one

6 3 2
                                        

i like u.
isn't enough for u?
yapp it's never enough.
but, i don't mind.

❣❣❣

      "Biasanya dia lewat sini kok, tenang lo jan gelisah gitu napa, santai selow pasti dia lewat", ucap lulu berusaha menenangkan temannya yang sedang gelisah menunggu pangeran kesayangannya.

"Gimana kalo dia hari ini nggak sekolah? waduh my baby nya gue masa sakit", byuna dengan raut wajah yang gelisah sambil cakar-cakar pohon.

"Nah itu ur baby lewat byuu...", teriak lulu ikut girang.

"Oh my god gue harus ngapain lu? anjir komuknya bukan manusia banget sumpahhhhh", byuna semakin gugup campur girang.

perlahan si pangeran mendekat ke arah dua gadis yang tanpa di sadari sengaja menunggu kehadirannya, dengan style bak artis korea dengan sweater hitam dan earphone di telinganya menambah pesona sang pangeran.

"dia ke sini lu...", ucap byuna gugup.

"Buruan kasih ke dia tu hp lu", si lulu dorong-dorong byuna.

"Anjir dia senyum ke arah sini goblok! gua gugup sumpah, balik ke kelas aja ah...", tanpa ba bi bu be bo byuna balik ke kelas dengan degup jantung yang tidak karuan.

"woy anjir tunggu!!!", lulu pun ikut balik ke kelas menyusul byuna.

Lain halnya dengan si pangeran yang terus berjalan ke arah mereka, dengan senyum semakin mengembang yang siap menemui sang gadis.

"Hai Hun...", sapa seorang gadis di depan kelas 12 IPA 1 sambil memainkan gitar kesayangannya.

"Hei... sendirian?", tanya sehun sang pangeran ke gadis yang sedari tadi di berikan senyum olehnya, dia sena.

"Ah... iya gue lagi nyantai aja nunggu kelas mulai hehe", balas sena dengan senyum santunnya.

di sisi lain seorang gadis menatap nanar ke arah mereka berdua, siapa lagi kalau bukan Byuna, gadis yang sedari pagi menunggu kehadiran si pangeran namu si pangeran tak memperindahkan kehadirannya, lebih tepatnya tak melirik sedikitpun ke arahnya.

"Udah gue duga, nggak mungkin dia senyum semanis itu buat gue...", tanpa sadar byuna tersenyum miris.

"Sadar byuna... dia gak akan pernah ngeliat ke arah lo! dia sama lo beda, dia simpang dua, lah elo simpang lima, gak akan pernah ketemu".

miris? bukan lagi.




    

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 25, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Between usWhere stories live. Discover now