Chapter 1 - Gadis hantu?

14 1 0
                                        

Suara derap langkah gontai itu memecah sunyi. Tak lama, sang empunya kaki menghentikan langkahnya, membuat kesunyian kembali menyelimuti lorong ini. Tubuhnya membeku, matanya terpaku pada sosok dihadapannya.

Cklek.

Seorang pria tampan dangan mengenakan jaket denim kemudian keluar dari sebuah ruang pasien, yang juga tepat didepannya. Membuat mata Kenta otomatis menoleh ke arah pria itu.

"Apa kau kenal gadis itu?" Tanya Kenta.

Pria itu mengernyit, ia tak mengerti dengan apa yang dibicarakan Kenta.

"Gadis itu, kau tidak mengenalnya?" Tangan kanan Kenta menunjuk pada gadis yang tengah duduk dilantai dan menangis tepat disamping pria itu.

"Aku kira dia juga keluarga pasien yang dirawat diruangan ini." Lanjutnya.

Pria itu semakin mengernyit, dia menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

"Begini, sebenarnya aku tidak tahu pasti siapa yang salah disini. Mungkin ada baiknya jika kau memeriksakan kesehatan jiwamu, atau paling tidak periksakan kesehatan mata mu pada dokter, karena tak ada siapapun disini. Permisi." Pungkas pria itu lalu pergi.

Kenta hanya memandanginya sambil menganga, dalam otaknya ia mencerna ucapan pria itu dalam-dalam.

"Sial! Dia mengira aku ini gila ya? Padahal aku hanya ingin membantu gadis malang ini." Gumam Kenta.

Ia mengalihkan pandangannya dari pria itu menuju sang gadis yang tengah menangis tadi. Namun gadis itu menghilang, ia tak ada ditempatnya semula.

Kenta mengedarkan pandangannya ke sekitar, tapi ia tak menemukan gadis itu, hanya ada beberapa perawat rumah sakit dan pria tadi yang bergerak semakin menjauh.


"Gadis tadi itu hantu ya?" Batin Kenta.

☆☆☆

Deru nafas Kenta memburu, berjalan menaiki tangga menuju atap membuat dadanya sesak. Jika bukan urusan tentang tugasnya hidup didunia ini, ia tak mungkin mau menuruti perintah makhluk tengil itu.

Kenta berjalan menuju dua orang yang sedang duduk ditepian, langkahnya yang semula mantap berubah sedikit gemetar hingga akhirnya ia benar-benar berhenti berjalan. Kenta ngeri jika terlalu dekat ke tepian walaupun tentu saja terdapat pagar pembatas disana, ia tak ingin tubuhnya jatuh kebawah bangunan Rumah Sakit yang memiliki empat lantai ini.

"Kau ini pengecut sekali sih!" Cerca Yama, ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju Kenta.

"Sialan kau! Aku hanya tak ingin tubuh yang susah payah aku dapatkan ini terjatuh dan aku mati dua kali." Kenta menggerutu.

"Lho, bukannya kau bilang arwah orang mati harus secepatnya diantar ke akhirat agar tidak jadi incaran para iblis. Tapi kenapa kau malah mebiarkan gadis ini disini bersama mu?" Tanya Kenta begitu ia sadar gadis yang sama dengan yang ia temui tadi mengekor dibelakang Yama .

"Dia jadi urusan mu mulai sekarang." Yama menarik tangan gadis itu dan mendorong tubuhnya pelan menuju Kenta.

Sang gadis hanya diam dan menunduk, ia bahkan tidak mengerti sama sekali dengan apa yang dibicarakan oleh dua orang pria ini.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 12, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

LenyapStories to obsess over. Discover now