(1)

6.1K 434 24
                                        

Pertemuan yang tak pernah terpikirkan oleh seorang lelaki berumur 16 tahun. Ia merupakan lelaki yang sangat di idamkan oleh kebanyakan wanita.

Baik yang lebih muda ataupun yang berumur lebih dari 10 tahun darinya. Bagaimana bisa dikatakan seperti itu? Hmm ntah lah hanya dia dan Tuhanlah yang tau.

Berperawakan tinggi, namun ukuran badannya terbilang sangat kurus,memiliki senyuman yang membuat semua wanita meleleh seperti lelehan keju yang menggoda,lelaki yang pintar,keturunan dari LaJi corp yang kaya raya.

Namun ia hanyalah seorang anak lelaki yang masih dibawah umur, yang benar-benar menggoda semua wanita yang menatapnya.

Lelaki tersebut bernama Guanlin. Lai Guanlin adalah nama aslinya.

.
.
.
.

"Kita mau kemana sih emangnya,ho?" tanya lelaki yang lebih tua.

"Mau ke acara pernikahan kakaknya senior" jawab si yang lebih muda santai.

"Ngapain sih lo ngajak gue juga" sewotnya lagi.

"Yaelah, gitu-gitu juga kakak senior lo juga" jawabnya lebih sewot.

"Serah lo ajalah kalo gitu" ucapnya menyerah

"Gitu dong, tinggal ikut aja susah amat sih lo" ucap si yang lebih muda enteng.

Sekarang mereka sudah sampai diacara pernikahan yang sebelumnya mereka perdebatkan.

Mereka pun masuk kedalam hotel berbintang yang acara pernikahannya diperkirakan menghabiskan ratusan juta untuk menyewa dan semua yang diperlukan dalam acara tersebut.

Seonho. Itu adalah nama lelaki yang lebih muda.

Guanlin. Itu adalah nama lelaki yang lebih tua.

Mereka sepupuan dari keluarga ibu. Mereka tinggal satu apartemen beberapa bulan yang lalu, karena Guanlin baru balik lagi setelah menetap beberapa tahun ditaiwan bersama orangtua nya.

"Kak Seobie~" panggil Seonho

"Seonho~" balas yang dipanggil tadi

"Selamat ya kak" ucap seonho semangat 45

"Iya,terima kasih,ho" balasnya sambil berpelukan

"Lah kak woojin yang nikah?" tanya Guanlin pada sang pengantin lelaki

"Iya Lin, hehe" ucap si pengantin lelaki terkekeh

"Kalian saling kenal?" tanya Seonho bingung

"Iya, waktu gue masih di taiwan gue sering di ajak sama bunda gue buat dateng ke acara makan malam bareng temen ayah gue. Dan anak dari temen ayah gue adalah kak woojin, sekaligus udah gue anggap kayak kakak sendiri. Iya nggak kak?" ucap nya menyikut lengan Woojin

"Oh gitu ceritanya, lo kok gak pernah cerita ke gue!?" introgasi Seonho pada Guanlin.

"Yah...serah gue lah. Apa harus semua-semua gue cerita ke lo!" Guanlin bingung ingin menjawab apa.

"Jadi lo main secret sama gue?" Seonho mengecak pinggang.

"Bukan gitu loh,ho" bingung Guanlin

"Ya jadi apa?" masih mengintrogasi

"Serah lo aja deh males gue ngomong sama lo, ujung-ujungnya berantem" ucap Guanlin habis itu pergi meninggalkan Seonho yang masih sensi.

"Lah malah pergi dia"masih sensi Seonho.

Setelah merasa aman dari Seonho, Guanlin pun duduk dibangku yang tersedia untuk para tamu undangan.

Guanlin duduk di bangku agak pojok biar Seonho gak bisa liat dia.

"Permisi,gue boleh duduk disini?"tanya Guanlin sopan

"Iya duduk aja" jawab lelaki manis tersebut

"Sendirian aja, temennya mana?" sksd Guanlin

"Temen? Aku nggak punya temen" jawab lelaki itu menunduk

"Lo gak punya temen? Emangnya lo anak mana?" tanya Guanlin kepo

"Aku anak International High School" jawabnya jujur

"What?" Guanlin terkejut

"Kenapa?" lelaki tersebut bingung

"Gak apa-apa, kelas berapa?" tanya Guanlin lagi

"Kelas 12 sains. Kenapa?" giliran lelaki tersebut yang bertanya

"Gue juga anak sana" jawab Guanlin

"Kelas berapa?" tanya nya lagi menatap ke arah Guanlin dalam

"Ke~kelas 11 bio" Guanlin gugup dilihatin kayak gitu.

"Ohhhh" lelaki tadi hanya ber 'o' panjang.

Mereka hanya diam dan entah apa yang ada dipikiran kedua makhluk tersebut. Dan akhirnya Guanlin menghalau keheningan diantara mereka berdua.

"Kak.." panggil Guanlin ragu

"Iya" jawabnya

"Hehe gak jadi deh" cengir canggung Guanlin

Dan setelah itu keheningan kembali menimpah keduanya.

"Tamat sekolah nanti mau sambung kuliah atau yang lain?" tiba-tiba lelaki manis itu bicara

"Kok tanyanya gitu?" jawab Guanlin bingung

"Yah gak apa-apa sih, cuma pengen tau aja apa planning kamu setelah tamat nanti" ucap nya lagi menatap ke arah depan

"Kalo gue sih...mungkin bakalan disuruh balik ke taiwan. Kalo lo, gimana kak?" Guanlin balik tanya

Lelaki manis tersebut menundukan wajahnya dan mengusap wajahnya dengan kasar.

"Aku mau nikah" jawabnya santai menatap ke arah Guanlin.

Ia berdiri berniat akan pergi namun langkahnya terhenti karena listrik mendadak padam.

Lelaki manis tadi refleks duduk dipangkuan Guanlin dan memeluk leher Guanlin erat. Guanlin pun panik dengan sikap lelaki manis itu.

"Lo kenapa kak?" tanya Guanlin

"Hiks..hiks...a..ku takut gelap" jawabnya tersendu

"Gak apa-apa kak ada gue kok,lo aman disini" ucap Guanlin mengelus punggung lelaki dipangkuannya.

Setelah beberapa menit, akhirnya listrik kembali menyala seperti awal.

Lelaki manis tadi masih setia memeluk leher panjang milik Guanlin.

Sampai ada suara yang memanggil nama lelaki manis itu.

"Jihoooon, kamu dimana dek?"

Jihoon adalah nama lelaki manis yang diajak bicara oleh Guanlin.

"Kak!! Cari dia?" tunjuk Guanlin kearah orang yang masih setia memeluk lehernya.

Orang tersebut berlari ke arah dimana Guanlin yang sedang dipeluk dan memangku orang yang lebih berat dari ukuran badan Guanlin.

"Dia gak apa-apa kan, Guan?" tanya Woojin panik

"Dia keringetan kak,sampek baju gue basah nih" jawab Guanlin yang udah kesemutan gara-gar mangku Jihoon lama banget

"Jihoon, hoon bangun. Ini kakak,ayo bangun hoon" Woojin masih setia membangunkan Jihoon.

"Biar Guan aja yang ngegendong kak Jihoon nya,kak" kini Guanlin bersuara.

"Makasih ya Guan" ucap Woojin berterima kasih

.
.
.

.
.
.

Huwaaaaa.....
Cerita apaan ini😁

Baru siap nulis langsung up😄

This is first my story
Jadi mohon saran atau pendapatnya ya..

VoMent manteman😉😉😉

Selamanya [[PANWINK]] ✔Stories to obsess over. Discover now