Kota Laguna adalah sebuah kota kecil yang berada dekat di pinggiran pantai sebelah timur. Kota ini tidak bisa disamakan dengan kota besar dan modern yang memiliki gedung pencakar langit dan arus perekonomian yang pesat.
Kota ini cukup tertinggal. Rata-rata bangunan yang ada dengan tingkatan satu atau dua. Untuk bangunan dengan tingkatan tiga masih dapat dihitung dengan jemari.
Terdapat pasar kecil di sana. Ada juga beberapa supermarket kecil dan toko-toko kecil dengan barang terbatas. Jalan pedestrian sangat banyak karena tidak banyak penduduk di sana yang memiliki mobil pribadi. Selain itu, lokasi sunrise di kota ini juga sering menjadi tempat kencan yang diminati anak muda yang tinggal di kota ini.
Hanya saja, hari ini terdapat keanehan di Kota Laguna yang umumnya cukup ramai dengan aktivitas para penduduk di pagi hari yang cerah dan hangat ini. Kota ini sangat sepi, seakan-akan seluruh penduduknya masih tertidur pulas dan tidak bangun-bangun.
Matahari sudah tampak diujung horizon. Warna lautan yang kebiruan kini sedikit kejinggaan. Tidak ada burung di angkasa. Hanya langit yang berhias awan putih dan jingga. Deburan ombak halus menjadi irama lagu di pagi ini. Tidak ada suara lain selain itu.
Di pinggir pantai dengan pasir kuning dan halus, yang juga terdapat sebuah tebing yang menjulang tinggi di dekat pantai, seorang pemuda dengan rambut hitam sepanjang bahu berdiri memerhatikan matahari yang mulai meninggi.
Dengan perawakan rupawan dan bermata biru bagaikan lautan di hadapan matanya, sorot matanya kosong seakan-akan tengah melamun. Angin berhembus lembut mengenai tubuhnya yang setinggi 170 sentimeter. Ekspresinya datar tanpa sekali pun matanya berkedip.
Ketika mata birunya akhirnya berkedip, wajahnya yang tanpa ekspresi akhirnya berubah. Terlihat sorot kebingungan ketika dia memalingkan pandangannya ke kiri dan kanan. Dengan dahi mengernyit, tampaknya ada suatu hal yang mengganggunya.
Pandangannya pun berpindah ke tubuhnya. Dia mengenakan baju turtle neck tanpa lengan berwarna hitam, dengan celana kain putih dengan garis hitam lurus ke bawah.
Kepalanya memiring, masih dengan ekspresi bingung. Jemarinya menyentuh dagunya, memikirkan hal yang tengah dibingungkan olehnya.
Nama pemuda itu adalah Yamane Amano. Dia lahir di kota ini 26 tahun yang lalu. Hal yang membuatnya bingung bukan karena dia tidak mengenali kota yang merupakan tempat kelahirannya, melainkan diingatan terakhirnya, seharusnya dia berada di sebuah kota megapolis bernama Platina saat ini.
Kota Megapolis Platina merupakan kota termaju dan impian setiap anak muda untuk bekerja di sana. Di sana, teknologi sangat maju. Mulai dari mobil dan motor tanpa roda; melayang setinggi setengah meter di atas jalan raya, sehingga tidak akan merusak jalanan beton yang ada. Selain itu, ada juga alat teleportasi yang memudahkan seseorang berpindah dari satu kota ke kota lain dalam waktu beberapa detik saja.
Selain itu, alat telekomunikasi di sana sangat canggih. Dari layar atas HP, akan memproyeksikan gambar setinggi setengah meter dengan lebar satu meter saat melakukan interaksi dengan HP. Proyeksi ini juga dapat disentuh untuk menjalankan beberapa aplikasi. Ada banyak perangkat dan hal-hal canggih lainnya yang tidak akan ada habisnya jika disebutkan satu per satu.
Segala hal yang canggih dan modern di Kota Platina sangat berbeda jauh dengan kondisi Kota Laguna. Semua kemewahan dan kecanggihan yang ada di Kota Platina harus dilupakan ketika berada di kota ini. Hanya sebagian kecil kecanggihan yang ada di Kota Platina dapat dilihat di sini.
Di kota ini tidak memiliki alat teleportasi. Teleportasi merupakan benda mahal. Hanya kota-kota besar dan maju saja yang mampu memiliki alat teleportasi. Untuk kendaraan, mobil dan sepeda motor di sini masih menggunakan roda dan mengenakan bensin. Berbeda dengan kendaraan di kota besar yang menggunakan listrik dan ramah lingkungan.
YOU ARE READING
Reset
RomanceYamane Amano, dia tidak tahu bagaimana dia bisa mendadak berada di tempat kelahirannya. seingatnya, seharusnya saat ini dia berada di Kota Megapolitan Platina. Kota Laguna, kota kelahiran Amano, normalnya adalah kota yang ramai di pagi hari. Kota d...
