Kita pernah memilikin impian yg sama, kita pernah melewati hari2 bersama, dan semua itu masih jelas kebayang dipikiranku. Setiap malam, setiap waktu, aku bisa merasakan betapa lembut sentuhan jemarimu, betapa teduh tatapan matamu.
Sejak saat itu aku ditakdirkan untuk mencintaimu. Aku tak berdaya saat impian itu terhempas oleh ego yg terlalu keras. Aku tak tau apa aku bisa siap menghadapi hari2ku tanpamu. Duniaku runtuh, seperti kaca yg remuk selepas kau pergi.
Salahkah jika aku ingin membuatmu mengerti bahwa kita masih memiliki hati? Dosakah bila aku ingin membawamu kembali kehati ini? Mengisi ruang rindu yg hanya milik kita.
