First Meet

737 72 74
                                        

"Ah.."

Jonghyun menoleh ke belakang dan mendapati lelaki manis yang berjalan dibelakangnya sedari tadi sedang cemberut dengan wajah kesal sambil melihat ke bawah. "Kenapa Min?"

"Sandalkuuu" Minhyun merengek sambil menunjuk sandal yang ia kenakan. "Putussss"

"Aduh kau itu, tidak pernah berhubungan baik dengan sandal." Komentar Jonghyun. "Kakimu itu sadis sekali, sudah berapa sandal yang jadi korban."

"Jonghyun jahaattt" Minhyun merengek lagi sambil menggoyang-goyangkan lengan baju Jonghyun. "Ini bagaimanaaaa"

Jonghyun menghela nafas. "Kau kan bisa sihir Minhyunnie, betulkan saja sandalmu itu."

"Jju yah, aku itu rubah, bukan tukang sihir, apalagi tukang sol sepatu. Mana bisa aku membetulkan sandal putus seperti ini. Jika bisa sudah kulakukan dari tadi."

Sigh. Helaan nafas lain meluncur dari mulut Jonghyun. Kadang antara gemas dan kesal jika ia sudah melihat kekasih hatinya ini merajuk dan merengek seperti ini. "Pakai sepatuku." Jonghyun melepas sepatunya dan mendorongnya dengan kaki ke arah Minhyun.

Minhyun memandangi sepatu Jonghyun. "Kau kan tau aku itu tidak suka pakai sepatu Jonghyunnie."

"Ya sudah ciak'ka sana." Ucap Jonghyun seraya mengenakan kembali sepatunya dan berjalan meninggalkan Minhyun. Minhyun mengerjap tidak percaya, Jonghyun benar-benar meninggalkan dirinya begitu saja. Dia mencebik kesal dan menghentakkan kakinya. Perlahan ia mengikuti langkah Jonghyun.

Jonghyun kembali menoleh ke arahnya, hatinya goyah ketika melihat buliran air mata yang mengancam keluar dari sudut mata Minhyun. Ia menghela nafas dan berhenti.

"Naiklah." Ucapnya sambil menurunkan badannya dan berjongkok di depan Minhyun. Minhyun menengadahkan kepalanya dan langsung berbinar senang ketika ia melihat kekasih hatinya dalam pose siap menggendong.

"Yaay!!" Tanpa ragu ia langsung menghambur dan melompat ke punggung Jonghyun. "Jonghyunnie memang yang paling baik."

"Yah! Pelan-pelan Minhyun-ah."

"Hehehe" Minhyun tertawa senang dan mengusapkan pipinya di pundak Jonghyun. Jonghyun menyangga kedua kaki Minhyun yang melingkar di pinggangnya dan menggendongnya. Minhyun nyengir menang. Ia tau betul bagaimana Jonghyun, Jonghyun tidak akan pernah bisa tahan jika ia sudah hendak menangis. Terbukti wajah sedih dan air matanya berhasil membuat Jonghyun menyerah dan menggendongnya sekarang. Minhyun benar-benar rubah yang nakal.

"Jju-yah." Panggil Min setelah beberapa saat.

"Hmm?"

"Jika begini aku jadi teringat pertemuan pertama kita."

***

Alkisah, di sebuah hutan yang dalam, dimana belum terjamah oleh manusia, ada sebuah kerajaan yang dihuni oleh mahluk-mahluk bukan manusia. Bisa kalian sebut mereka siluman, walau sebagian besar dari mereka juga tidak akan suka jika dibilang siluman.

"HWANG MINHYUNNN!!!" sebuah teriakan murka menggema, membuat burung-burung terbang menjauh. Siapa yang menyangka jika teriakan itu berasal dari seorang siluman kelinci dengan pawakan mungil dan cantik.

Lelaki rubah itu berlari sembari tertawa terbahak-bahak karena telah berhasil membuat murka teman kelincinya.

"Ada apa lagi Minki-yah." Aron menepuk pundak Minki seraya menenangkan.

"Lihat ini hyunngggg~" Rengek Minki sambil menunjuk wajahnya yang sudah dicoret-coret oleh Minhyun ketika ia sedang tidur cantik. Minki mendelik melihat Aron yang tengah berusaha menahan tawanya. "Hyung~~"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 25, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

You Steal My HeartStories to obsess over. Discover now