1

21 3 2
                                        

*MOHON MAAF YA, INI CERITA PERTAMA AKU, JADI KALO MISAL ADA KEKURANGAN TOLONG DI MAKLUMKAN YA HEHEHE "DAN TOLONG LIKE AND COMENT DI BAWAH YOOO!"*

-------------------------------------------------------------
HARI ini , kecerian Natasya melebihi hari-hari biasanya. Rupanya apa yang terjadi di malam minggu itu masih menyisakan rasa bahagia di hatinya. Itulah mengapa dia terdengar menendangkan lagu-lagu cinta saat tiba di sekolah. Dan ingin sekali sampai di kelasnya, karena di sana ada dea dan amanda yang pasti telah manunggunya. Dia bermaksud membagi-bagi rasa bahagianya kepada kedua temannya itu dengan cara menceritakan kejadian demi kejadian romantis yang di laluinya sepanjang malam minggu bersama ANANTA, sang pujaan hati. Memang hanya cerita yang dapat dibagi dengan mereka beberapa bagian, lalu diserahkan kepada dea dan amanda secara merata. Heheeeee...., jelas enggak mungkin kan?

   Tinggal melewati ruang kepala sekolah baru kemudian Natasya akan sampai ke kelasnya, tapi dari kejauhan dia melihat beberapa orang bergerombol. Sepertinya sengaja menghadang jalannya. Dea,Amanda,Edo dan kedua temanya sudah ada menunggunya. Tidak ketinggalan juga pak Tejo membawa pentungan di tangan setelah beberapa saat yang lalu dia menghadap ke kepala sekolah untuk melaporkan kondisi sekolah yang masih tetap dengan keadaan aman dibawah pengawasannya. "Hai semua!" seru Natasya saat semakin dekat pada gerombolan kecil teman-temannya lengkap dengan petugas ke amanan bersama mereka. "Ini ada apaan sih? Pakai acara bergerombol segala?"

"Enggak ada apa-apa. Pingin aja kaya gini nungguin lo. Yah, seperti ini ngumpul-ngumpul. Dan lo dengan teganya datang jam segini. Kayaknya lo itu makin sibuk aja ya, sampai enggak sempat lagi ngumpul-ngumpul bareng kita?"

"Iih, siapa lagi yang sibuk. Hari ini aja gue pingin cepet ketemu sama kalian semua. Eh, gak taunya kalian malah nungguin gue. Jadi deh gue enggak perlu repot-repot nyariin kalian satu satu dengan bantuan pak Tejo."

  "Oya? Memang ada apaan sih sampai lo gak ngerasa cape dengan acara senyam senyum sendiri lo itu? Kaya orang kurang waras aja." tukas Amanda sengit karena merasa kebahgiannya saat itu mulai tersaingi oleh senyumanya Natasya.

  "Tahu gak. Gue bahagia banget hari ini." ujar natasya terus memamerkan senyumannya membuat edo menatap tanpa kedip dan lipri di mulut pak Tejo jadi lepas karena mulutnya menganga takjub.

  "Jelas enggk tahulah. Lo juga belum ngasih tau ke kita semua apa yang bikin lo bahagia banget.". Gerutu dea dengan wajah terlihat tak acuh.

  "Ternyata hayalan gue selama ini jadi kenyataan. Gue sama sekali enggak pernah nyangka akan menjadi salah seorang cewek yang paling beruntung di sekolah kita. Jadinya gue senaaaang banget."

  "Emangnya lo itu suka hayalin apaan sih selama ini, Nat?"

  "Mmm.... Pingin diajak date sama seorang cowok cakep."

  "Ya, iyalah."

  "Tadi malam?"

  "Bukan. Tapi malam Minggu. Dan itulah malam terindah sepanjang hudup gue. Duh, berjuta rasanya." Natasya merasakan separuh angannya mulai melayang-layang ke langit biru. Menyatu sama awan putih.

  "Jadi lo dengan teganya gak ngaktifin handphon lo itu hanya gara-gara diajak jalan sama cowok, gitu?!". Sergah dea memandang tampang sebelnya.

  "Gue kan gak mau digannggu. Lagian itu juga mimpi yang selama ini gue tunggu-tunggu untuk jadi kenyataan. Dan kini udah jadi kenyataan. Bahagiaaa banget.". Natasya merasakan seperti main kejar kejaran dengan sang khayalan di taman penung bunga.

  "Siapa orang yang ngajakin lo date itu? Kita semua kenal enggak sih?" tanya Amanda setelah tidak menemukan satu orang cowokpun yang cocok untuk ngajakin Natasya date dalam benaknya.

  "Ananta." jawab Natasya tegas dan membuat semua orang yang sempat mendengarnya menatap tidak percaya.

  "Hah!!Ananta!" semua orang jadi kaget tidak percaya kalau akhirnya Ananta mau mengajak Natasya kencan.

  "Ternyata lo bener. Do.... Natasya jalan sama Ananta di malam minggu. Tabahkan hati lo teman.". Gumam Eko sangat kecil sampai tidak terdengar oleh Natasya. Dan mungkin saja Natasya tidak akan pernah peduli dengan omongan itu karena dia terlihat senyam-senyum sendiri seperti kembali membayangkan kejadian kejadian indah di malam Minggu.

  "Jadi lo itu serius sama cinta di hati lo itu buat Ananta, Nat?"

  "Yaialah. Gue serius banget. Gue kan berkali-kali bilang sama kalian kalau gue suka sekali sama dia. Dan ada lagi yang lebih heboh dari itu semua"

  "Apaan?"

  "Dia ngajakin gue di kafe yang suasananya romantiiiis banget."

  "Hah?kafe?!". Mulut dea dan amanda sama sama menganga lebar. Sementara eko dan aji siap siap menjaga kemungkinan yang akan terjadi pada edo. Dan pak Tejo terlihat sangat gelisah di barisan paling belakang. Beberapa kali dia mondar mandir memukul mukulkan pentungan di tangan kirinya.

  "Ananta ngajakin gue dansa." ujar Natasya bersemangat memamerkan deretan giginya dengan tertawa riang.

  "Hah?! Dansa?!" mulut dea dan amanda semakin lebar terbuka dengan mata sama sama melotot. Dan Edo mulai shock dengan mulut tertutup rapat tidak kuasa mengeluarkan kata kata. Malah mulakanya kelihatan pucat tidak bersemangat. Tenaganya keluar habis sampai membuatnya tidak kuat lagi tuk berdiri. Cerita Natasya saat itu membuat hatinya terasa ter cabik-cabik. Bidadari paginya yang terus dia impikan akan datang dengan membawakan satu cinta untuknya ternyata akan terus berwujud mimpi dalam tidur malamnya.

  "Dan yang paling heboh lagi dari semua itu adalah...."
   "Memang ada lagi yang lebih heboh, nat?"
   "Masih ada. Kalian dengerin ya baik- baik. Pasang tuh telinga bagus-bagus dan buka lebar-lebar."
  "Cepet nat, napa sih!" dea memastikan kalau telinganya sudah terbuka lebar-lebar. Karena tidak cukup dengan hanya merasa aja. Dia pun memegang telinganya dengan bergantian.
   "Iya iya bilangin dong cepaaaat!" celetuk Amanda lebih mendekatkan wajahnya ke arah Natasya.
   "Dia Nembak gue."
    "Hah?!!!!"
    BRUAKK!!
Edo jatuh terduduk dengan wajah penderitaan. Tenaganya benar benar terkuras habis samapai membuatnya tidak kuat lagi untuk berdiri. Dunianya terasa sudah berhenti berputar saat itu, saat dia mendengar ucapan Natasya yang terakhir kalinya lengkap dengan keceriaan menyertainya.

Hello guys ketemu lagi hehehe :) disini aku buat cerita baru lagi nii no php lagi wkkwk

Jangan lupa ya simpan di perpustakaan kalian dan like bintang di bawah ini yaaa

Terimakasi

HeartWhere stories live. Discover now