I

69 7 3
                                        

🕕

Niiit niiit niiit niiit
Bunyi alarm terdengar sangat nyaring di telingaku, dan membuatku membuka mata dengan malas.

Hari ini tahun ajaran baru dimulai, artinya sekarang aku, Jeon Keira , sudah jadi senior sekaligus junior, alias siswi kelas 11.

Aku bersiap dan segera turun menuju ruang makan.

Sarapan barsama keluarga itu sudah menjadi sebuah ritual tersendiri untuk keluarga Jeon, seperti sekarang ini.

Kedua kakakku, Jeon Wonwoo dan Jeon Jungkook, sudah menungguku di meja makan. Ayahku adalah seorang tentara yang hanya sesekali pulang. Ibuku? Bisa di bilang ia sudah mendahului kita sekarang.

Seusai sarapan, aku berangkat ke sekolah diantar oleh Kak Wonwoo. Kak Jungkook hanya berdiam di rumah karena ia memiliki kelas siang nanti.

🕡

Selasar lingkungan sekolah masih terlihat sepi. Tapi aku sudah sampai di kelas, duduk manis di kursi belakang membaca ensiklopedia tanaman yang baru saja kubeli sambil makan sandwitch bikinanku sendiri.

Saat sedang fokus membaca buku, tiba - tiba ada seorang laki - laki yang duduk di samping mejaku sambil nelungkupin kepalanya di antara lipatan tangannya setelah sebelumnya ngebanting tasnya diatas meja.

Reflek, aku nengok ke arah laki - laki yang sekarang lagi mejamin matanya itu dengan alis yang terangkat sebelah menandakan kalau dia bingung.

"Apa liat - liat gue?,"

Eh!?

Cowok itu udah menghadapkan kepalanya ke arahku, walaupun masih dengan mata yang tertutup.

"Kenapa lo duduk di sebelah gue?,"
"Emang gak ada tempat lain?,"

"Gue suka di belakang.."
Jawab cowok itu sambil perlahan membuka matanya dan duduk menghadap kearahku.
"..dan semua bangku udah ditempatin-"
Ucapannya berhenti sebentar kuntuk melihat name tag yang kukenakan,
"-Jeon Keira", lanjutnya.

Ternyata aku keasikan baca buku sampai tidak menyadari bahwa 5 menit lagi bel masuk berbunyi.

🕗

Jam pelajaran pertama dan kedua sudah selesai, tadi Pak Jin memanggilku dan laki - laki yang duduk di sebelahku untuk pergi ke ruangannya, katanya ada hal penting yang ingin di obrolin.

Aku sudah berharap - harap cemas sama apa yang nanti bakal di obrolin sama Pak Jin,

Soalnya setahu ku Pak Jin itu termasuk salah satu guru killer.

🕣

Tok tok tok,

"Silahkan masuk,"

Akupun memasuki ruangan Pak Jin setelah mendapat sahutan tersebut, dan ternyata sudah ada cowok itu di hadapan Pak Jin.

Cowok itu duduk dengan santai sambil memakan permen lolipop.

"Duduklah Keira," Ucap Pak Jin setelah aku menghampirinya di depan mejanya.

Hening,

Pak Jin memperhatikan kami dengan seulas senyuman di wajahnya, entah apa arti dari senyuman tersebut. Karena penasaran, aku pun memberanikan diri membuka pembicaraan.

"Maaf Pak Jin, boleh saya tahu ada keperluan apa bapak memanggil saya kesini?,"

Pak Jin kembali mengulas senyuman sebelum akhirnya menjawab pertanyaanku.

"Sebenernya bapak telah memperhatikan kalian berdua sejak tahun ajaran kemarin..."

"...dan bapak melihat kamu dan Guanlin memiliki potensi besar dalam hal ini,"

Ohh, jadi namanya Guanlin.
Wajar saja sih, aku tidak mengenalnya. Aku memang termasuk orang yang malas bergaul.

"Jadi, bapak ingin kalian berpartisipasi dalam olimpiade fisika nasional tahun ini mewakilkan sekolah," Lanjut Pak Jin.

"Dan kalian akan mengikuti lomba ini sebagai partner,"

HAH?!











tbc


voment😉

Beda ;GuanlinWhere stories live. Discover now