Meet again

589 35 59
                                        

Hari yang sangat indah. Cerah dan semua nampak baru di mataku. Suasana baru, para gadis baru, sekolahan baru, teman baru dan mungkin aku akan mendapatkan pacar baru...

Aku memasuki halaman Universitas Sullivan. Aku juga merasakan bahwa tidak sedikit murid yang melihat ke arahku... Di antaranya adalah para gadis. Bukannya menganggap diriku tampan. Tapi memang itu adanya. Di saat aku masih SMA, para gadis banyak yang meminta kencan denganku, walaupun hanya satu malam saja. Dan aku akan berkata sinting jika aku tidak mau...

Memasuki halaman universitas lebih jauh lagi. Di sekitar jalan banyak tiang lampu yang menghiasi halaman universitas. Dan sesungguhnya hiasan yang paling indah sekarang adalah para gadis yang menggunakan rok pendek, yang sudah menatap ke arahku. Coba bayangkan, jika mereka menjungking atau berjongkok, sesuatu di baliknya akan terlihat.

Wauuuw...
Aku bisa berkeringat jika membayangkan itu... hahahahaha...







"Marc... Apa itu kau???"




Seorang gadis yang sama tingginya denganku memanggil namaku. Sial! Lupakan itu. Aku memang terlahir dengan tubuh yang pendek. Tapi setidaknya aku punya seribu pesona untuk menggoda para gadis. Baik... lupakan!

Lalu siapa gadis ini? Dia berdiri tepat di depanku dan... Mengapa dia? Bibirnya terus tersenyum. Jika aku memberikan nilai padanya, akan kuberikan nilai tujuh setengah... ah... tidak! Tujuh seperempat aku rasa.

"Oh... C'mon! Kau tidak mengenaliku...?" Dia bertanya lagi.

Tapi sungguh, aku tidak mengenalinya. Siapa gadis ini?
"Apa aku mengenalimu?"

Gadis itu bejalan mendekat, sehingga kami hanya berjarak tiga langkah saja.

"Kau pernah tinggal di Lexington... Kau ingat?"

Lexington?
Iya, aku ingat itu. Tapi itu saat aku masih sekolah taman kanak-kanak sampai sekolah dasar. Tapi siapa yang ingat gadis ini? Aku tidak peduli saat itu.

Aku menggaruk tengkukku. "Benarkah?"

"Uggh... Kita pernah bertetangga. Rumahmu berada di depanku. Rumahku berada di depanmu. Apa kau juga melupakan itu?"

Tunggu... aku ingat... Fuck! Gadis itu... gadis mengerikan yang sangat keras kepala.



Baiklah... aku ceritakan sedikit tentangnya. Saat itu aku masih berumur enam tahun. Keluargaku pindah karena Julia, ayahku harus bekerja di sana. Keluargaku memang suka berpindah tempat. Dari Spanyol, ke Amerika. Dan di saat kami pindah di Amerika, kota yang pertama kali kami tempati adalah kota Lexington.

____________________

Tok... tok... tok...

Suara ketukan pintu dari luar. Dan itu ketukan pintu yang pertama kali saat keluarga Marquez menempati rumah barunya.

Grrreeeeekkk...

"Hai, Cutie... What are you doin'?" Itu Roser. Wanita itu membukakan pintu untuk seorang gadis kecil yang sudah berdiri di depan pintu. Gadis itu seumuran dengan anaknya. Marc Marquez. Dan ia menggunakan helm kecil. Mungkin gadis itu akan bersepeda.

"Hai, Nyonya... kau adalah tetangga baruku. Namaku Madeline Carroll. Sebagai tetangga yang baik, bolehkan aku mengajak anakmu bersepeda??"

"Oh... bersepeda, hah?" Roser menimbang-nimbang terlebih dahulu. Selain ia tidak begitu mengenal wilayah tempat tinggal barunya, dirinya melihat putra tunggalnya ternyata bersembunyi di belakang tubuh ibunya. Laki-laki itu terus menarik bajunya karena ketakutan.

DIFFERENTWhere stories live. Discover now