salah satu sahabatnya yaitu Putri,mereka menuju ke kantin yang berada di bagian barat belakang sekolah yang agak sepi.
Setelah merasa cukup berbelanja dikantin,mereka pun kembali ke kelas.
"Refano?"panggil Alea.
"Apaan?" jawab Refano dengan ekspresi biasanya,datar.
"Mau permen ngga?" Tanya Alea.
"Sini kasi. kalo nolak, palingan ntar permennya udah nyasar di dalem tas gua" Jawab Refano.
"Ketahuan Lo,wkwkwk" sahut yana sambil tertawa kecil
"Diem, jangan ikut-ikutan!" balas Alea.
"Iyaiya, Lanjutin tuh pdktnya"sahut Putri.
°kring kring kring
Bel berbunyi lagi,tandanya waktu istirahat mereka sudah habis dan mereka harus bergulat dengan soal soal mtk karena hari ini ada ulangan harian.
"Kalian udah belajar apa belum?"tanya sang wakil ketua kelas,Adit.
"Belajar? Emangnya ada apaan?"Tanya Alea.
"Lah lupa lo? Hari ini kan kita ada ulangan harian mtk" sahut Lutfi.
"Beneran? Anjir,gua belum belajar sama sekali!!"teriak Alea frustasi
"Emang kapan sih lo pernah bisa belajar?"Liza
"Ehehe, Yana~. Nanti kalo gua nggak bisa,gua nyontek di lo ya?"rayu Alea ke teman sebangkunya.
"Terserah lo aja"jawab Yana.
"Makasih Yana, Lo emang temen terbaik gua!"kata Alea sambil memeluk teman sebangkunya itu.
"Iya,Gua tau itu. tapi bisa Lo lepasin pelukan lo? Gua ngerasa sesek goblok!"
"ya sabar njir"
Alea pun melepaskan pelukannya dari teman sebangkunya itu.
Next Or Delete?
For next please voment guys^^
YOU ARE READING
But Why?
RomanceAlea Nugraha. Gadis itu sangat menyukai teman sekelasnya. Tapi sampai pada titik terakhir, dia mulai jenuh, lelah. Sekuat apapun perasaan, pasti ada saatnya basi bukan? Alea juga begitu, perasaan nya juga bisa basi. Tetapi saat ingin pergi, dia mala...
