Jam dinding menunjukan jam 07.00 AM yang berarti aku harus bangun dari mimpi dan mewujudkan mimpi tersebut. "Yusuf bangun nak sudah pagi nanti terlambat kerja" kata pertama yang Yusuf dengar di pagi hari berasal dari bibinya di ruang makan. "Iya bi aku sudah bangun. Sarapannya apa bi?" tanya Yusuf karena kelaparan sepanjang malam. "Kesukaanmu nak" suara bibi sedikit menggoda diriku. Tanpa pikir panjang, aku melompat dari kasur dan berlari menuju ruang makan dan yang kutemukan adalah kebohongan. Bibi tidak memasak apa yang kusuka melainkan kebalikanya. Bibi yang jahat.
Walau bekerja di tempat biasa-biasa saja yaitu sebuah tempat jahit dan menjabat sebagai Akuntan mereka. Berpikir keras tentang angka adalah kesukaanku. Tiba-tiba HP kecilku berdering dan tercantum nama "Harley", Pemimpin tempat jahitku bekerja. "Belgrave Square, 30 menit." pesan suara singkat yang langung kumengerti dan membuat teringat tentang pesan yang sama yang kuterima 1 tahun lalu
***
"Sini sekarang dalam 30 Menit. "
Tertegun
Pesan suara di HP menyuruhku harus ke Belgrave Square tepatnya Tempat Jahit Pendragon. Tanpa basa-basi, aku bertanya ke pada pengirim pesan kenapa aku harus kesana padahal aku tidak pernah mengirimkan formulir kerja ke pihak mereka. "Yusuf Hikmawan Putra, 21 Tahun, 11 Januari 1996, Mahasiswa Oxford University, Manajemen Bisnis Internasional, Indonesia, Mempunyai tahi lalat di paha kanan" pesan suara singkat yang membuat diriku kaget. "Sejak kapan mereka tahu semua identitasku bahkan sampai tahi lalat" membuatku ngeri dengan tempat jahit itu. "Datang atau tidak sama sekali." Akhirnya pesan suara terakhir membuatku mengalah dan menuju ke Belgrave Square, London.
Dengan jarak 100 km dari Oxford, aku baru sampai 1 jam kemudian walaupun menggunakan kereta bawah tanah. Tiba didepan tempat jahit itu, aku disapa oleh petugas bagian penjagaan dengan ramah dan disuruh untuk naik ke lantai 2. Tempat jahit kecil dari luar namun mewah didalam. Penuh dengan berbagai barang seni di dalamnya. "Mungkin orang yang memiliki tempat ini sangatlah suka seni ya." pikirku dalam hati. "Pemilik ada di lantai 2 menunggumu dan dia sangat menyukai seni." kata petugas kasir yang sepertinya bisa membaca pikiranku. "Eh, baik terimakasih." kataku karena takut akan dibaca pikiranya lagi. Dengan pelan aku naik ke lantai 2 dan ternyata disana ada ruangan besar dan ada 1 orang yang menjadi pemilik tempat jahit Pendragon. Ya, dialah Sir Harley.
"Terlambat" katanya singkat yang membuatku gugup. "Maaf tapi saya tidak pernah mengirimkan formulir kerja kepada instansi anda" kataku untuk menjelaskan situasi ini. "Tak usah dipikirkan, kau mau kerja kan? Artinya kau akan aku wawancara dalam 30 menit kedepan." ucap dia tenang. "Baiklah saya akan ikut" ucapku dengan lantang. "4 pertanyaan harus dijawab dalam 30 menit. Sanggup?" Kata dia menantangku atau karena dia tersinggung karena nadaku sebelumnya. "Sanggup" ucapku lantang kembali.
Setelah interview oleh tempat jahit aneh, aku yang masih menjadi mahasiswa di Oxford University harus merampungkan skripsiku agar bisa lulus. "Dari mana saja kamu? Harusnya anda yang cari saya bukan saya yang cari anda" Prof marah tepat didepanku sampai beberapa tetes air liurnya mengenai mukaku. "Maaf Prof saya baru saja diinterview oleh tempat jahit Pendragon" kataku agar dia memaafkanku. "Tunggu, Pendragon? Tempat jahit Pendragon di Belgrave Square? Kau harus masuk sana nak mau tak mau." Prof kaget. "Ada apa dengan Pendragon, Prof?" tanyaku bingung. Prof duduk dan memperbaiki kacamata minus 8 nya itu
"Kau tahu Winston Churchill?" mata Prof menyipit kearahku
"Tahu Prof. Apa ada hubungannya?"
"Karena Perang Dingin menyebabkan spionase dimana-mana sehingga dibuatlah agen untuk memudahkan AS melakukan spionase ke Uni Sovyet"
"Kenapa harus dibuat di Inggris? Bukankah pihak yang bertengkar adalah Uni Sovyet dan AS?"
"Kau tahu bahwa AS dan Inggria adalah sekutu kan? Inggris lebih dekat ke Uni Sovyet sehingga pengintaian di Uni Sovyet lebih mudah dilaksanakan. Setelah Perang Dingin berakhir, unit intel itu memiliki penyamaran sebagai tempat jahit Pendragon sehingga bisa terus bekerja tanpa gangguan."
Prof membetulkan posisi duduknya
"Kenapa harus menggunakan nama Pendragon dan bagaimana Prof tahu semua ini?"
"Aku dulu adalah salah satu anggota mereka pada tahun 2000-2003 namun lihatlah aku sekarang, hanya seorang guru yang sudah bau tanah."
Yusuf hanya mengganguk tipis walau dalam hati ia tertawa terbahak-bahak
***
"Selamat pagi Sir Harley." sapaku. "Sejak hari itu kau tidak pernah terlambat lagi." ucap Sir Harley. Tiba-tiba seorang pria paruh baya membawa kertas kecil di tangan kanan dan menyerahkanya pada Sir Harley. "Sekarang ini adalah tugas mu, Yusuf." kata Sir Harley dan aku pun tak bisa membantah. Aku mendekat ke Sir Harley dan dia pun memberikan surat itu kepadaku. "Surat Wasiat? Dari siapa,Sir?" tanyaku heran karena baru kali ini ada tugas untuk seorang agen yang berhubungan dengan wasiat. "Katanya surat ini berasal dari Jepang dan ini ditemukan dari sebuah rumah yang seluruh penghuninya telah terbunuh oleh kelompok kriminal." sambil menunjuk orang disebelahnya. Orang itu berbisik pada Sir Harley. "Sekarang kamu ke Pulau Jeju dan temui satu-satunya anggota keluarga itu dan lindungi dia selama kelompok kriminal itu masih menggila di Jepang sana." ucap Sir Harley dengan tenang. "Pulau Jeju? Korea Selatan, Sir?" tanyaku yang bingung bagaimana bisa seorang yang keluarganya terbantai di Jepang bisa berada di Pulau Jeju? Bagaimana dia kabur dari sergapan kelompok kriminal itu? Membingungkan. "Jet gulfstream 157 sudah menunggu untuk mengantarkanmu ke Korea Selatan." Sahut Sir Harley membuyarkan pikiranku. Tanpa pikir panjang, aku balik kanan. "Yusuf, dia akan ikut bersamamu." Sir Harley menunjuk orang itu. "Baik, Sir." aku mengiyakan. Dan perjalananku dimulai sekarang.
*******
YOU ARE READING
Everything About Her
Romance"Belum pernah aku mengalami hal yang disebut cinta." pikirku dalam hati disaat aku ditanya olehnya. Namun disaat aku melihat dia, detak jantungku tak karuan dan otakku berputar-putar memikirkan dia. Apa ini namanya cinta yang tak pernah kurasakan? S...
