Aku berjalan dengan membawa beberapa lembar kertas untuk dibagikan pada karyawan yang lain. Sembari menyusuri koridor kantor yang amat sepi aku jadi teringat sebuah kisah. Kisah tentang aku dan temanku. Belum lagi sekarang hujan. Hujan gerimis memang yang terbaik untuk menceritakan kisahku ini.
"MI, MIRAA! teriak seorang perempuan tua sembari mengetuk pintu.
"Iya ma, dah bangun kok" jawabku sembari turun dari kasur dan segera membuka pintu. "Nah kan Mira dah bangun sekarang mamah buatin sarapan aja Mira mau sholat shubuh"
"Apa? Sholat shubuh? Liat jam dong Mi liat jam, udah gede atuhh, napa kalau bangun teh harus sama mamah terus" ucap mamahku sembari pergi kedapur. Aku hanya mengambil napas dan buru buru sholat shubuh keburu siang sih!!!
Sesampainya di sekolah
"Woyy Miraa! " teriak salah seorang temanku. Dari suaranya saja aku tahu dia itu siapa, yup dia Opal teman dari kecil. Sebelumnya dia tetanggaan sama aku tetapi karena sebuah alasan dia pindah rumah ke kawasan perumahan.
"Paan sih? Teriak teriak kangen?"ucapku PD
"Iya nih rindu"
"Ya udah tolong bawain tas aku, aku ke kantin dulu, yang kamu rinduin ada di buku Indonesia aku. "
Opal hanya tersenyum, yah sudah jadi tradisinya setiap ada pr pasti dia minta contekan dari aku yah apa boleh buat.
Bruk
Saat hendak ke kantin langkahku mendadak berhenti. Yup aku mendengar sesuatu di dalam toilet pria. Perlahan aku melangkah menuju toilet pria, bukan untuk mengintip hal yang tidak baik aku hanya ingin melihat apa yang terjadi. Perlahan kepalaku masuk ke toilet pria dan ternyata semua tampak jelas apa yang barusan kudengar TERNYATA ITUU.........
ESTÁS LEYENDO
My Story
RomanceMira tak sengaja mendengar suara saat hendak menuju ke kantin dan dilihat nya seseorang sedang di pukuli oleh segerombol orang dan disana lah kehidupan sekolah Mira mulai menarik
