Kiefe mulai menjalani masa SMA nya di Burrys School, dia duduk di bangku kelas 10-2. Kiefe adalah anak yang antisosial, hanya bicara jika perlu, setiap ada acara disekolahnya sekalipun dia tidak pernah mengikutinya, dia hanya melarikan diri dan tertidur di lorong buku perpustakaan.
Seorang gadis dengan aura yang menyenangkan memasuki kelas 10-2 dan tak asing lagi, adalah Akacha. sontak semua anak langsung menyapa Akacha, yang merupakan gadis cantik dengan banyak bakat.
"Pagi Akacha, apa yang akan kau lakukan?." suara Arvel yang sedikit berat itu menyapanya.
Akacha mulai membuka sebuah gulungan kertas, "Baiklah, Anak2 Kelas 10-2 Mohon partisipasinya untuk Event sekolah kita yaitu 'Catch Your Dream'." Suara Akacha yang lantang memenuhi seisi kelas.
"Hahhh.. Event apa itu? kok dadakan banget si cha?.." jawab seluruh anak dengan bingung.
"Kepala sekolah, menyuruhku untuk mensosialisasikan event ini untuk kalian yang berminat mewujudkan mimpi dan cita-cita kalian, saya berharap kalian ikut berpartisipasi." Tegas Akacha.
"Ohh.., seperti apa event itu?." jawab seorang anak lelaki yang bernama Yuji.
"Disini Kalian bisa membuat ide2 kreatif untuk bisnis, bazaar, musikal, drama, dll." jawab Akacha.
"Wah Aku ingin mengikutinya chaa!!.. bagaimana cara daftarnya?." Jawab seluruh anak kelas dengan antusias.
"Jika kalian ingin mengikutinya, kalian harus membuat Tim dengan minimal anggota 2 orang dan maksimal 5 orang, dan kalian bisa tulis nama tim kalian dikertas yang akan saya berikan." Jawab akacha sambil membagikan kertas ke seluruh anak.
"Hmm.. dimana anak yang duduk di bangku ini?, kok tidak ada?." Akacha pun bingung.
"Itu bangku si Kiefe si anak ansos yang sering kabur dari kelas, entah kemana tuh anak aneh." jawab Velina yang sok iye.
"Dimana dia biasa berada, aku akan menemuinya setelah ini." Jawab Akacha
"Biasanya dia sedang berada di perpus, dan tertidur hahaha." tawa si Yuji
"Baiklah kalau begitu, terimakasih untuk kelas 10-2, saya permisi dahulu." Akacha langsung keluar kelas dan mulai menuju perpustakaan.
*Mengetok pintu perpus
tokk.. tokk.. tokk..
"Permisi ya, saya masuk.." salam Akacha dengan ramah.
Bapak perpus menyapa Akacha..
"Hai.. Akacha sedang apa kamu? sepertinya kamu sedang mencari sesuatu?.." sapa bapak perpus.
"Apakah bapak tahu, anak yang bernama kiefe?.." tanya Akacha.
"Ohh, dia biasanya berada di lorong pojok, dekat sejarah belanda, terkadang tertidur." Jawab bapak perpus.
"Oh.. Baiklah terimakasih." sapa Akacha dengan senyuman.
Si bapak pun menyapa dengan senyuman:)
*Akacha berjalan dan melihat dari lorong ke lorong, tiba2 ada seorang anak lelaki yang tertidur.
Akacha pun menghampirinya
"ehmm.. permisi, apakah kamu kiefe?". Colek Akacha ke pundak kiefe.
Kiefe pun terkejut
"ya, ada apa??" jawabnya sambil menguap.
"Hahahah.. heii santai saja aku hanya perlu berbicara denganmu." tawa akacha. kemudian melanjutkan topik, "jadi, sekolah akan mengadakan event Catch your dream, untuk mewujudkan mimpi dan cita2, apakah kau mau bergabung?." tanya akacha
"Tidak."jawab cuek kiefe
"Mengapa kau sungguh mengabaikan ajakanku?." Akacha pun bingung
"Tidak tertarik, hal bodoh." kiefe memalingkan wajah.
"Heii!! mengapa kau begitu dingin?!." teriak akacha yg mulai kesal.
"Apakah kau peduli?." kiefe mulai menutup matanya.
"Semua orang membicarakanmu!, apakah kau tahu?!!." Akacha mulai penasaran dengan kiefe.
"Haha.. terlalu bodoh untuk kupikirkan." kiefe terlalu dingin untuk menjawabnya.
"Jelas saja, bagaimana seseorang mau menjadi temanmu, jika kau saja selalu menghindari mereka?." Tegas Akacha
"Bisakah kau diam, dan tidak berbicara hal bodoh?." kiefe mulai muak.
"Mengapa kau katakan hal bodoh?." Akacha mulai kesal.
"Karena membuat teman adalah kekacauan, dan membuat anak adalah kenikmatan." Jawab kiefe sambil menyindir.
"Hei!! kata2mu sungguh tidak sopan, berhentilah atau aku akan menamparmu!." Akacha tidak tahan dengan kiefe.
"Tampar saja, kau juga akan tahu apa yang terjadi." senyum kecut kiefe mulai terlihat.
*Akacha pun menampar kiefe, tapi kiefe mendorong dan menahan Akacha
"Hei lepaskan!! atau aku akan berteriak!!." Akacha sangat marah dengan kiefe
"Sungguh lemah, tidak berguna, hanya sok pahlawan." Kiefe pun kesal.
"Baiklah!!, maafkan aku, tp tolong lepaskan." desah Akacha
"Segeralah pergi, karena kau pasti dicari." jawab kiefe
*Akacha pun berlari dari perpustakaan
Dan.. Berlanjut gaiz..
YOU ARE READING
Someday
RomanceKiefe adalah anak yang ansos, dan sangat jarang bergaul disekolahnya, namun diluar sekolah ia anak yang sangat berpengaruh bagi lingkungannya, karena Ayahnya seorang CEO perusahaan terbesar, dan dia sangat terkenal sebagai pembicara di seminar ayahn...
